SMAK ST. JOSEF AKAN DIDIRIKAN DI MANOLA

Manola-SJ………. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat mengkaderkan atau melahirkan generasi-generasi penerus yang berguna bagi gereja dan masyarakat melalui pendampingan iman yang baik dan benar,   dalam rapat pleno Dewan Pastoral Paroki St. Josef Pekerja Menola di awal tahun 2020, telah menyepakati dan memutuskan bahwa akan mendirikan sebuah lembaga pendidikan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) dan memohon kesediaan Yayasan Nusa Cendana (YAPNUSDA) menjadi payung hukum dalam penyelenggaraan pendidikan SMAK St. Josef Pekerja Menola.

Mikael Menga

Setelah berkonsultasi dengan pihak YAPNUSDA sebagai sebuah Yayasan Pendidikan Katolik yang ada di wilaya ini dan Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya/ Nusa Tenggara Timur, niat luhur ini mendapat respon  baik oleh pihak Yapnusda.

Mikhael asal Nuabosi Ende (Pengawas Pendakat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya), di Desa Tanah Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)   mengemukakan beberapa alasan mendasar mengapa dewan Pastoral Paroki St. Josef Pekerja Menola, berkeinginan kuat untuk mendirikan lembaga pendidikan SMAK ini.

“Anak-anak usia remaja, setelah menamatkan pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama, umumnya kurang mendapat perhatian dalam pendampingan dan pembinaan iman. Hal ini dapat menyebapkan mereka kurang aktif kehidupan menggereja dan dapat menghantar mereka untuk mudah terpengaruh pada kebiasaan lingkungan yang kurang baik, seperti mabuk-mabukan, merokok, membuat keributan pada malam hari sehingga dapat meresahkan masyarakat di sekitanya” ungkap Mikhael Menga Sabtu (31/10/20) yang lalu.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan melalui lembaga pendidikan ini, diharapkan agar pendampingan kelompok kategorial orang muda katolik dapat berjalan dengan baik sehingga kualitas iman umat semakin hari semakin baik. Melalui lembaga pendidikan ini, diharapkan agar dapat menciptakan tenaga-tenaga pastoral awam handal yang akan berguna atau bermanfaat di lingkungan dan stasi-stasi di wilaya paroki ini maupun pada tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga :   PENTAS BERBAHASA INGGRIS SISWA-SISWI JF COURSE

Sambung Mikhael, berdasarkan pengamatan dan penilaian melalui rapat dewan harian Paroki, bahwa ada satu bidang penting yang kurang mendapat perhatian dalam reksal pastoral Paroki St. Josef Pekerja Menola, yakni pendidikan dan pendampingan iman anak usia remaja. Setelah menamatkan pendidikan pada sekolah menengah pertama umumnya siswa atau anak tidak mendapatkan sepenuhnya perhatian dalam pembinaan iman.

Pelayanan rohani seperti misa sekolah atau ibadat di sekolah selama ini tidak dapat berjalan. Untuk diketahui bahwa di wilayah ini ada SMA Negeri dan SMP Negeri dan yang menjadi siswa di dua sekolah ini umunnya anak-anak katolik, akan tetapi pelayanan rohani di sekolah tidak dijinkan dengan alasan kurang jelas.

Dalam kesempatan itu juga Mikael menjelaskan Paroki St. Josef Pekerja Menola adalah salah satu Paroki dari Keuskupan Weetabula. Paroki St. Josep Pekerja Menola awalnya berstatus Stasi sejak 1 Agustus 1962 yang merupakan salah satu bagian dari wilayah Paroki St. Gerardus Mayela Kelembuweri. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh serta kondisi jalan yang kurang baik, maka pada tahun 1973 Stasi Menola dialihkan menjadi bagian dari Paroki Kristus Raja Waimangura. Seiring dengan bergulirnya sang waktu, kurang lebih 32 tahun dan dengan pertumbuhan iman umat yang cukup meningkat, maka dalam rapat pleno Dewan Pastoral Paroki Kristu Raja Waimangura bermufakat mengusulkan ke pihak keuskuapan Weetabula untuk menetapkan Stasi menjadi status Quasi Paroki.

Mengingat wilayah Paroki Kristus Raja Waimangura yang cukup luas, dan dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada Umat, maka Bapak Uskup Keuskupan Weetabula memutuskan, sejak tanggal 1/10/2005 Stasi Menola ditingkatkan menjadi Quasi Paroki. Selanjutnya dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, pada tanggal 6/1/2007, Quasi Paroki St, Josef Pekerja Menola diresmikan menjadi Paroki penuh atau definitive oleh yang Mulia Uskup Keuskupan Weetabula, Mgr. Kerubim Parerera, SVD.

Baca Juga :   PEMUDA HARUS MELEK DAN CERDAS POLITIK

Tamatan STIPAS KAG ini mengatakan bahwa SMAK didirikan untuk melaksanakan Visi dan Misi Gereja Katolik dalam hal ini KWI dan Keuskupan Weetabula yaitu “Gereja Keuskupan Weetabula sebagai persekutuan komunita-komunitas basis yang Injili, Mendiri, Solider dan Misioner dalam semangat injil Yesus Kristus”. *** (012/SJ/20),-