USAI DILANTIK HANYA 5 ANGGOTA DEWAN YANG ADA DI DPRD SBD

Wakil Ketua I Sementara, H. Syamsi P. Golo (tengah) didampingi Rudolf Radu Holo (kanan) dan Leonitius M.R. Kaka (kiri)

Tambolaka-SJ…………… Usai pelantikan  pimpinan dan anggota DPRD kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), dari 35 orang  anggota hanya 5 orang DPRD yang masuk kerja pada Selasa, 10/9/2019 di kantor DPRD SBD, Kadula. 3 anggota dewan  dari PAN, 1 dari PDIP dan 1 dari Partai Gerindra.

Kelima orang DPRD SBD tersebut terdiri dari Wakil Ketua I H. Syamsi Pua Golo, ST, Alfonsus Yamba Kodi, S.Sos, Leonitius M. R. Kaka, Dra. Elisabeth Kallu (masing-masing dari PAN),  Cornelia E. Horo (Gerindra) dan Rudolf Radu Holo (PDIP) tampak hadir saat ditemui media pagi hari pukul 08.10 Wita di ruangan kerjanya.

Wakil ketua I H. Syamsi P. Golo yang juga adalah ketua PAN SBD kepada media mengatakan ini merupakan wujud dari komitmen anggota PAN yang duduk di legislaltif melalui sumpah dan janji pada saat pelantikan anggota DPRD pada masyarakat SBD yang sudah memberi kepercayaan pada pihaknya untuk menjadi wakil rakyat yang akan membawa dan memperjuangkan seluruh aspirasi rakyat. Sehingga pada hari ini dirinya bersama teman-teman datang masuk kantor dan sesuai jam kantor.

(Ki ke ka)Leonitius M.R. Kaka, Cornelia E. Horo, Elisabeth Kallu dan Alfonsus Yamba Kodi

“Saya lebih takut pada yang di atas (Tuhan), sumpah kemarin (Senin, 9/9/19) tidak hanya disaksikan oleh manusia yang hadir tetapi disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Ketakutan saya pada Yang Maha Kuasa itulah dan seluruh teman-teman saya ajak untuk mari sama-sama kita lakukan tugas kita dan masuk sesuai jam kerja” ungkapnya.

Lebih lanjut Ustadz Wildan sapaan akrab ketua DPC PAN ini mengatakan ketakutan pada Yang Maha Kuasa inilah yang mendorong dirinya bersama teman-temannya untuk mempunyai waskat (pengawasan melekat) yang ada dalam diri sendiri. Kinerja DPRD diawasi oleh masyarakat dan oleh Tuhan.

Baca Juga :   PAKET MDT-GTD PAKET TERAKHIR YANG MENDAFTAR DI KPU

“Jadi kita harus memperbaiki kinerja, memperbaiki performance, memperbaiki opini masyarakat terhadap lembaga DPR ini yang terlanjur dikategorikan dalam tanda kutip kurang baik, melempamlah, kurang disiplinlah, kurang beradablah, sandangan ini  yang harus kita lebur, harus kita labur kembali untuk menjadi warnanya cerah  ” tuturnya lebih jauh.

Ustadz Wildan juga menegaskan dalam kerapatan nanti dirinya akan menyampaikan hal ini dengan teman-teman kalau sudah hadir nanti  dan membuat komitmen untuk menghargai waktu. Dan dalam pembuatan tatib  bukan  yang abal-abalan.

“Tatib yang kita buat sesuai dengan peraturan yang ada dan harus kita taati itu bersama. Kita sepakati dan kita laksanakan. Contohnya sidang jangan molor, jika jadwalnya mulai jam 8 paling lambat jam 9 sudah harus mulai. Kami dari PAN sudah sepakat sidang dewan tidak molor berjam-jam apalgi sampai siang hari” katanya.

Dengan tepat waktu maka DPRD bisa mengejar Pemerintah yang kinerjanya begitu cepat, bagaimana dewan bisa mengimbangi kalau masuk kantor saja sudah siang, apalagi jarang masuk atau hanya menunggu jadwal sidang saja.  DPR tidak hanya bertanggung jawab pada masyarakat tetapi juga pada Yang Maha Kuasa sesuai dengan sumpah dan janji pada saat dilantik menjadi wakil rakyat.***

Penulis: Octav

Leave a Reply

Your email address will not be published.