PENDEKATAN STEAM, MODEL PELAJARAN BERBASIS ANAK

by -155 views

Tambolaka-SJ……… Metode pembelajaran yang digunakan pada abad 21 dewasa ini terus mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan teknologi.  Guru-gutu tidak lagi monoton memberi pelajaran, tetapi cenderung membimbing, mengawasi dan mendorong keterlibatan anak dalam pelajaran.

Koordinator Program LS2-SID, Andreas Umbu Moto saat menjelaskan pendekatan STEAM pada peserta pelatihan

Seperti yang dilakukan oleh Sumba Integrated Development (SID) dengan dukungan ChildFund saat ini menggunakan pendekatan STEAM untuk mendampingi anak-anak dampingan SID di beberapa desa di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya (SBD).

 Untuk mencapai anak yang terdidik dan percaya diri dikembangkan program dengan tiga komponen utama yakni Anak-anak dan remaja yang memiliki hubungan positif dalam rumah dan masyarakat yang mendukung;  anak-anak remaja memiliki usia yang layak untuk dapat membaca, menulis, berhitung dan kritis dalam membuat keputusan yang sehat;  anak-anak remaja yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan terkait kecakapan hidup dan literasi keuangan. Termasuk didalamnya literasi dan numerasi yang diperuntukkan bagi anak–anak usia 6 s/d 14 tahun.

Fasilitator pendamping kegiatan Rumah Kreatif Anak Sabana (RKAS)  terus mendapat penguatan kapasitas dengan pendekatan atau metode yang tepat, inovasi dan menarik. Hal tersebut akan sangat membantu  anak–anak untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka terkait dengan membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Misalnya salah satu metode yang dilakukan adalah metode Gampang, Asyik dan Menyenangkan (GASING), sebagai metode pembelajaran yang sangat menyenangkan bagi anak–anak RKAS.

Koordinator Program Tahap Hidup Dua/LS2  SID, Andreas Umbu Moto yang ditemui media disela-sela kegiatan pelatihan bagi fasilitator pendamping SID di aula hotel Sinar Tambolaka desa Kalena Wanno kecamatan Kota Tambolaka SBD, Rabu (16/12/20) menjelaskan metode Science, Teknologi Tradisional, Engineering, Art dan Mathematics, (STEAM) adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong anak untuk berpikir lebih luas tentang masalah didunia nyata.

STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang berarti dan pemecahan masalah, dan berpendapat bahwa Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika saling terkait. Dalam STEAM, Sains dan Teknologi dapat diartikan melalui Seni dan Teknik, termasuk juga komponen Matematika.

Lebih lanjut Andre menjelaskan STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong anak untuk berpikir lebih luas tentang masalah didunia nyata. STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang berarti dan pemecahan masalah, dan berpendapat bahwa Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika saling terkait.

“Dalam STEAM, Sains dan Teknologi dapat diartikan melalui Seni dan Teknik, termasuk juga komponen Matematika” katanya.

Mengapa STEAM, perlu dikenalkan sejak dini? Andre menjelaskan dengan STEAM fasilitator atau orang tua dapat mensimulasi anak untuk memecahkan masalah, memupuk rasa ingin tahu anak, mengikuti minat anak, membangun cara berpikir logis dan sistematis, mempertajam kemampuan berpikir secara kritis dan mengembangkan sifat positif yang akan berguna bagi masa depannya.

Guna mencapai tujuan STEAM fasilitator atau guru pendamping bahkan orang tua bisa menggunakan metode ABCD dan E  (amati, bayangkan, cari tahu, diskusikan dan evaluasi). *** (002/SJ/20),-