PENGAWASAN PEMILU MERUPAKAN TUGAS BERSAMA

Tambolaka-SJ …………….. Badan pengawasan pemilu ( Bawaslu) kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melaksanakan Sosialisasi Pengwasan Partisipatif tahapan penyelengara Pemilu tahun 2019 yang berlangsung di aula hotel Sinar Tambolaka Jumad, 21/12/2018.

Hadir dalam kegiatan ini Ormas, GMKI, GMNI, PMKRI, BEM STKIP, BEM STIMIKOM, OSIS se-SBD dan juga tamu undangan, Panwascam se-SBD, pimpinan Partai Politik se-SBD, BKPP dan  media online maupun cetak.

Ketua Bawaslu SBD Nikodemus Kaleka mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada seluruh komponen masyarakat, bahwa seyogyanya pengawasan seluruh tahapan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) bukan saja menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga menjadi tugas seluruh elemen masyarakat untuk dapat ikut serta mengawasi setiap tahapan dan proses pelaksanaan pemilu agar tetap berjalan sesuai dengan aturan hukum dan aturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Lebih lanjut Nikodemus mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat bersama Bawaslu dapat berpartisipasi dan proaktif dalam mengawasi setiap penyelenggaraan Pemilu supaya berjalan dengan baik, damai dan tertib, sehingga dapat terciptanya pemilihan Presiden dan wakil Presiden, Pemilihan Legislatif tahun 2019 yang bersih, jujur, demokrasi, adil dan bermartabat.

“Sosiaisasi ini untuk membangun persepsi yang sama antar  ormas ,BEM, OSIS, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk mendukung pengawasan pemilu yang partisipatif” ungkapnya.

Kepada pemilih  milenial Niko juga menambahkan seperti BEM, GMKI, PMKRI, GMKI dan OSIS agar menjadi pioner untuk memberi informasi kepada masyarakat dan mejadi gardu terdepan sehingga terciptanya pemihan yang damai, aman dan tertib.

Sementara itu disela-sela kegiatan ketua BEM STKIP Weetebula Mario Dedi saat diwawancarai oleh media mengapresiasi kegiatan ini terlebih lagi dilibatkannya mahasiswa dalam hal ini BEM.  Namun hanya sebagian mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, karena prinsip mahasiswa selama ini urus politik atau kuliah? Tanpa disadari kegiatan ini sangat berguna untuk menambah wawasan terkait tahapan penyelengara  pemilu,  karena mahasiswa adalah pemilih milenial yang memiliki andil yang sangat besar demi menentukan kemajua daerah.

Baca Juga :   Pemilu 2019, Saatnya Orang Bukambero Bangkit dan Bersatu

Lebih lanjut Mario mengatakan dengan digabungkannya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD RI ) dalam waktu satu hari akan menyita waktu dan kerja yang sangat ekstra terlebih penyelengara pemilu.

“Saya rasa masyarakat akan bingung dengan memagang 5  kertas suara, dengan warna yang berbeda, dan hanya nama calon dan no urut untuk calon legislative.  Hanya Pilpres dan DPD  yang disediakan foto,  ini menjadi tugas yang sangat berat untuk mensosialisakan kepada masyarakat” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh ketua PMKRI Tulis Lere yang mengapresiasi kegiatan Bawaslu yang melibatkan organisasi dalam proses pengawasan pemilu.  Yang paling penting diperhatikan dan ini juga menjadi motivasi kami untuk mensosialisasikan kepada angota kami dan juga masyarakat.  Masalah yang lalu jangan terulang lagi dan menjadi pembenahan untuk pemilu tahun 2019, sehingga pemilu tahun depan dapat berjalan aman, damai dan tertib.

“Kita sebagai wajib pilih merasa puas dengan terselengaranya pemilu yang aman, damai dan tertib. Sehingga dapat menghadirkan pemimpin yang mampu membawa aspirasi masyarakat” ujarnya.

Dirinya juga menghimbau kepada para pemilih milenial dan juga masyarakat agar benar-benar memanfaatkan teknologi  dengan munculnya berita hoax yang menjadi pemicu konflik. Untuk menghindari ini semua kita jangan mengupdate berita hoax dan menyebarkan. Jumlah peserta yang hadir 100 orang dari perwakilan ormas, BEM, OSIS,  parpol,  panwascam, tokoh agama, tokoh masyarakat  dan juga media (EB),-