
Tambolaka-SJ……………. Pelaksanaan Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) Pra Sidang Raya PGI ke XVII di GKS Jemaat Mata kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dari tanggal 2-5 November 2019 dinyatakan sukses, aman, nyaman dan luar biasa baik oleh peserta maupun Pemerintah dan masyarakat SBD. Hal ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja jika tidak adanya kebersamaan antara panitia, GKS, Pemda dan semua stakeholder yang ada di SBD. Berikut hasil bincang-bicang media SJ dengan Pdt. Irene Takandjandji, S.Th yang mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian ini. Padahal jika dilirik dari dukungan pendanaan yang ada, praktis panitia PRPrG hanya mendapat dukungan dana 1 milyar 60 juta Rupiah saja.

Ketua BPMJ GKS Mata Pdt. Irene Takandjandji, S.Th yang juga adalah Wakil Ketua II Panitia PRPrG, dan juga Ketua Klasis Loura GKS ini merasa hal-hal yang luar biasa terjadi ini adalah kuasa Tuhan sebagai pemillik gereja.
“Disini menjadi satu bukti adanya sinergitas yang terbangun diantara seluruh panitia. Walaupun mungkin ada kendala-kendala kecil yang dihadapi tetapi bisa diselesaikan secara baik. Ada banyak orang yang mendukung suksesnya kegiatan ini, walaupun ada beberapa orang yang karena kesibukan tidak terlibat secara total, tetapi secara umum peran dari seluruh panitia sungguh luar biasa” ungkapnya bahagia.

Lebih lanjut Pdt. Irene menuturkan, bicara mengenai kepanitiaan walaupun GKS Mata sebagai tempat pelaksanaan PRPrG, atas kesepakatan bersama kita percayakan kepada Bapak Pdt. Benyamin Kondi, S.Th, sebagai Ketua Umum. Selain itu juga beliau adalah kepada wilayah Sinode GKS di SBD. Dan sekalipun ini pra sidang raya perempuan, tetapi dengan keterlibatan panitia yang juga adalah laki-laki, bahkan ketua umumnya laki-laki, ada pesan moral yang terkandung didalamnya, bahwa perempuan memang tidak bisa berjalan sendiri tanpa laki-laki demikianpun sebaliknya. Dengan terbangunnya sinergitas antara laki-laki dan perempuan ini merupakan sebuah kekuatan yang besar untuk kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan perkembangan gereja Tuhan yang ada di wilayah SBD. Juga pertumbuhan iman jemaat yang jadi sasaran pelayanan iman pendeta-pendeta yang ada di SBD.

Terkait peranan dirinya sebagai tuan rumah pelaksanaan PRPrG, Pdt. Irene menyakini dengan kepercayaan yang Tuhan berikan, memampukan dirinya dapat membagi peran secara baik dan benar, sehingga apa yang menjadi harapan untuk suksesnya pelaksanaan PRPrG ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan dan terutama sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sebagai Pendeta/ tokoh perempuan dirinya juga berharap peranan perempuan harus mendapat posisi yang baik di semua lini. Kalau dalam dunia politik perempuan jangan hanya sebatas memenuhi kuota. Tetapi harus diberikan peranan yang penting karena didalam diri seorang perempuan yang adalah mitra Allah.

“Ada potensi/talenta yang Allah berikan untuk perempuan, bagaimana berkontribusi terkait dengan hal-hal yang berdampak pada masyarakat juga bagi NKRI” katanya.
Perempuan sendiri juga jangan takut untuk melakukan banyak hal, karena terkadang perempuan juga merasa dia tidak mempunyai kemampuan apa-apa, pekerjaan ini lebih baik dikerjakan oleh laki-laki, dia sendiri membatasi ruang geraknya. Sebenarnya didalam diri perempuan ada potensi/talenta yang luar biasa untuk melakukan hal-hal yang lebih besar. Dan sebagai perempuan juga harus terus mengembangkan diri, jangan hanya berdiri di tempat saja/stagnan, tetapi dengan keterlibatannya dalam organisasi apapun seperti gereja dan masyarakat itu akan menjadi suatu wadah untuk memperlengkapi perempuan untuk tampil kedepan.
“Khusus untuk perempuan-perempuan GKS Mata, kontribusi-kontribusi yang diambil dalam persidangan ini menjadi sesuatu yang dapat kita tindak lanjuti, artinya bagaimana perempuan juga harus tampil memperjuangkan keadilan, membela hak orang yang tidak diperhatikan, dan bersikap untuk tidak saling menjatuhkan satu dengan yang lain (berpikiran negatif terhadap orang lain) kita harus dalam sebuah kebersamaan (sinergitas) dan berkarya melakukan hal yang berdampak buat banyak orang” tuturnya penuh haru.

Mama Putri sapaan akrab pendeta GKS Mata ini juga tidak melupakan suksesnya pelaksaan PRPrG karena keterlibatan banyak pihak selain Pemda SBD yang mendukung. Dirinya mengucapkan terima kasih yang berlimpah atas kebersamaan untuk semua yang sudah turut mendukung suksesnya PRPrG ini, khususnya panitia inti, Pemda SBD, TNI/Polri, lintas agama dari gereja Katolik, Muslim dan Hindu sehingga membuat peserta merasa nyaman selama proses pra sidang raya ini.
“Mereka merasa seperti berada di rumahnya sendiri. Mereka menyaksikan dengan kasat mata bagaimana peran dari semua pihak yang ada di SBD dalam membackup dan mendukung pelaksanaan PRPrG ini. Kebersamaan yang sudah terbangun secara baik ini perlu kita pertahankan, sehingga keutuhan NKRI itu benar-benar diwujudkan di kabupaten SBD ini” ujarnya menutupi bincang-bincangnya dengan media SJ,- *****
Penulis: Octa Dapa Talu,-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
