Pembagian Amplop Kelulusan SDK Wee Tobula Ikuti Anjuran Protokol Kesehatan

(ki ke ka) Yuliana Logha, Kepsek Marsel J. Kalimandanng, Dorkas M. Dapawole dan Elisabeth Ra Mbodo (guru-guru SDK Wee Tobula)

Tambolaka-SJ….. Pembagian amplop kelulusan SD se kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)  secara serentak dilaksanakan pada Jumat (19/6/20). Seperti yang dilakukan di SDK Wee Tobula Kelurahan Langga Lero Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD, tampak para orang tua murid bersama guru-guru dengan mematuhi aturan protokol kesehatan secara bergiliran mengambil amplop tanda kelulusan siswa kelas 6 SD.

Dalam sambutannya kepala sekolah SDK Wee Tobula Marsel Juma Kalimandang, S.Pd mengatakan akibat dampak corona virus disease 2019 (covid-19) pada tahun ini, maka Pemerintah mengambil kebijakan ditiadakannya ujian nasional dan ujian sekolah. Sehingga secara keseluruhan seluruh siswa dinyatakan lulus berdasarkan nilai raport dan nilai kehadiran siswa.

Dirinya juga berpesan untuk menunjang prestasi siswa agar orang tua turut aktif memberikan bimbingan belajar di rumah masing-masing dengan terus mematuhi anjuran Pemerintah dan Protokol Kesehatan demi mencegah penyebaran wabah virus corona.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga berjanji akan segera membereskan ijazah serta memberi informasi agar segera diambil oleh orang tua murid.

“Berdasarkan pengalaman kelululusan beberapa tahun lalu, masih ada siswa yang belum datang mengambil ijazahnya, ini merupakan beban bagi kami jika terjadi kerusakan atau kehilangan. Kami berharap setelah ijazah kelulusan tahun 2020 ini, agar para orang tua siswa segera mengambilnya” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi oleh orang tua siswa agar memastikan penulisan identitas siswa dan orang tua agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan, Marsel memastikan akan menyesuaikan dengan data akte kelahiran dari siswa tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan.

“Dalam penulisan ijazah nanti kami akan berpatokan pada akte kelahiran, jadi kami harapkan jika ada perbaikan dari akte kelahiran tersebut agar segera dimasukan di sekolah dalam waktu dekat agar kami mengetahuinya. Jika siswa tidak mempunyai akte kelahiran kami tidak akan mengeluarkan ijazah dulu” ungkapnya lebih jauh.

Baca Juga :   TIGA BENANG MERAH NILAI PEMBEDA PMKRI

Kepala sekolah SDK Wee Tobula juga menghimbau pada orang tua murid jika sudah mengambil ijazah nanti agar dicek lagi sebelum di laminating demi memastikan kebenaran data-datanya.

Dominggus Bula saat menyampaikan kata hati orang tua murid yang menerima amplop kelulusan

Seperti diketahui SDK Wee Tobula adalah sekolah swasta dari Yapnusda, sehingga dalam kesempatan tersebut  kepala sekolah juga menyampaikan keluhan tentang kenyamanan lingkungan sekolahnya karena sering dimasuki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dirinya mengharapkan dukungan orang tua siswa untuk membenahi pagar tembok sekolah yang sudah rusak.

Menanggapi hal tersebut, mewakili orang tua siswa yang hadir Dominggus Bula mengatakan akan siap membantu SDK Wee Tobula yang sudah mendidik putra-putrinya dengan sepakat menyumbang Rp 100.000 per siswa saat pengambilan ijazah nanti.

“SDK Wee Tobula adalah sekolah kita bersama, milik rakyat SBD, maka sebagai orang tua siswa kita akan mendukungnya, sehingga kenyamanan dan kerapihan sekolah tetap terjaga” ujar Domi Bula.

Dipantau oleh media ini, orang tua siswa sebelum memasuki ruangan mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan, serta seluruh orang tua siswa dan guru-guru menggunakan masker. Kursi yang digunakan juga berjarak 1 meter. Kebiasaan bersalaman ditiadakan walaupun adanya kegembiraan karena anaknya lulus SD.

Hingga berita ini diturunkan kegiatan pembagian amplop kelulusan masih berlangsung karena pembagian ampolonya diatur dengan waktu yang berbeda tiap kelasnya, sehingga tidak adanya perkumpulan orang tua murid dalam jumlah yang banyak. Untuk kelas 6A waktu pembagian amplopnya pukul 07.30 – 08.30. untuk kelas 6B pukul 08.30 – 09.30 dan kelas 6C pukul 09.30 – 10.30 Wita. **** (OC$),-