
Tambolaka-SJ……… Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Melkianus Kaka (47) yang meninggal di RSU Waikabubak Sumba Barat 25 Juni 2020 kemarin dinyatakan negatif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab laboratorium RSU Prof. W.Z. Yohanes Kupang. Demikian diungkapkan oleh juru bicara gugus tugas Covid-19, drg. Yulianus Kaleka saat jumpa pers di gedung Kominfo Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) NTT, Sabtu (27/6/20) sore.
Yulianus Kaleka menjelaskan bahwa pemeriksaan swab sudah diterima oleh pihaknya tanggal 26 Juni melalui surat tertanggal 25 Juni 2020 dengan hasil pemeriksaan laboratorium almarhum Melkianus Kaka dinyatakan negatif covid-19 atau tidak terpapar virus corona.

Yulianus Kaleka menjelaskan almarhum Melkianus Kaka yang merupakan ASN alamat desa Kalembu Kaha Kecamatan Kota Tambolaka SBD. Pada 24 Juni 2020 alm. masuk RS Karitas Weetabula pukul 01.00 Wita dengan penurunan kesadaran, demam, batuk pilek, sesak napas dan penyakit lainnya. Setelah mendapat penanganan dari RS. Karitas kondisi kesehatan terus mengalami penurunan dan semakin memburuk. Sehingga dokter RS Karitas segera merujuk ke RSUD Waikabubak dengan diagnose PDP. Ketika tiba di RSUD Waikabubak setelah mendapat penanganan sebagi PDP, pasien meninggal dunia pada Kamis 25 Juni pukul 04.00 Wita. Dan pada hari yang sama tim gugus tugas penanganan covid-19 SBD langsung melakukan acara pemakaman dengan prosedur penanganan covid-19.
Pada tanggal 24 Juni sempat dilakukan pengambilan swab, atas dasar itu kami meminta Dinas Kesehatan Provinsi NTT agar mendapat prioritas pertama pemeriksaan swab karena pada tanggal 25 Juni saat swab dijemput pasien meninggal dunia.
Pada kesempatan itu Yulianus Kaleka mengucapkan terima kasih pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan RSU Prof W.Z. Yohanes merespon baik dan sudah bisa mendapatkan hasil swabnya melalui surat tertanggal 25 Juni 2020 dan pada saat ini melakukan jumpa pers.

Direktur RS. Karitas Weetebula menyambut gembira dengan hasil swab yang menyatakan alm. Melkianus Kaka dinyatakan negative corona. Hal ini berarti tidak ada penambahan kasus positif covid-19 di SBD dan penanganan yang dilakukan sesuai dengan protokol covid-19.
Dalam kesempatan tersebut dr. NIco juga menjelaskan bahwa penetapan status almarhum sebagai PDP sudah sesuai dengan rangkaian protokol yang sudah direncanakan dengan baik dengan menggunakan skoring.
“Penetapan status PDP tidak memandang hasil swab, karena sekalipun hasil swabnya negative tetap menjadi PDP. Semua status PDP yang meninggal harus dimakamkan sesuai dengan protokol gugus tugas penanganan covid-19” ujarnya.
Tambahnya, masyarakat harus memahami bahwa status PDP tidak berarti positif covid-19. Tidak selamanya PDP itu covid dan tidak mesti pasien yang covid dari PDP, banyak kasus covid karena Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kita harus memahami bahwa saat ini adalah masa pandemi, dimana kita tidak bisa menganggap enteng penyakit. Ketika ada pasien dengan diagnosa sesak napas terutama phneumonia besar kemungkinan bisa menjadi PDP. Ini yang harus kita pahami bersama” tuturnya.
Sebelumnya Plt. Sekretaris Daerah Bernardus Bulu, SH mengatakan jumpa pers ini untuk mengklarifikasi, mengclearkan hal-hal yang tidak proporsoinal, tidak tepat pemberitaan dan apresiasi masyarakat berkaitan dengan meninggalnya PDP Melkianus Kaka.
Usai pernyataan juru bicara covid dan direktur RS Karitas, Bernard Bulu mengatakan atas nama Pemda SBD menyambut gembira hasil swab alm. Melkianus Kaka yang negatif. Karena hasil swab baru diterima pada tanggal 26 Juni sedangkan almarhum meninggal pada tanggal 25 Juni, maka tim gugus tugas dan Pemda Kabupaten melakukan pemakaman dengan protokol covid-19.
“Atas nama Pemda SBD kami sangat berduka karena harus kehilangan seorang PNS terbaik dibidangnya. Kami juga menyampaikan turut berduka bagi keluarga almarhum terutama istri dan anak-anak, kami berharap Tuhan selalu bersama mereka” tuturnya.

Menaggapi status yang dimuat oleh anak almarhum di media sosial yang mempersoalkan pemakaman almalhum dengan protokol covid-19, seolah-olah almarhum dalam status covid-19., dirinya menjelaskan ada jarak satu hari dimana almarhum meninggal pada tanggal 25 Juni sedangkan hasil swab baru diterima pada tanggal 26 Juni, sehingga dilakukan pemakaman dengan protokol covid-19 dalam status PDP.
Bernard Bulu menghimbau agar masyarakat dan keluarga tetap tenang dan tidak panik, tetap melaksanakan protokol kesehatan yaitu pake masker, cuci tangan pake sabun dengan air yang mengalir, jaga jarak, jaga stamina (makan makanan yang bergizi), istirahat yang cukup, olah raga yang cukup dan jaga perilaku hidup sehat.
“Bila ada gejala batuk, pilek, demam dan sesak napas segeralah berobat ke fasilitas kesehatan yang ada. Ada rumah sakit dan puskesmas terdekat. Karena SBD sudah ada 1 orang yang positif maka kita harus selalu waspada. Media harus bersama-sama dengan kami mendorong masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Jikalau tim gugus tugas kadang-kadang harus keras dalam penanganannya bukan karena benci tetapi karena cinta agar kita benar-benar patuh pada protokol kesehatan” pungkasnya.***** (OC$),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
