MALAM CAHAYA KRISTUS MENERANGI QUASI PAROKI ST. PAULUS KARUNI

by -145 views

Tambolaka-SJ…… Sabtu, (3/4/21) tepat jam 19.00 Wita, gedung Gereja dipadati oleh umat Paroki St. Paulus Karuni untuk merayakan upacara Cahaya Kristus.  Upacara Cahaya diawali dengan pembakaran api unggun yang dipimpin oleh Pastor Kapelan Quasi Paroki P. Mario Bili Poro, C.Ss.R. Dalam upacara cahaya, api yang diberkati mempunyai peranan sebagai abdi Allah serta dipandang sebagai penghangat kerinduan manusia akan hidup Ilahi. Api baru melambangkan awal yang baru dalam hidup kita, hidup yang dihangati oleh api kasih Kristus yang membara dalam hidup kita.

Lilin paskah yang sudah diberkati melambangkan Kristus yang bangkit dengan jaya. Itulah sebapnya dalam upacara cahaya salib merupakan tanda yang pertama-tama digoreskan pada lilin paskah. Saliblah yang memberikan arti kepada segala sesuatu. Dalam perarakan lilin paskah, ketika imam memaklumkan kehadiran Kristus sebagai cahaya yang tak kunjung padam “Cahaya Kristus“.  Dia disambut dengan pekik kegembiraan “Syukur Kepada Allah “.  

Lebih dari malam-malam yang lain, malam siap siaga bagi Tuhan sungguh menggugah hati kita, sebap berbicara tentang Kristus sebagai Tuhan yang bangkit, cahaya yang terbit dalam kegelapan dosa. Dalam upacara cahaya Kristus, disugukan dengan pujian paskan, dan lagu-lagu koor yang meria, serta bunyian gong dan tambur yang menghangatkan suasana malam cahaya, dan mengumandangkan litani Para Kudus.

Dalam kotbahnya P. Rio mengatakan bahwa: paskah sebagai puncak iman orang Katolik. Dalam perayaan paskah kita mempersembahkan yang terbaik untuk paskah. Pater Rio mengenangkan  kembali Perayaan Natal. Merupakan tradisi bagi umat Kristes menjelang Natal terjerat dengan kesibukan Natal. Umat meluangkan begitu banyak waktu, bahkan berhari-hari, berusaha mencari hadiah Natal untuk diberikan kepada sahabat dan famili yang membutuhkan. Natal yang sesungguhnya adalah Bapa memberikan kita Putra-Nya yang satu-satu, yang datang untuk hidup dan mati bagi kita.

P. Mario Bili Poro, CSsR saat memimpin misa

Kata Pater Rio, perayaan natal beda dengan perayaan Paskah. Tidak ada hadiah untuk Paskah. Paskah adalah kemenangan Yesus Kristus atas kematian. Paskah merupakan tiga hari setelah kematian Yesus Kristus di kayu salib. Dengan kata lain, kebangkitan Yesus Kristus berarti kehidupan kekal yang diberikan kepada umat manusia yang percaya. Paskah juga menunjukan kuasa Allah atas kasih dan anugerah yang meluputkan umat milik-Nya dari maut. Allah memberikan kepastian kebangkitan kekal di akhir zaman, melalui kebangkitan Kristus. Paskah adalah kebangkitan Yesus yang telah mengubah jalan hidup manusia. Kebangkitan Yesus telah membawa perubahan status dan memberikan transformasi dalam hidup. Kebangkitan Yesus sebagai titik awak iman kita. Iman kita mulai.

Lebih lanjut Pater Rio mengatakan bahwa dalam Liturgi gereja Katolik pada malam paskah sebenarnya adalah 9 bacaan. Karena situasi pandemic Covid-19 kebijakan pimpinan gereja lokal jadinya hanya 4 bacaan. Kalau orang tua dulu membaca dan merenungkan/homili dari Sembilan (9) bacaan dari Kitab Suci berganti-gantian, mulai dari jam 18.00 (6 malam) sampai dengan jam 3.00 pagi Yesus bangkit dari mati. Pater Rio berkata: Paskah kita rayakan setiap tahun dan itu bukan merupakan suatu rutinitas, tatapi kita harus ambil maknanya dari paskah.

Makna paskah, dalam bahasa Theologi, sebagai pertukaran suci. Pertukaran ilahi. Yesus anak Allah datang ke dunia menjadi menusia. Tidak ada Allah yang bisa disentu, atau ada Allah yang mati. Yang dimaksudkan oleh Yesus, Ia masuk di sisi yang paling gelap Yesus mati. Tidak ada Alla yang mati. Tidak ada Allah yang disalibkan. Tetapi Allah mengutus Putra-Nya  sengsara wafat, mati dan dia bangkit. Kematian di sisi yang paling gelap atau suram, di situ Yesus masuk, dan membuat manusia bangkit. Kematian yang kita alami bukan kematian kekal tatapi ada kebangkitan. Maka kita merayakan paskah, kita harus bersyuku karena ada paskah kita dibangkitkan. Tuhan sudah membangkitkan kebangkitan untuk kita. Oleh karena itu, kita harus membuat pilihan yang benar supaya cahaya kebangkitan itu yang kita rayakan pada hari ini datang kepada kita, dalam hidup kita, dan saat akhir hidup kita.

Katanya lagi, Pesan paskah bagi kita adalah, bahwa kita mesti hidup dengan harapan hidup, dengan keyakinan, dengan kepercayaan bahwa pilihan akan Yesus tidak sia-sia, karena Yesus adalah Allah yang  hidup dan juga Allah orang mati. Dan barang siapa percaya kepada Dia, juga akan mengalami kebangkitan seperti yang dialami-Nya pada hari ini. “Marilah kita dalam kehidupan setiap hari, kita membawa iman kebangkitan kita dalam segala urusan kita. Kita tidak boleh main-main dengan iman kita. Tidak boleh mengesampingkan iman kita. Karena pada akhirnya kita juga akan membawa iman kita itu sebagai jaminan keselamatan bagi kita, di mana Yesus akan mmengenal kita sebagai -saudara-Nya, murid-Nya dan Bapa akan mengenal kita semua  sebagai anak-anak-Nya untuk mengikuti menikmati sukacita kebangkitan abadi di surge” ujarnya. *** (Pit Moa/012-21),-.