PENTAS BERBAHASA INGGRIS SISWA-SISWI JF COURSE

Tambolaka-SJ……… Bertempat di halaman kantor kelurahan Weetabula kecamatan Kota Tambolaka kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur, LPK James First Course gelar pentas berbahasa Inggris siswa-siswi JF Course, Rabu (30-9-20).

Wakil Bupati Marthen Christian Taka (kanan) menyerahkan ijin operasional LKP JF Course kepada Lambertus James Dima

Kegiatan yang dibuka dengan resmi oleh Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP dihadiri oleh Plt. Sekda SBD, Bernardus Bulu, SH, perwakilan HIPKI Sumba, perwakilan Kapolres SBD, perwakilan Dandim 1629/SBD, perwakilan Bunda PAUD SBD, pendiri JF Course dan guru-guru serta para orang tua siswa.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Chris Taka memberi apresiasi pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)  JF Course dalam mencerdaskan anak-anak SBD melalui kursus Bahasa Inggris yang dilakukan tanpa pamrih demi mewujudkan generasi emas SBD.

“Oleh karena itu patut digumuli oleh kita semua, dengan kehadiran JF Course telah membantu anak-anak tidak mampu untuk mengikuti program pendidikan berupa beasiswa kursus bahasa Inggris selama1 tahun sebanyak 50 orang siswa/siswi di SBD” ungkapnya.

Chris Taka juga memuji walaupun ditengah wabah covid-19 saat ini LKP JF Course tetap konsisten dan mampu memberikan bimbingan terhadap siswa-siswi dalam kursus bahasa Inggris sehingga anak-anak mampu menyelenggarakan pentas dalam bahasa Inggris saat ini.

Lebih lanjut wakil bupati SBD ini mengatakan pemerintah menyambut baik penyelenggaraan pendidikan informal kursus bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh LKP JF Course.

“Hal ini sejalan dengan program 7 jembatan emas yaitu desa cerdas dan desa wisata. Saya berharap kursus bahasa Inggris JF Course tidak diselenggarakan di Weetabula saja tetapi juga di kelurahan dan desa-desa lain di SBD” harapnya.

Baca Juga :   Kepedulian Bupati Nelis Pada Tenaga Kontrak Guru

Chris Taka juga berpesan pada orang tua yang hadir untuk terus meningkatkan minat belajar dan kemampuan public speaking anak. Dirinya juga mengajak kaum muda untuk mempersiapkan diri menjemput peluang pariwisata Sumba dengan menguasai bahasa Inggris.

Sebelumnya pendiri JF Course, Lambertus James Dima dalam sapaannya mengatakan kursus bahasa Inggris yang sudah berusia 3,5 tahun ini sudah mengalamai banyak sekali suka maupun dukanya. Berawal dari 4 orang murid pada bulan Februari 2017 yang lalu, hingga kini sudah jumlah murid sudah mencapai hampir 100 orang dan 10 orang tutor/guru.

“JF Course saat ini sudah bermitra dengan beberapa instansi diantaranya pemerintah kelurahan Weetabula, yayasan Hati Nurani dan beberapa dari LSM luar. Puji Tuhan belum ada ijin resminya pun sudah kerja sama dengan mitra lainnya dan JF Course bisa melangkah lebih maju dan optimis terus bertumbuh” tuturnya.

Lebih lanjut James menjelaskan pengalaman lain yang juga tidak bisa dilupakan adalah masalah tempat pelaksanaan kursus. JF Course sering berpindah-pindah pada awalnya dan saat ini sewa tempat di Kolping Weetabula.

Untuk program kursus dan pelatihan juga JF Course menyiapkan program untuk mendukung ASN yang akan melanjutkan pendidikannya diluar negeri untuk mengambil S2 maupun S3 melalui program persiapan toefl yang masih kendala bagai para ASN yang hendak melanjutkan pendidikan di luarg negeri.  JF Course juga menyediakan kursus dan pelatihan pesiapan tenaga kerja keluar negeri  (TKI) sehingga bisa mengurangi angka kekerasan pada TKW.

“Harapan kedepan,  semoga dengan adanya dukungan semua masyarakat buat kami untuk terus berkibar mendukung program pemerintah khususnya program desa cerdas dan desa wisata, karena memang di SBD saat ini infrastruktur di bidang pariwisata cukup berkembang”tutur James.

Baca Juga :   BAHASA IBU MEMBANTU SISWA MEMAHAMI PELAJARAN

James menegaskan JF Course hadir sebagai mitra pemerintah dan juga mendukung percepatan pembangunan SDM di kabupaten SBD sehingga secara perlahan kita meninggalkan angka ketertinggalan khususnya dibidang pendidikan.

Dipantau oleh media ini dalam kegiatan pentas ini juga Wakil Bupati Chris Taka juga menyerahkan ijin operasional LKP JF Course. Selain itu siswa-siswi JF Course juga menunjukan kebolehannya dalam fragmen kawin paksa, talk show JF Course, Puisi Guru dan Mama, Dance, Story Telling, Quiz, percakapan tentang kegiatan rutin sehari-hari siswa  dan menyanyi dalam bahasa Inggris. ***** (OC$),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.