Pandemik Covid-19 dan Tanggung Jawab Sosial Masyarakat Akademik

Wewewa-SJ…… Merebaknya wabah corona virus disease ( Covid-19)  dirasakan oleh masyarakat dunia tak terkecuali di seluruh pelosok wilayah Indonesia. Covid 19 adalah virus baru yang tentu belum ditemukan vaksinnya sehingga setiap orang waspada terhadapnya. Situasi tersebut membuat angka kematian di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga sampai dengan saat ini berjumlah sekitar 2000 lebih angka pasien positif Corona dan kurang lebih 200 orang meninggal (data dari Center for Tropical Medicine).

Hal ini terjadi karena lemahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tindakan preventif pencegahan. Selain itu faktor lain yang menyebabkan angka kematian dan angka pasien positif tersebut meningkat adalah karena minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Covid 19.

Kondisi yang terjadi demikian, menuntut setiap lembaga baik pemerintah, swasta maupun kelompok-kelompok pemerhati menunjukkan eksistensinya demi sebuah tanggung jawab terhadap hidup sosial bersama. Setiap lembaga dengan perannya msing-masing berusaha untuk mengedukasi warga dan memberikan bantuan sosial sebagai upaya pencegahan bersama dan membantu mereka yang terdampak Covid 19.

Bersama kita bisa cegah penyebaran Covid 19 adalah slogan kampus STKIP selama masa pandemik Covid 19 . Pada hari Jumat, 15 Mei 2020 mahasiswa dan dosen prodi Pendidikan Keagamaan Katolik (tim pengabdian kepada masyarakat) melakukan kegiatan sosialisasi di dusun Tiga (3) desa Wali Ate-Kec. Wewewa Barat-Kabupaten Sumba Barat Daya. Selain mengedukasi warga yang masih terbatas akses informasi tentang Covid 19 tim pengabdian kepada masyarakat juga membagikan sejumlah masker kepada warga di wilayah tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah warga dan dihadiri oleh tim penasehat desa, kepala dusun III, Ketua RW, Ketua RT, Linmas, ibu kader, dan para warga lainnya (ibu-ibu dan anak-anak).

Baca Juga :   Satgas Covid-19 SBD Gencar Lakukan Edukasi Protokol Kesehatan

Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan agar warga dusun III desa Wali Ate terus waspada terhadap Covid 19 dan mengenali gejala-gejalanya sedini mungkin. Kegiatan berlangsung dengan mengikuti ptotokol kesehatan yakni menggunakan masker dan menjaga jarak.

Enos Bulu Ngongo Kepala Dusun III Desa Wali Ate

Usai kegiatan sosialisasi berlangsung tim pengabdian berdiskusi dengan kepala dusun III Enos Bulu Ngongo. Bapak Enos mengatakan bahwa “ sangat senang diadakannya kegiatan sosialisasi ini. Dengan demikian, warga dapat memperoleh informasi dengan lebih baik lagi. Desa sudah melakukan berbagai upaya pencegahan  melalui kegiatan sosialisasi, membuat tempat cuci tangan, dan membagikan masker serta penyemprotan disinfektan dari rumah ke rumah”.

Tambahnya lagi inilah bukti tanggung jawab kita terhadap sosial masyarakat. Kita harus jalankan tugas yang sudah diembankan kepada kita demi kepentingan bersama.

Pantauan media, tim pengabdian kepada masyarakat dan pemerintah desa mengharapkan dengan adanya kerja kolaborasi yang serupa turut menghambat laju perkembangan Covid 19 di lingkungan masyarakat, terutama masyarakat yang minim terhadap akses informasi di desa Wali Ate dan Sumba Barat Daya secara keseluruhan. Selain itu, melalui kegiatan serupa mampu memberikan kesadaran dan merubahan pola pikir bersama tentang pentingnya waspada terhadap penyebaran Covid 19. ****

Liputan: Octav Dapa Talu/ Yanto Umbu,-