MODEL PENDIDIKAN 4.0 BAGI GURU PAUD

Tambolaka-SJ……… Perkembangan dunia saat ini terus berkembang sesuai dengan jaman teknologi digital. Dunia telah memilih maju dengan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

Tulus Siahaan, Direktur Yayasan Lembaga Pendidikan Surya Kasih

Pemerintah Indonesia pun telah menyusun roadmap “Making Indonesia 4.0” sejak tahun 2018 untuk mengejar ketertinggalan kita dengan negara maju, termasuk negara tetangga. Dari sepuluh program dalam roadmap, peningkatan SDM telah menjadi prioritas.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, peningkatan kualitas SDM bagi guru-guru terus digalakkan baik di tingkat guru-guru pendidikan dasar seperti  PAUD dan SD. Bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset  dan Teknologi, Yayasan Lembaga Pendidikan Surya Kasih menggelar Pelatihan Pendidikan 4.0 bagi guru-guru PAUD di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), di aula hotel Sinar Tambolaka Desa Kalena Wanno Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/10/21).

Kadis P dan K SBD, Bernardus Bulu, SH (kedua dari kanan) saat membuka kegiatan pelatihan

Direktur Yayasan Lembaga Pendidikan Surya Kasih, Tulus Siahaan, yang ditemui media disela-sela pelatihan mengatakan kehadiran Lembaga Pendidikan Surya Kasih dalam rangka ingin memberikan muatan-muatan yang sangat dibutuhkan saat ini oleh guru-guru pengajar level PAUD di SBD di era digital saat ini.

“Kenapa titik pointnya 4.0, karena sekarang ini kita sudah masuk di era digital, era digital ini periode dimana kita semua harusnya sudah masuk atau siap-siap masuk di 5.0, tetapi kita baru di 4.0” ungkapnya.

Tulus menjelaskan seharusnya Indonesia sudah harus memasuki era 5.0., tetapi karena mungkin Indonesia itu begitu luas, jadi informasi yang diterima belum merata di semua wilayah, sehingga saat ini kita masih di era 4.0.

Baca Juga :   YAPNUSDA Menjawab Tantangan Pendidikan di Sumba

Sehingga pihaknya membawa pelatihan 4.0 untuk guru-guru PAUD di SBD,  sebagai modal untuk guru-guru PAUD supaya anak-anak ini siap untuk menghadapi perkembangan digitalisasi, dimana saat ini semuanya sudah serba digital.

Tulus mengatakan adapun materi-materi yang dipelajari oleh guru-guru PAUD tersebut adalah metode pembelajaran yang  fokus kepada anak,  pendekatan yang digunakan berbeda tidak lagi seperti jaman dulu yang menjadi fokus adalah guru,  apa maunya guru itu yang diberikan kepada anak. Metode ini sudah berlaku lagi di era saat ini.

“Jadi apa yang bisa membuat anak berkembang, apa yang membuat anak bisa berkreativitas, harus ada pendekatan dengan memberikan pertanyaan. Pertanyaan yag bersifat provokasi sehingga anak itu keluar menggali semua yang ada dalam diri anak” tambahnya.

Tulus menjelaskan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics). Ketika anak bereksplorasi maka anak akan mengamati, mengajukan pertanyaan, merancang, memprediksi, menguji, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu STEAM ini merupakan pembelajaran yang melibatkan anak secara aktif untuk menstimulasi aspek perkembangannya.

Tulus Siahaan menegaskan metode ini tidak meninggalkan Kurikulum 13, tetapi pihaknya datang dengan muatan tambahan yang cocok sehingga K-13 tetap up to date dengan perkembangan digitalisasi dengan era 4.0 ini.

Kegiatan pelatihan ini dibuka dengan resmi oleh Kepala Dinas P dan K, Bernardus Bulu, SH., disaksikan Direktur Yayasan Lembaga Pendidikan Surya Kasih, Tulus Siahaan, Tokoh Pendidikan SBD sekaligus pemerhati pendidikan di SBD, Yohana Lingu Lango, Asesor PAUD, Yublina L Dapasapu, dan tamu undangan peserta pelatihan.

Adapun PAUD yang menjadi peserta dalam pelatihan ini terdiri dari 20 sekolah yang tersebar di SBD berdasarkan penentuan dari Dinas P dan K Kabupaten SBD.

Baca Juga :   MITRA GRAMEDIA SUDAH ADA DI SUMBA BARAT DAYA

Dipantau oleh media ini selain mendapatkan teori dan materi-materi dari para narasumber, kegiatan juga dilanjutkan dengan melakukan simulasi di PAUD yang sudah ditentukan oleh panitia pelaksana. *** (Octa/002-21),-