SATGAS PENCEGAHAN COVID-19 SBD KARANTINA PENUMPANG ASAL DAERAH PANDEMI COVID-19

Tambolaka-SJ…… Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) karantina sejumlah penumpang asal daerah terpapar covid-19 pada Sabtu (4/4/20) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Reda Bolo, desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka SBD.

Penumpang pesawat Wings Air dan NAM Air asal Denpasar dan Kupang yang turun di bandara Tambolaka sebanyak 154 orang langsung mendapat penanganan dan pemeriksanaan oleh Tim Satgas di Bandara dan diberi arahan di posko Satgas Covid-19 di Lapangan Galatama. Dari 154 penumpang tersebut didapati sebanyak 82 penumpang yang berasal dari daerah terpapar covid-19 seperti Bali, Jawa dan Jakarta.

Penumpang mendapat pemeriksaan dan pendataan di Bandara Tambolaka

Berdasarkan Instruksi  Bupati  No: BPBD.360/BPBD/IV/2020 tentang Karantina Kedatangan Orang di Kabupaten Sumba Barat Daya dalam rangka kewaspadaan dini pencegahan dan pengendalian Covid-19, maka 82 penumpang tersebut dikirm ke RSUD Pratama Reda Bolo untuk dikarantina pada pukul 18.41 Wita.

Bupati dan Wakil Bupati SBD pada pukul 19.42 Wita mengunjungi para penumpang yang rata-rata terdiri atas mahasiswa dan pekerja di luar Sumba, serta 1 orang penumpang usia lanjut dan 1 orang penumpang ibu hamil untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya dikarantina 1 atau 2 hari sebelum lanjut ke tempat tujuannya.

Penumpang yang dikarantina diantar oleh petugas Satgas dan TNI/Polri ke RSUD Pratama Reda Bolo

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP memberikan penjelasan alasan kenapa harus dikarantina. Disampaikan bahwa hal tersebut dilakukan untuk memastikan para penumpang tersebut bebas dari Covid-19, hal tersebut terpaksa dilakukan karena penumpang tersebut berasal dari daerah terpapar covid-19.

“Bisa saja anda-anda bersih dan sehat, tetap dapat tertular diperjalanan melalui media lainnya seperti kursi, meja, tangga didalam perjalanan menuju SBD. Oleh karena itu kita perlu melakukan pemeriksaan dan pemantauan secara mendalam untuk memastikan keadaan anda” ungkap Bupati Kornelius.

Baca Juga :   VAKSIN COVID-19 SINOVAC UNTUK SUMBA TENGAH DIJEMPUT DENGAN PENGAWALAN KETAT

Lebih lanjut Bupati Kornelius dan  Wakil Bupati Chris Taka menghimbau agar para penumpang tersebut melanjutkan dengan karantina selama 14 hari di tempatnya masing-masing. Jika mengalami keluhan-keluhan agar langsung berkoordinasi atau memeriksakan dirinya dipuskemas terdekat atau menghubungi tim satgas yang ada di desa-desa.

“Kami harap hal ini bisa dimengerti, kita hanya menjaga agar jika ada yang positif terkena covid-19 agar tidak menularkan lagi ke saudara-saudara kita di keluarga nanti. Biasakan selalu mencuci tangan, jangan cium hidung dan bersalaman dulu sebelum 14 hari itu berlalu” himbau Chris Taka pada penumpang yang dikarantina.

Dokter, perawat dan bidan RSUD Pratama Reda Bolo yang bertugas menangani penumpang yang dikarantika

Dipantau oleh media ini kesadaran masyarakat atau keluarga dari penumpang yang harusnya dikarantina masih sangat rendah. Dari total 82 orang yang seharusnya dikarantina, ada beberapa orang yang melarikan diri bersama keluarganya, karena tidak mau dianggap sudah positif covid-19, sehingga pada saat dikunjungi oleh Bupati dan Wakil Bupati  SBD tinggal 60an orang yang masih patuh untuk dikarantina.

Saat ini ada 3 orang dokter umum, 1 orang dokter spesialis, 17 orang perawat dan 4 orang bidan yang akan selalu siap sedia untuk bertugas di RSUD Pratama Reda Bolo.

Bupati dan Wakil Bupati SBD didamping Direktur RSUD Pratam Reda Bolo dan Kadis Kesehatan SBD saat memantau penumpanng yang dikarantina

Kadis Kesehatan drg. Yulianus Kaleka  kepada media mengatakan akan menambah lagi tenaga perawat dan bidan apabila adanya penambahan orang yang akan dikarantina. Dirinya juga berharap tenaga kontrak kesehatan akan segera dilibatkan untuk membantu paramedic di RSUD Pratama Reda Bolo jika SK mereka sudah ditanda tangani oleh Bupati SBD.

Baca Juga :   5 Pilar Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten SBD

“Paling lambat hari Senin kita sudah akan melibatkan tenaga kontrak untuk membantu para medis disini” ungkap Yulianus Kaleka.*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-