SATGAS COVID-19/SBD GENCAR LAKUKAN RAZIA MASKER

by -139 views

Tambolaka-SJ……… Tim satuan tugas (Satgas) penganan covid-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) gencar melakukan razia masker baik di jalan umum maupun tempat-tempat keramaian dan sekolah-sekolah. Giat semakin perketat dilakukan setelah adanya peningkatan pasien terpapar covid-19 di SBD.

Saat ini kasus konfirmasi covid-19 sudah 19 orang dimana 12 orang sembuh dan 7 orang masih dirawat di RSUD Pratama Reda Bolo. Kontak erat dengan pasien konfirmasi covid-19 sebanyak 556 orang yang sudah selesai dipantau sebanyak 511 orang, masih dipantau sebanyak 44 orang.

Dengan dasar Perbup Nomor 36 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di kabupaten SBD, tim Satgas gencar melakukan upaya-upaya penanganan untuk mencegah bahkan memutus mata rantai penyeberan wabah covid-19. Sayangnya, kesadaran masyarakat SBD secara khusus dan Sumba secara umum masih rendah dalam menaati anjuran protokol kesehatan.

Seperti yang tampak pada Sabtu (21/11/20) di simpang pertigaan Pom Bensin Radamata, masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan masker apabila bepergian ketempat-tempat umum. Pejabat, pengusaha, pelajar dan mahasiswa masih enggan menggunakan masker dengan berbagai macam alasan.

Dipantau oleh media ini, petugas Satgas tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan Perbup No. 36 Tahun 2020 dengan memberikan sanksi-sanksi agar masyarakat sadar dan terbiasa menggunakan masker. Walaupun banyaknya tantangan yang dihadapi adanya orang-orang tertentu yang berlatar belakang pejabat, kepala wilayah dan aparat penegak hukum yang selalu memberikan alasan-alasan tidak menggunakan masker, padahal masyarakat biasa ketika diberi pemahaman dan sanksi tidak membuat perlawanan.

Mathias Jenga, A.Md Kep,  pelaksana posko Satgas covid-19/SBD menyayangkan ulah dari sekelompok orang yang enggan mematuhi anjuran protokol kesehatan tersebut. Dirinya merasa miris melihat ulah sekelompok orang-orang tersebut mengingat meningkatnya pasien terpapar positif covid-19 saat ini.

“Bagaimana mungkin masyarakat umum bisa meniru untuk selalu menggunakan masker, kalau kita yang mengerti saja sudah banyak alasan yang diajukan” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan yaitu selalu menggunakan masker apabila keluar dari rumah, itu berarti kita menyelamatkan diri kita sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat lainnya.

“Kita tidak pernah tahu dengan orang berhubungan dengan kita apakah dia terpapar atau tidak, karena kasus orang tanpa gejala (OTG) juga cukup meningkat. Menggunakan masker adalah langkah pertama untuk menghindari virus corona ini” tuturnya menjelaskan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aipda Yakub Dapa Langga, kesadaran masyarakat masih cukup rendah dalam memakai masker apabila bepergian di tempat-tempat umum. Dirinya menyayangkan banyaknya pejabat, mahasiswa dan pelajar yang masih menggunakan masker sebatas didagu saja.

“Kita bertugas ini untuk sama-sama menjaga agar penularan virus corona ini tidak semakin besar, sayang sekali belum dipahami bersama. Khususnya buat pejabat yang sudah paham akan wabah ini dan adanya Perbup No. 36 ini seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat umum (kecil) tetapi kenyataannya masih banyak saja yang melanggar” imbuhnya.

Aipda Yakub menjelaskan sebagai manusia dirinya juga takut apabila harus tertular virus ini, karena saat pulang kerumah nanti akan bertemu anak, istri dan keluarga lain.

“Bahayanya jika kita tertular dan menularkan lagi ke orang lain, mungkin kita daya tahan tubuhnya bagus sehingga bisa sembuh, tetapi kalau kena saudara kita yang sudah lansia, yang mempunyai penyakit bawaan lain, khan bahaya” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga Aipda Yakub berharap agar kedepan kesadaran masyarakat SBD semakin bagus dalam mentaati anjuran protokol kesehatan, sehingga wabah virus corona ini benar-benar bisa ditekan angka penyebarannya.

“Marilah kita memberi contoh buat saudara-saudara kita dari kampung agar patuh pada protokol kesehatan. Jangan dendam dengan kami, karena kami hanya menjalankan tugas protokol kesehatan, agar kita sama-sama sehat” pungkasnya. *** (002/SJ/20),-