Wewewa-SJ……….. Pada Selasa (23/3/21) pukul 11.30 sampai dengan 13.45 Wita, di Waikelo Sawah, Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berlangsung kegiatan Panen Perdana Padi Varietas Nutrizinc (Zn) yang dikelola oleh Yayasan Kalakioma.

Panen perdana ini dihadiri oleh Ketua DPD RI, Ir. Lanyalla Mahmud Mattalitti, anggota DPD RI asal NTT sekaligus ketua Yayasan Kalakioma dr. Asyera R.A. Wundalero, Bustami Zainuddin Anggota DPD RI Dapil Lampung, Kepala Badan Penelitian dan Pangan Kementan RI, Priatna Sasmita, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Ketua DPRD SBD Rudolf Radu Holo, Wakil Bupati SBD, Marthen Chrsitian Taka, S.IP, Ketua Dekranasda SBD, Margareta Tatik W. Mete, Kasdim 1629/SBD, Mayor Czi Sunoko, Wakapolres SBD, Kompol Yosep Taus Tilis, Kepala Dinas Pertanian SBD Rofinus Kaleka, SP, Perwakilan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Dalam sambutannya perwakilan Yayasan Kalakioma, Yulius Bobo, SE menuturkan sejarah Yayasan Kalakioma yang didirikan pada 2017 yang lalu dengan visi menjadi jembatan bantuan agar bermanfaat terhadap semua orang, serta bergerak dalam bidang dan pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Yulius Bobo menjelaskan hasil panen dari padi varietas Zinc, sebagian akan dijadikan bahan benih untuk100 Ha lahan sawah di Waikelo Sawah, Desa Tema Tana, Kec. Wewewa Timur pada musim tanam II. Dirinya juga berharap Pemerintah untuk perbaikan saluran irigasi di Waikelo Sawah yang mengalami kerusakan dan longsor beberapa waktu lalu.

“Hasil panen dari padi varietas Nutrizinc diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan dan perbaikan gizi guna mengurangi angka stunting di SBD” ungkapnya.
Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya berterimakasih kepada Ketua DPD RI dan rombongan yang telah berkenan hadir untuk membantu panen perdana di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten SBD.
Bupati Kornelius juga berharap Varietas padi Nutrizinc (Zn) dapat membantu dalam meningkatkan gizi masyarakat guna mengatasi masalah stunting di SBD.

“Pemda SBD tidak dapat menggunakan dana APBD untuk memperbaiki saluran irigasi yang mengalami kerusakan tersebut, karena saluran irigasi Waikelo Sawah merupakan aset yang dimiliki oleh Pemerintah Prov. NTT” katanya menjelaskan.
Ketua DPD RI Ir. Lanyalla Mahmud Mattalitti yang turun ke SBD untuk ikut panen perdana tersebut memberi apresiasi atas Panen Raya yang dilakukan oleh SBD untuk menjaga ketahanan pangan.
Lanyalla mengatakan bahwa panen raya adalah simbol kesejahteraan, harapan dan masa masa bahagia bagi para petani dan keluarganya.

Pihaknya mendukung pernyataan Kepala Bulog RI yang menyarankan kepada Pemerintah RI untuk tidak melakukan Impor beras. Hal ini karena, Bulog masih memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
“Bukannya dijawab dengan kebijakan impor, kembali kepada good political will yang diambil oleh Pemerintah RI. Hal ini tentu akan mempengaruhi cost (biaya) gabah dan padi oleh para petani yang dikhawatirkan akan menjadi turun akibat kebijakan impor tersebut. Kebijakan yang tepat sasaran untuk menurunkan biaya produksi para Petani harus melalui upaya inovasi dan kemajuan teknologi” ungkapnya.

Lebih lanjut Lanyalla menjelaskan ketahanan pangan menjadi isu strategis bagi masyarakat dunia, sebagai dampak dari Pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Pemerintah RI meningkatkan anggaran pangan pada 2021 menjadi Rp 104 Triliun.
Dalam kesempatan itu sebagai bentuk apresiasinya kepala Yayasan Kalakioma yang sudah menggelar panen perdana Padi Varietas Nutrizinc (Zn), Ketua DPD RI ini juga menyerahkan Traktor kepada Ketua Yayasan Kalakioma. *** (Octav/002-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
