Pelatihan Wirausaha Untuk Mendorong Kemajuan Kaum Muda

Tambolaka-SJ…………….. Sumba Integreted Development (SID) bersama mitra ChildFund Indonesia memiliki target untuk mendukung pemerintah daerah menjadi daerah maju. Salah satu untuk mencapainya yaitu mendorong orang muda melalui pelatihan wirausaha. Kegiatan yang dilakukan selama 3 hari mulai tanggal 25 s/d 28 September 2018 di aula hotel Sinar  Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD) tersebut diikuti sekitar 20 orang muda yang ada di desa dampingan SID.

Penanggung jawab program LS3 SID Albert M. Yunus,  Amd.Kom mengungkapkan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan dapat membuka pola pikir kaum muda dalam menangkap peluang usaha yang ada di  daerah sehingga mampu menciptakan lapangan  kerja untuk  dirinya sendiri dan orang lain.

“Kami mencoba membuka pola pikir kaum muda dalam menangkap peluang usaha khusunya dibidang wirausaha karena di SBD ini masih sangat terbuka peluang wirausaha yang selama ini belum dimaksimalkan oleh banyak orang. Selain itu kami ingin mempersiapkan orang-orang muda khususnya dampingan SID agar mampu menjadi pioner bagi yang lain dalam mendorong minat wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran di kabupaten ini” ungkapnya.

Kadis Koperasi Mikale L. Dake (tengah) didampingi Alber M. Yunus Penanggung Jawab LS3 SID Program (kanan) saat memberikan arahan dalam kegiatan pelatihan

Kepala Dinas Koperasi Drs. Mikael Lende Dake Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam materinya memaparkan bahwa orang-orang muda harus dapat membuka wawasanya dalam berwirausaha sehingga kedepan mampu menjadi para pelaku usaha dan tidak  menjadi penonton di daerah sendiri.

Mikael juga menambahkan bahwa pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM siap mendukung dan menjembatani para pelaku usaha untuk mendapatkan modal usaha.

“Saya merasa kegiatan  ini sangat luar biasa dan memberikan apresiasi kepada SID bersama Mitra ChildFund Indonesia  karena dengan kegiatan ini adik-adik dapat membuka wawasan berpikir kedepan bisa lebih bagus dan tidak menjadi penonton di daerah sendiri tapi menjadi para pelaku usaha. Bagi pemerintah melihat untuk memberdayakan pelaku usaha ini kami tidak mampu memberikan modal usaha karena keterbatasan dana, tapi kami dari Dinas Koperasi bermitra dengan lembaga keuangan dalam hal ini perbankan untuk menjembatani dalam mendapatkan modal usaha. Kita juga bekoordinasi dengan UKM Propinsi  maupun Kementrian Koperasi untuk minta bantuan modal pemberdayaan. Selain itu kami juga memberikan diklat dan pelatihan bagi pengusaha baru dan kita bekali mereka agar mereka menjadi pelaku-pelaku usaha” ujarnya.

Baca Juga :   KPU Goes To Campus

Sementara itu salah satu motivator pelaku usaha kaum muda Vetnay Martha Bei, SE yang membagikan pengalaman kesuksesannya dalam usaha peternakan dan pertanian organik saat ditemui media ini usai kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting guna membangkitkan semangat dan mental  anak muda untuk berwirausaha.

“Saya mencoba memberikan motivasi dan membagikan pengalaman saya kepada anak-anak supaya anak-anak mulai belajar mandiri, memang mungkin butuh waktu tapi dengan pola pendidikan dan pelatihan seperti ini nantinya mental mereka bisa terbentuk menjadi wirausahawan yang mandiri. Jangan  menjadi mental ingin jadi PNS atau pegawai saja tapi mereka harus dididik sejak dini, sehingga bisa membangkitkan semangat anak muda dalam memulai usaha” ucap  ibu yang biasa disapa ibu Vet ini.

Selain itu Vetnay juga berharap agar pemerintah bisa membuat program yang memang dibutuhkan dalam menyiapkan para wirausahawan muda ini.

“Harapan saya buat pemerintah agar bisa membuat program-program yang memang menyentuh akar rumput dari permasalahan yang ada,  karena selama ini belum  ada program yang menyentuh akar rumput yang dihadapi di kabupaten ini terutama dalam menyiapkan para pelaku usaha” tutupnya. (JNL),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.