SAATNYA ORANG MUDA BERKARYA

Tambolaka-SJ………….. Tidak bisa dipungkiri bahwa pemuda memiliki peran yang besar dalam perjalanan bangsa ini. Ketika bangsa Indonesia masih dalam penjajahan, para pemuda memberontak. dari berbagai peristiwa besar dan bersejarah yang terjadi di Negara ini melibatkan anak muda sebagai tokoh utamanya.

Budi Oetomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi, peristiwa 1998, dan bahkan hingga sekarangpun pemuda masih menjadi ‘Watch Dog’ bangsa ini, bisa dilihat dari aksi demo yang sering terjadi. Hampir seluruhnya melibatkan pemuda.

Seperti pepatah yang dibuat oleh presiden RI yang pertama, bapak Soekarno, “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Siapa yang tidak tahu ungkapan yang keluar dari  mulut seorang Ir. Soekarno, Bapak pendiri bangsa ini. Bukan tanpa alasan kalimat itu keluar dari mulut beliau. Tetapi kepercayaan dan keyakinannya akan kekuatan serta kemampuan anak muda sangatlah besar, sehingga Ia bisa berbicara seperti itu.

Namun, apa yang kita lihat sekarang? Perpolitikan Indonesia didominasi oleh kaum tua. Anak muda pun hanya menjadi orang kedua, orang ketiga, bahkan orang ke sekian dalam dunia politik masa kini. Suara anak muda sering tidak diperhitungkan di kancah politik. Pemuda hanya dijadikan sebagai basis utama ketika mereka yang ‘tua’ berkoar-koar untuk menggalang dukungan. Tetapi setelah itu, mulut anak muda dibungkam.

Ada juga anggapan bahwa anak muda tidak memiliki pengalaman. Masih muda, masih awam. Belum memiliki pengalaman apa-apa di dunia politik. Hal ini adalah langkah yang paling sering dilontarkan oleh generasi tua kepada anak muda. Dengan anggapan bahwa mereka lebih lama ‘makan asam – garam’ dalam perpolitikan, jadi merekalah yang harus dinomorsatukan.

Baca Juga :   TONI-AGUS DIUSUNG OLEH PDIP DAN PKB

Politik bukan merupakan makanan para generasi tua saja, generasi muda pun perlu akan hal itu. Generasi muda, sebagai penerus bangsa sudah seharusnya berperan dalam perpolitikan, bicara tentang politik, dan memajukan politik itu sendiri.

Mengapa hal ini ditekankan? Karena anak muda memiliki kekuatan untuk membawa perubahan bagi bangsa ini, dan karena anak muda adalah penerus bangsa ini. Anak muda perlu diberikan kesempatan untuk turut serta mengambil bagian dalam penentuan arah bangsa ini ke depan.

Demikian halnya dengan Matheus Maximus Mario Kaka, S. Sos, pemuda kelahiran 20 Oktober 1991,  salah satu dari sekian banyak pemuda Sumba Barat Daya (SBD) yang meniti karirnya dibidang politik lewat Partai Perindo. Maxi sapaan akrab putra pertama  dari Yohanes Renier Kaka dan Yohana Marawali ini ingin mewujudkan cita-cita besar Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno untuk mendukung generasi muda berkiprah dalam mengisi pembangunan di SBD.

Pemuda yang sudah mempunyai segudang pengalaman dibidang oragnisasi diantaranya Pengurus Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HMPS Sos) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Ketua Pemuda dan Olahraga Pemuda Pancasila (PP) Yogyakarta, Ketua Olahraga Serikat Mahasiswa Sumba (SMS) Yogyakarta, Ketua Olahraga Keluarga Mahasiswa Katolik Sumba (KMKS)  Yogyakarta dan Wakil Ketua Bidang IT DPD Partai Perindo Kabupaten Sumba Barat Daya sampai dengan sekarang ini bertekad untuk tampil kedepan membela kebenaran bagi masyarakat SBD.

“Sebagai anak muda saya menginginkan semua orang muda harus berani tampil didepan publik untuk membela kebenaran apalagi mengenai masyarakat banyak. Jangan pernah takut atas kebenaran dan jangan pernah takut bersaing dengan para senior sebab kita-kitalah anak muda sebagai penentu nasib kemajuan SBD ke depan” ungkapnya saat ditemui media SJ di Jln. Pintu Sapi, Kel. Langga Lero, Kec. Kota Tambolaka beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   TOKOH AGAMA SBD IMBAU PILKADES 2021 AMAN DAN DAMAI

Maxi Kaka mempunyai prinsip bahwa anak muda merupakan regenerasi/estafet dari orang tua/kaum tua oleh karena itu dirinya berharap anak-anak muda harus diberi ruang dan kesempatan untuk tampil dan ikut ambil bagian, baik dalam rana eksekutif (pemerintahan) maupun legislatif (parlemen/birokrasi) karena anak muda mempunyai potensi dan ide-ide kreatif untuk bekerja memajukan SBD. 

Pemuda tamatan Universitas Atma Jaya Yogyakarta tahun 2017 in juga mengajak semua anak muda untuk berperan aktif dan turut ambil bagian untuk pembangunan SBD. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, Partai Perindo mengusung Maxi untuk tampil dalam pemilu legislaltif tahun 2019 ini dapil I Loura Kota. Sebagai orang muda Maxi ingin membawa misi mendorong Pemerintah untuk meningkatkan dan memberdayakan generasi muda dalam mengisi pembangunan di bidang Seni Budaya, Olahraga, Pendidikan, Ekonomi, Agama, Sosial, Politik, dan Hukum serta memperjuangkan dan mengembangkan pembinaan generasi muda dengan menerapkan kreativitas yang dimiliki oleh pemuda-pemudi SBD agar mampu bersaing dengan daerah  lainnya baik  skala nasional maupun internasional.

Alumnus SMA Katolik St. Thomas Aquinas Weetebula tahun  2010 ini melihat untuk membawa dan mengkawal aspirasi masyarakat ini sudah harus segera dimulai dari sekarang, dirinya melihat ada banyak sekali Pekerjaan Rumah anggota legislative selama ini yang belum dikerjakan dan berdampak sangart merugikan masyarakat SBD, untuk itu dirinya bertekad tampil dan pemilu legislative tahun 2019 ini dan meyakini niat yang tulus dan murni akan mendapat petunjuk dan bimbingan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Jangan pernah menunggu, tak akan pernah ada waktu yang tepat, dan jangan pernah takut salah untuk mencoba hal-hal baru karena kesempurnaan hanya milik Tuhan” ungkapnya menutupi perbincangannya dengan media SJ. (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.