PUSKESMAS WAIMANGURA BERI PELAYANAN VAKSIN BAGI PESERTA DIDIK

Wewewa-SJ……….. Puskesmas Waimangura memberikan pelayanan vaksinasi bagi anak-anak peserta didik dan juga orang tua siswa di SDN Potto Katillu Desa Lolo Ole Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/2/22).

Kegiatan vaksinasi ini dipantau langsung oleh Kepala Desa Lolo Ole, Martinus Lelu Keda bersama aparatnya dan juga dipantau oleh Babinsa Desa Lolo Ole Serda Lukas Lende Malo anggota Makodim 1629 SBD.

Kepala SDN Potto Katillu, Florida Bulu, S.Pd yang ditemui media mengatakan bahwa dirinya merasa senang luar biasa dengan hadirnya pihak kesehatan, Babinsa dan aparat pemerintah yang terlibat dalam vaksinasi bagi anak-anak SDN Potto Katillu, dengan usia 6 sampai 11 tahun. Terus terang saja bahwa ini semua karena dukungan dan kerjasama dari tenaga kesehatan, Babinsa bahkan aparat pemerintah sehingga vaksinasi hari ini juga boleh berjalan dengan baik. Dan ini juga dihadiri oleh semua orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka sehingga mereka secara langsung boleh menyaksikan, mungkin ada anak-anak mereka yang takut dan sakit agar mereka memberikan semangat untuk anak-anak.

“Yang paling utama bagi kami guru-guru bahkan orang tua adalah kesehatan anak-anak. Sehingga lewat vaksinasi ini, anak-anak boleh terhindar dari COVID-19 yang sudah merajalela di negara kita terlebih khususnya di Kabupaten SBD” katanya.

Florida juga menyampaikan jumlah siswa SDN Potto Katillu sebanyak 230 orang, dari 230 orang hampir 95% sudah mendapatkan vaksin dan 5% yang belum mendapatkan vaksin karena mengalami sakit dan juga mungkin faktor usianya sehingga belum bisa divaksin. Namanya jarum suntik, anak-anak pasti merasa takut dan tidak mau divaksin, karena telah terbukti beberapa orang dewasa yang jatuh sakit setelah mengikuti vaksinasi.

Baca Juga :   2 Puskesmas di SBD Dapat Ruang Rawat Inap

Sebelumnya, kami kepala sekolah telah diundang untuk mengikuti sosialisasi di Puskesmas Waimangura terkait anak-anak usia 6 sampai 11 tahun harus mendapatkan vaksin, dan kami guru-guru di sekolah ini sudah pertemuan dengan orang tua siswa untuk memberikan pemahaman dan juga kepada anak-anak bahwa vaksin itu sangat penting untuk kesehatan anak.

“Kalau anak mau sehat, harus divaksin supaya terhindar dari COVID-19 atau mungkin ada virus-virus baru, sehingga lewat vaksinasi ini anak-anak tetap sehat” ujarnya.

Dan hari ini juga saya sebagai kepala sekolah merasa senang dan bangga karena anak-anak semangat mengikuti vaksin pertama, mungkin kemarin-kemarin mereka takut dengan jarum suntik.

“Tapi dengan kami memberikan pemahaman kepada anak-anak dan mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa, sehingga anak-anak hari ini dapat mengikuti vaksinasi karena mengingat kesehatan untuk bebas dari COVID-19” ujarnya menambahkan.

Dirinya mengimbau kepada pihak kesehatan, pemerintah daerah, dan Babinsa untuk terus melakukan kerjasama dan mendukung kegiatan atau program yang dilakukan oleh pemerintah di bidang kesehatan dan juga di bidang pendidikan, sehingga COVID-19 dengan varian Omicron boleh dibasmi atau dicegah agar tidak terjadi penularan atau penyebaran lebih parah lagi di Kabupaten SBD.

“Sehingga dengan secepatnya pemerintah mengambil suatu tindakan untuk membasmi virus yang baru ini agar tidak merajalela di kalangan masyarakat terutama bagi anak-anak sekolah yang usianya masih kecil” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak pemerintah dan dari pihak kesehatan yang telah memberikan pelayanan vaksinasi di SDN Potto Katillu.

“Kami tidak mampu membalas kebaikan mereka, tetapi kami percaya Tuhan yang membalas semuanya dan biarlah Tuhan sendiri yang memberikan berkat, kesehatan dan kekuatan sehingga mereka dapat melaksanakan tugas dan pelayanan mereka di kalangan masyarakat SBD” tuturnya.

Baca Juga :   SOSIALISASI NEW NORMAL DI WESEL, BUPATI SBD TEGASKAN PENTINGNYA PROTOKOL KESEHATAN

Hal senada juga disampaikan oleh Babinsa Desa Lolo Ole, Serda Lukas Lende Malo, tentunya ini menjadi harapan pemerintah untuk mensukseskan vaksinasi di Kabupaten SBD, terlebih pada usia anak-anak 6 sampai 11 tahun untuk mempercepat proses vaksinasi yang ada ini agar kita bisa terhindar daripada penyebaran virus yang ada.

“Sehingga dengan adanya vaksinasi ini kita bisa terhindar dari penyebaran virus-virus yang ada bahkan sekarang sudah ada yang namanya varian Omicron itu” katanya.

Babinsa juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mentaati protokol kesehatan, sehingga dengan adanya varian baru ini masyarakat bisa terhindar daripada varian baru ini. Jadi pada intinya kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada di wilayah untuk selalu mengimbau kepada masyarakat sehingga benar-benar menerapkan pola hidup sehat dan juga tetap mentaati protokol kesehatan yang ada.

Terkait dengan penyakit DBD yang kasusnya sangat tinggi dan angka kematiannya menghebohkan masyarakat SBD, Babinsa menjelaskan bahwa dari pihak Puskesmas Waimangura sudah mengeluarkan surat untuk melakukan yang namanya sosialisasi menyangkut dengan wabah DBD. Kemudian nanti juga akan turun ke desa-desa bersama pemerintah desa untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat.

Sehingga masyarakat itu selalu berjaga-jaga dan mengantisipasi adanya penyakit DBD ini dalam hal kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. Sehingga nanti kita semua akan bekerjasama untuk mengatasi atau mencegah yang namanya penyakit DBD. Karena bagaimanapun, ini semua tentunya harus bersama-sama dalam mengatasinya, karena saat ini di Kecamatan Wewewa Barat kasus penyakit DBD juga paling tinggi.

“Dan ini juga menjadi perhatian pemerintah melalui Puskesmas Waimangura untuk bekerjasama dengan pemerintah desa dan sudah ada edaran bahwa seluruh desa akan menyiapkan sedikit dana untuk penanganan penyakit DBD. Dan juga Desa diharapkan partisipasinya baik melalui dana maupun secara fisik untuk sama-sama menangani kasus DBD” tuturnya. *** (Liputan: Isto/005-22),-