TK Kristen Eben Haeser Kunjungi Bandara Lede Kalumbang

Suarajarmas.com – Pendidikan tingkat dasar TK/PAUD merupakan masa pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Dengan pendekatan pendidikan berorientasi non akademik,  anak-anаk mаmpu membаngun pengetаhuаn dаn pemаhаmаnnyа tentаng lingkungаn melаlui pengаlаmаn-pengаlаmаn interаksionаl. Pengetаhuаn dаn pemаhаmаn itu bukаn merupаkаn sesuаtu yаng diberikаn oleh orаng lаin kepаdа аnаk, melаinkаn merupаkаn sesuаtu yаng dikonstruksi oleh аnаk.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, Kepala TK Kristen Eben Haeser, Orpa Lomi Djara, S.Pd., menggelar kegiatan out doors untuk mendekatkan anak-anak pada lingkungan luar sekolah dan mengenal secara dekat apa yang sudah dipelajari di sekolah.

Salah satu tema yang menjadi pembelajaran bagi anak TK Kristen Eben Haeser adalah masalah transportasi udara pesawat terbang. Pada Jumat 27 Mei 2023 yang lalu, anak TK Eben Haeser didampingi guru dan orang tuanya melakukan kunjungan ke Bandara Lede Kalumbang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk melihat lebih dekat dan merasakan suasana kegiatan di bandara, melihat pesawat terbang, pemadam kebakaran hingga tower.

Ny. Orpa Lomi Djara, S.Pd., yang ditemui media ini di ruang kerjanya Selasa (30/5/2023) mengatakan dirinya termotivasi melakukan kegiatan out doors agar anak-anak dapat mengenal secara dekat apa yang sudah dipelajari di sekolah selama ini.

Dirinya berharap setelah melihat langsung dan merasakan suasana bandar udara, anak-anak dapat termotivasi yang dapat berdampak pada cita-cita mereka.

“Kita tidak pernah tahu ke depan mungkin ada anak-anak yang begelut dalam dunia penerbangan. Saya melihat anak-anak sangat bahagia dengan kemarin, walaupun anak-anak tidak bisa melihat dari dekat pesawat” ungkap salah satu diaken GKS Jemaat Mata ini.

Baca Juga :   BUPATI SBD MENDUKUNG PENGUATAN TIM TATALAKSANA KASUS MALARIA DI PULAU SUMBA

Kepala Sekolah TK Kristen Eben Haeser ini menjelaskan pendidikan di luar sekolah ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka belajar. Ia berencana juga akan melakukan pendidikan out doors ke rumah budaya, rumah tenun,  rumah baca dan kemungkinan Polres SBD yang dinilainya potensial untuk mengenalkan anak-anak pada hal-hal yang nyata yang sudah dipelajari di sekolah.

“Dunia anak ini adalah dunia bermain, kita harus bisa mengantar anak-anak menikmati masa bermain dan memperoleh pengalaman langsung dari lingkungan laur sekolah” tuturnya.

Ny. Orpa yang baru saja mengikuti Bimtek Transisi PAUD – SD di Surabaya beberapa waktu lalu,  dirinya mendapat peguatan bahwa anak-anak TK harus menikmati  masa bermainnya dan tidak terbebani dengan penyesuaian dari PAUD ke SD, ketika sudah berada di SD dunia bermain mereka juga terbawa.

“Memang ini aksi nyata yang harus kami buat, sehingga anak-anak merasa permainan mereka adalah permainan yang menyenangkan dan bermakna di TK” jelasnya.

Lebih lanjut Orpa Lomi Djara juga berharap model pembelajaran luar sekolah ini agar mendapat respond an perhatian dari semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat (orang tua). TK atau PAUD yang lain pun diharapkan mengikuti pola pembelajaran ini, melakukan hal yang sama, karena model ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk belajar yang positif, sehingga mereka senang pergi ke sekolah karena mandapatkan hal baru yang dipelajari.

Salah satu orang tua siswa TK Kristen Eben Haeser yang ditemui Suarajarmas.com di Bandar Udara Lede Kalumbang, Oris Leko mengatakan merasa senang dengan model pembelajaran di luar sekolah yang diterapkan oleh TK Eben Haeser.

“Kunjungan ke bandara ini sangat bagus karena anak kami dapat melihat langsung pesawat udara, kegiatan di bandara sambil bemain bersama teman-temannya. Ini merupakan kegiatan positif dan sebagai orang tua saya sangat mendukung, sehingga saya juga turut serta mengantar anak saya kesini” katanya.

Baca Juga :   DPD SAYA INDONESIA SBD SIAP MENGIRAP  BENDERA MERAH PUTIH 72 METER

Dirinya berharap pendidikan out doors bisa dilakukan 1 atau 2 bulan sekali dan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang mempunyai nilai-nilai sejarah, edukasi dan budaya Sumba. Sehingga setelah anak-anak di rumah kami orang  tua bisa menambahkan memberi penjelasan, apabila anak-anak bertanya.

“Sering anak-anak bertanya pada kami, apa ini, apa itu, bagaimana ini, bagaimana itu, kami di rumah akan memberikan penjelasan sehingga mereka semakin memahami. Dengan belajar sambil bermain itu sangat memudahkan anak-anak memahami hal-hal baru bagi mereka” ujar Oris menjelaskan.

Untuk diketahui rombongan TK Kristen Eben Haeser yang melakukan kunjungan ke Banda Udara Lede Kalumbang  ini mendapat dukungan dan pengawalan dari Polres SBD. TK Eben Haeser yang berdiri pada 1 Juli 1992 berada di bawah naungan YAPMAS, saat ini memiliki 6 orang guru dan 103 siswa. *** (Octa/002-23).-