Pembangunan PLTS Terpusat 95 kWp Diresmikan Bupati Sumba Tengah

Waibakul-SJ…………. Bupati Sumba Tengah Drs Paulus S K.Limu bersama Wakil Bupati Sumba Tengah Ir Daniel Landa melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTS Terpusat 95 kWp di dusun II desa Mataredi Kecamatan Katikutana Kabupaten Sumba Tengah,  Selasa (19/4/22).

Turut hadir Kajari Sumba Barat, Bintang Latinusa Yusvantare SH., Dandim 1613/SB, Letkol Czi Rahadian Firnandi, S.Hub.Int Kapolsek Katikutana,  David Lutman, Head of Low Carbon Energy and Infrastructure, British Embassy Jakarta, Alex Barton, Deputy head of Low Carbon Energy and Infrastructure, British Embassy Jakarta,Sofyan Hanafi, Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana pada Kementerian Daerah Tertinggal, Sahid Junaidi, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia selaku Ketua Technical Working Group Proyek Demonstrasi Program MENTARI,Guntoro Prayudhi, Kepala Devisi Direktorat Layanan TI Badan Usaha II Kementrian Kominfo, Team Leader Mentari Julio Retana, Demonstration Strand Leader Dedi Haning, Kepala Bapelitbanggada Provinsi NTTPimpinan PT. PLN (Persero) UIW NTT,Pimpinan PT. PLN (Persero) UP3 Sumba,Camat Katikutana, Sekretaris Daerah, Kepala Desa Mataredi.

Bupati Sumba Tengah Drs Paulus S.K.Limu dalam sambuntannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, telah bekerjasama dengan Pemerintah Pusat, Provinsi NTT dan berbagai stakeholder dalam pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dibangun di Kabupaten Sumba Tengah dan memilih Desa Mata Redi, Kecamatan Katiku Tana, sebagai desa percontohan pertama Program MENTARI yang didukung oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, dengan Motto “Mata Redi Terang, Sumba Tengah Terang”.

PLTS off-grid terpusat dengan kapasitas 95 Kilo Watt Peak (KWP) di Desa Mata Redi yaitu, 60 Kilo Watt Peak (kWp) berlokasi di Dusun 1 Desa Mata Redi dan 35 Kilo Watt Peak (kWp) berlokasi di Dusun 4 Desa Mata Redi yang juga dapat melayani Desa Mata Woga. Selain melayani penerangan dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan oleh masyarakat yang sudah mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Don Bosco  yakni, pelatihan kelistrikan dan pelatihan furniture, pelatihan kewirausahaan dan pelatihan manajemen BUMDes, yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi rumah tangga yang inklusif dan pengentasan kemiskinan melalui pengembangan sektor energi baru terbarukan, karya-karya hasil pelatihan akan dikelolah oleh BUMDes Hali Dewa yang sudah meliliki legalitas secara hukum dan sudah terhubung dengan off-taker produk agrikultur.

Baca Juga :   Kepala ATR/BPN Akan Batalkan Penerbitan Sertifikat Tanah di Hairuaka

Paulus juga berharap agar BUMDes yang sudah terbentuk selalu menciptakan kerjasama yang baik dalam menata kelola menajemen BUMDes, sehingga dapat menambah pendapatan penghasilan, menciptakan lapangan kerja dan inklusi sosial.

Dengan hadirnya PLTS off-grid ini, Paulus berharap agar kita sebagai masyarakat Sumba Tengah, Kecamatan Katiku Tana khususnya Desa Mata Redi dan Desa Mata Woga  selalu menjaga secara baik segala aktivitas selama pembangunan dimulai hingga selasai, karena ini akan membawa perubahan yang signifikan terhadap pemerataan dalam menata dan membangun ekonomi rumah tangga.

“Ini adalah berkat yang harus kita syukuri, manfaat dan dampak yang dirasakan bagi masyarakat dengan adanya program MENTARI di Kabupaten Sumba Tengah,”ungkap Paulus.

Ketua Pokja Mentari mengatakan bahwa Program MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) merupakan Program Bantuan Pembangunan Resmi  dari Pemerintah Inggris dengan nilai mencapai £12 juta Pounsterling atau sekitar Rp.240M dan berlangsung selama empat tahun. Program ini secara khusus berfokus pada bagaimana energi rendah karbon dapat memberikan manfaat untuk pembangunan Indonesia bagian Timur, khususnya di Sumba Tengah.

Terpilihnya Desa Mata Redi sebagai lokus utama Program MENTARI, sesungguh melalui tahapan studi kelayakan yang sangat rumit dan profesional di seluruh Wilayah Indonesia Timur, bahkan dilakukan secara independen oleh profesional yang handal dan mumpuni. Sehingga pada akhirnya melalui proses yang alot pula, ditetapkan secara bersama Desa Mata Redi di Kabupaten Sumba Tengah sebagai sebagai lokus Pembangunan PLTS Terpusat di Wilayah Indonesia Bagian Timur, dan ini merupakan project pertama di Wilayah Indonesia Timur.

“Hari ini, kita akan merintis sebuah perjalanan panjang untuk bangkit dari realitas kondisi sosial dan kondisi ekonomi yang ada, Mata Redi Terang, Sumba Tengah Terang. Inilah yang menjadi tagline sekaligus menjadi inspirasi bagi setiap tahapan dan proses yang dilakukan secara konvergensi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah” pungkasnya. *** (Yunia/004-22).-