TIGA BENANG MERAH NILAI PEMBEDA PMKRI

Tambolaka-SJ…………. Bertempat di aula Quasi Paroki St. Paulus Karuni, Desa Karuni Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur Kamis (13/5/21) diselenggarakan kegiatan Masa Bimbingan PMKRI (MABIM) Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka yang dihadiri  oleh grup Cipayung (GMNI, GMKI), BEMSTKIP, KNPI dan anggota penyatu PMKRI Cabang Tambolaka.

Kegiatan yang dilaksanakan di Margasiswa PMKRI ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 13 hingga 16 Mei 2021. MABIM merupakan kegiatan pembinaan formal di tingkat cabang dan MABIM dilakukan sebelum anggota muda dilantik menjadi anggota biasa Mabim.  

Dalam sambutannya Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tambolaka Santo Agustinus, Yulius Lere mengatakan kader adalah anggota perhimpunan dan atau kelompok terpilih yang mampu menopang dan melatih anggota dan atau kelopok yang lain untuk memperkuat eksistensi perhimpunan, memperjuangkan tercapainya tujuan perhimpunan dan terlaksananya program perhimpunan.

Yulius Lere menjelaskan selain berilmu tinggi, memiliki kesadaran sosial-kemasyarakatan, yang jeli melihat dan menanggapi kebutuhan masyarakat, bangsa dan Negara di atas segala kepentingan pribadi dan organisasi, kader adalah seseorang yang memiliki kedisiplinan dan dedikasi yang penuh serta mental prilaku yang baik. Seseorang yang memiliki kemampuan berpikir sistematis, realistis, dialektis, logis-rasional dan radikal di samping pengetahuan yang kokoh terhadap watak organisasi dan masa depan organisasi.

Spiritualitas kader PMKRI diwujudkan dalam bentuk TIGA BENANG MERAH, yang meliputi Intelektualitas, Kristianitas, dan Fraternitas. Ketiga unsur inilah yang seharusnya selalu menggerakan dan menyemangati segenap kader PMKRI dalam segala pola aktivitasnya. Yang akhirnya menjadi nilai pembeda, nilai lebih, nilai pengikat, dan nilai penguji dalam tataran kompetisi dengan mahasiswa lain yang non PMKRI.

“Nilai pembeda artinya tiga benang merah ini akan mencirikan bahwa seseorang kader PMKRI mempunyai kekhasan karakter dibandingkan dengan mahasiswa lain. Apabila tiga benang merah ini telah terinteralisasi dan menjadi sebuah karakter, maka nilai lebih artinya bahwa spiritualitas kader PMKRI ini jika di hayati secara tepat akan memberikan semangat berkompetensi yang tinggi terhadap mahasiswa lain” ungkap Yulius.

Baca Juga :   Desma Center Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Keahlian Praktik Guru SMK Pariwisata

Lebih lanjut Yulius menjelaskan semangat tiga benang merah PMKRI ini menjadi kekuatan yang besar bagi PMKRI untuk selalu bergandengan tangan dalam melakukan perubahan dan menatap masa depan PMKRI yang lebih baik serta menyikapi isu-isu sosial masyarakat demi kemajuan suatu wilayah. COVID-19 yang masih sedang melanda bangsa ini, yang mengakibatkan  kita  mengalami disrupsi teknologi digital. Disrupsi teknologi digital  adalah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital, mengubah sistem yang terjadi di Indonesia maupun global. Perkembangan teknologi digital ini mampu menggantikan pekerjaan manusia. Saat  pandemi bisa sebagai titik awal transformasi dan pemerataan pendidikan Indonesia dengan cara-cara yang kreatif, inovatif, dan out of the box.  Dan  saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum merata. Geografis dan pembiayaan menjadi beberapa tantangan yang saat ini sedang dihadapi.

“Namun dalam masa pandemi Covid-19, perguruan tinggi menunjukkan transformasi yang positif dengan menyelenggarakan pembelajaran secara daring, meskipun terkendala dalam beberapa hal seperti akses jaringan dan infrastruktur pembelajaran” jelasnya.

Sumber daya manusia Indonesia kini semakin dituntut untuk mampu memberikan kinerja terbaiknya, dalam situasi-situasi industrial yang berpola disruptif, dan pembelajaran yang berpola jejaring. Untuk mencapai hal tersebut, kampus kini harus bisa memastikan para mahasiswa semakin mampu untuk berpikir analitik, kritis, sistematik/kompleks, serta berpikir problem-solving secara strategis.

Jelas, hal ini berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang usaha yang cepat atau lambat sudah pasti akan terpengaruh dengan perkembangan perubahan teknologi serba canggih saat ini.  

Karena itu, pemerintah harus cepat beradaptasi dengan segera memetakan jenis pekerjaan apa saja yang sekiranya menyusut atau menghilang sebagai dampak disrupsi teknologi. Pemerintah jangan sampai kecolongan jika derasnya kemajuan teknologi akan menghilangkan bidang pekerjaan yang selama ini bersifat manual dilakukan manusia.

Baca Juga :   PPA TALITAKUM DAN JF COURSE GELAR PENTAS BERBAHASA INGGRIS

“Mari teman-teman,  jadilah Kader   yang memiliki kedisiplinan dan dedikasi yang penuh serta mental prilaku yang baik. Semangat tiga benang merah PMKRI ini menjadi kekuatan yang besar bagi Kita dan menjadi nilai pembeda, nilai lebih, nilai pengikat, dan nilai penguji dengan mahasiswa lain yang non PMKRI” ujar Ketua Presidium DPC PMKRI Cabang Tambolaka Santo Agustinus menutup sambutannya. *** (Red/001-21),-

Paling Dicari: