PILEG 2019 BUKAN UNTUK MENGHILANGKAN TALI PERSAUDARAAN

Kodi-SJ………………… Penyuluhan politik kepada masyarakat tingkat kecamatan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) merupakan hal penting yang dilaksanakan, sehinggga dapat memberiikan pengetahuan politik bagi masyarakat terutama bagi pemilih pemula di seluruh SBD. Untuk mewujudkan hal tersebut Badan Kesautuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada Kamis, 21 September 2018 kemarin menyelenggarakan kegiatan penyuluhan politik kepada masyArakat tingkat kecamatan Kodi di aula kantor kecamatan Kodi SBD.

Camat Kodi DOMINGGUS D. KAKA yang membuka kegiatan penyuluhan politik ini menyampaikan bahwa kegiatan ini sendiri bertujuan untuk memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat yang berada di wilayah kecamatan Kodi.

“saya berharap dengan kegiatan ini kita mendapat pembelajaran politik yang baik sehingga tidak ada saling hujat antara sesama calon, bahkan yang melakukan kampanye gelap, sebab semua kita ini bersaudara dan tidak ada orang lain. Kita perlu menjaga hubungan persaudaraan kita, sesama caleg mari kita berpolitik dengan baik bukan saling menghujat” ujarnya.

Kepala Badan  KESBANGPOL kabupaten SBD  DOMINGGUS BULLA, menyampaikan kegiatan ini sudah terprogran dari tahun 2017 dalam rangka mengantisipasi gesekan-gesekan yang akan terjadi dalam pemilihan di kabupaten SBD, contoh di wilayah kecamatan Kodi ini di ikuti oleh 100-an caleg dari 16 parpol yang berkompetisi di tahun 2019.

“Kenapa pemilih pemula, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda kami undang untuk hadir, saya berharap mereka akan menjadi corong untuk menyampaikan pada seluruh masyarakat sekitarnya  sehingga Pemilu Legislaltif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres)  mendatang bukan untuk menghilangkan tali persaudaraan,  tetapi tempat untuk mempererat tali persaudaraan itu dengan cara menjadi pemilih yang cerdas, sehingga yang dipilih adalah yang benar-benar pintar menjual program yang jelas dan bukan menghujat sesamanya atau melakukan politik uang” ungkapnya.  

Baca Juga :   Caleg PBB Dari Bukambero Lepas Masa Lajangnya

Lebih lanjut Kaban Kesbangpol Domi Bulla berharap, agar  dalam pertemuan ini besama tokoh masyarakat memberikan pencerahan yang baik kepada seluruh masyarakat sehingga pada saat Pileg dan Pilpres tidak menimbulkan gesekan-gesekan setelah Pemilu selesai pada 17 April 2019.

“Nanti ketika caleg itu tidak terpilih ataupun terpilih tidak menimbulkan reaksi yang mengakibatkan gesekan dan merusak tali persaudaraan di bumi “loda wee maringi pada wee malala” lebih khusus di kodi ini di bumi “tana nyale” tuturnya lebih jauh.

Tokoh masyarakat  kecamatan kodi yang turut hadir Daniel Mahemba  mengatakan  kegiatan ini sangat penting  karna mendidik masyarakat utuk memahami politik dengan baik supaya memperkecil ruang lingkup gesekan.

Dirinya Berharap semua elemen yang ada yaitu tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kepala desa dan seluruh pimpinan partai politik yang berkompetisi pada tahun 2019 nanti dapat berkerja sama dengan Kesbangbol untuk menyampaikan hal ini kepada masyarakat umum sehingga mampu meminilisir terjadinya gesekan pada Pileg dan Pilpres mendatang.

Hal senada di sampaikan oleh Dedimus Kodi, pelajar SMA N 1 Kodi yang juga menjadi pemilih pemula pada 2019 nanti menyampaikan bahwa kegiatan ini menolong kami yang baru mengikuti  Pemilu pertama 2019 nanti.

“Dengan kegiatan ini membantu membuka wawasan saya supaya tidak mudah terjerumus dalam eforia politik mendatang. Terutama ketika saya masih berada pada bangku pendidikan, saya bisa lebih fokus tentang masa depan saya dan saya hanya melakukan tugas politik pada hari pencoblosan sesuai dengan hati nurani saya” katanya

Pantauan media pelaksanaan kegiatan penyuluhan politik ini berjalan lancar dan mendapat antusias yang besar dari peserta yang dihadir diantaranya kepala desa, tokoh masyakat, tokoh agama, tokoh politik, tokoh pemuda dan beberapa caleg yang hadir. (RATO),-

 

Baca Juga :   BAWASLU SBD TINGKATKAN KOORDINASI DENGAN PANWASCAM

Leave a Reply

Your email address will not be published.