PMKRI Cabang Tambolaka Tolak Radikalisme dan Asisme

Tambolaka-SJ…………Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesi (PMKRI) adalah organisasi ekstra kampus yang memiliki tujuan sebagai organisasi pembelajaran bagi para mahasiswa terutama mahasiswa katolik dalam mempersiapkan diri sebagai bagian dari cendekiawan dan intelectual dalam Menggunakan segala daya dari kemampuan untuk di pergunakan bagi kepentingan Masyarakat terutama dirinya sendiri. Jumat 30/08/2019.

Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) mengangkat tema:”menjadi kader yang 100% Katolik dan 100% Indonesia dalam tantangan radikalisme melalui tiga benang merah (Intelectualitas, Fraternitas, Kristianitas)” Pro Eclesia Et Patria Religio Omnium Scientiarum Anima.

Ketua presidium PMKRI St. Agustinus Tambolaka, Yulius Lere mengatakan PMKRI merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan berlatih, mengembangkan bakat, minat dan kreativitas dan PMKRI juga tempat menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan. Sekarang banyak tantangan yang dihadapi oleh orang muda, banyak tuntutan untuk kita semua mengambil bagian yang terjadi di tanah air ini. Banyak hal yang menyimpang di negeri ini terutama di kabutapen ini.  Kita harus memerangi radikalisme dan asisme dimana menjadi masalah yang sangat serius dalam negeri ini. Sebagai orang muda kita dituntut untuk menyikapi hal-hal tersebut. Kita juga harus mencerna dengan baik segala berita yang beredar di Media Sosial, karena sebagian besar yang memicu terjadinya Radikalisme dan Asisme adalah berita HOAX yang beredar di media sosial. Kita juga tidak bisa pungkiri kemajuan teknologi yang sangat pesat. Kita juga harus menggunakan dengan baik alat-alat komonikasi dengan baik.

“Perbedaan  mari kita terima,  tapi pembedaan tidak. Karena perbedaan benar kita adalah Indonesia, karena kita adalah 100% Indonesia, mari kita cintai perbedaan, sedangkan pembedaan tidak, karena kita melakukan asisme” ujarnya mengakhiri sambutan dan membuka MPAB dengan resmi.

Baca Juga :   Diduga Pungli Uang Beasiswa, Orangtua Siswa Minta Penjelasan

Hal senada juga disampaikan oleh anggota penyatu PMKRI St.Agustinus Tambolaka Yustinus Ghanggo Ate mengatakan saat ini menurut pantauan saya, 5 tahun, 10 tahun kebelakang suara mahasiswa merupakan periode yang diam dalam sejarah mahasiswa, hampir tidak ada suara yang memberikan kontor terhadap pemerintah sebagai pengambil kebijakan baik di pemerintah Daerah, Provinsi dan Nasional.

MPAB hari ini sungguh-sungguh diharapkan mampu, kemudian melahirkan kader-kader yang mampu menjawab situasi sosial dan berani mengambil sikap ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakn yang tidak berpihak.

PMKRI hadir untuk mewarnai bukan untuk diwarnai, PMKRI melahirkan kader Intelektual yang diperhitungkan, butuh pembinaan yang kontinyu bukan tetap. Melahirkan kader yang mampu merubah minimal lingkungan sekitar. Kalau kita tidak mempersiap diri dari sekarang kita akan menjadi penonton di Tahun yang akan datang. Kerja besar PMKRI melahirkan kader yang bisa berdampak pada orang lain. kegelisahan yang menjadikan kita perubahan. PMKRI memiliki ciri khas tersendiri.

Sementar itu ketua panitia,  Serlince Regina Boba mengatakan PMKRI merupakan sebuah organisasi pembinaan, perjuangan senantiasa terus mengupayakan lahirnya kader yang berintegritas, berdaya ubah dan peka terhadap perkembangan sosial kemasyarakatan. PMKRI menyadari akan pentingya kepemimpinan sebagai salah satu orientasi pembinaan terhadap kader agar menjadi pribadi yang tanggu, karena memiliki integritas yang utuh dan kapasitas yang memadai.

Pantauan media PMKRI cabang Tambolaka yang dibentuk pada tahun 2004, dan telah resmi menjadi cabang melalui MPA di Surabaya pada Tahun 2013, dan merupakan bagian dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, kegiatan MPAB yang berlangsung selama 3 hari berjalan  baik dan lancar. (Emil Buga),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.