LAGI PASIEN COVID SBD MENINGGAL DUNIA

Tambolaka-SJ…………. Pasien COVID kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang meninggal dunia kembali bertambah lagi. Pasien (RRT) usia 78 tahun yang reaktif positif  ini berasal dari desa Pogo Tena Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur meninggal dunia di rumahnya setelah pulang paksa dari RS Karitas Weetabula, Selasa (8/6/21).

Usai mendapat informasi dari Rumah Sakit Karitas, tim Satgas COVID-19/SBD dibawah komando lapangan Jenga Mathias  melakukan pendekatan dengan pemerintah desa Pogo Tena dan keluarga untuk dilakukan pemakaman secara protokol COVID pada sore harinya pukul 16.41 Wita.

Walaupun dalam suasana duka, keluarga almarhum bekerja sama dengan tim Satgas, sehingga pelaksanaan pemakaman secara protokol COVID berjalan lancar dan tanpa mengalami kendala apapun.

Ketua pelaksana Posko COVID/SBD, Jenga Mathias yang ditemui media menuturkan kondisi SBD yang meninggal dunia akibat virus corona hingga saat ini sudah berjumlah 21 orang, kasus konfirmasi 700 orang,  dirawat 5 orang, sembuh 681 orang.  Kontak erat masih dipantau 7 orang, selesai dipantau 1.377 orang. Kasus suspek 510 orang, selesai dipantau 506 orang, masih dipantau 3 orang. Kasus probable 46 orang, sembuh 41 orang.

“Total keseluruhan yang sudah meninggal dunia baik kasus suspek 1 orang, kasus probable 5 orang dan konfirmasi 15 orang sehingga total semuanya sudah 21 orang” ungkap Mathias.

Jenga Mathias menambahkan tim satgas COVID/SBD terus melakukan upaya-upaya pencegahan dengan  melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat bagaimana mempertahankan protokol kesehatan. Selain itu juga terus melakukan pengawasan secara ketat dengan  menjaga pintu masuk yang di pelabuhan laut dan udara maupun darat.

Semuanya sudah kami kontrol dengan kekuatan yang ada,  kita bangun komunikasi dengan semua pihak, bahkan tim Satgas sendiri turun ke lokasi atau  tempat-tempat yang beresiko untuk memberikan pengawasan sekaligus memberikan pemahaman pada masyarakat.

“Kita harus mewaspadai dengan adanya virus baru yang B117 ini,  virus ini  lebih ganas dari yang COVID-19,  oleh karena itu kita diminta untuk tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker,  mencuci tangan pakai sabun,  menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi” jelasnya.

Baca Juga :   Pers Sosialisasi PROTKES Dalam Kegiatan Budaya Pamale di Tambolaka

Dirinya juga mengucapkan atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai pernyebaran virus ini.

“Dengan adanya dukunga penuh dari Pemerintah dan kepatuhan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan, mudah-mudahan akhir tahun ini kita sudah bebas dari wabah virus Corona ini” pungkasnya. *** (Octa/002-21),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor