KORPS BRIMOB KOMPI 4 BATALYON A PELOPOR SBD LAKUKAN PENYEMPROTAN DI RUMAH SAKIT KARITAS WEETABULA

Tambolaka-SJ……….. Tak henti-hentinya Korps Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah Covid 19 sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di SBD. Pada Senin (30/3/20) Korps Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD melakukan penyemprotan disinfektan di Rumah Sakit Karitas Weetebula Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Pelaksanaan penyemprotan kali ini disertai dengan melakukan sosialisasi dan himbauan lewat pengeras suara di halaman Karitas, sehingga masyarakat yang sedang berobat bisa mendengar langsung himbauan-himbauan untuk tidak terjangkit virus corona (covid 19).

Selain itu juga bersama staf Dinas Kesehatan Kabupaten SBD juga melakukan penempelan brosur-brosur di tempat umum yang mudah dilihat oleh masyarakat mengenai covid 19 untuk mengedukasi masyarakat tentang cara pencegahan covid 19.

Danki Brimob Iptu Jhony Marthin mengatakan kegiatan penyemprotan disinfektan ini tak henti-hentinya dilakukan mengingat SBD masih dalam tahap aman, belum ada yang positif terjangkit kecuali Orang Dalam Pengawsan (ODP). Selain karena perintah pimpinan rutinitas kegiatan penyemprotan ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada sesama agar sama-sama bisa terhindar dari wabah covid 19 yang sedang melanda dunia ini.

Danki Brimob Yon A SBD, Iptu Jhony Marthin (kedua dari kanan)

“Jika bahan baku tersedia, kami tak akan pernah berhenti melakukan penyemprotan disinfektan. Untuk tenaga kami siap sedia 24 jam. Akhir-akhir ini makin banyak permintaan dari kantor-kantor agar kami bisa membantu mereka melakukan penyemprotan” ungkap Jhony yang dihubungi media saat rapat persiapan pelaksanaan penyemprotan massal di SBD Selasa (31/3/20) esok harinya.

Dalam kesempatan itu juga Iptu Jhony mengatakan agar masyarakat jangan terlena, tetapi harus waspada karena dalam beberapa hari ini putra-putri SBD khususnya dan Sumba pada umumnya ada ratusan yang kembali dari rantauan tempat daerah merah covid 19 seperti Jawa, Bali dan daerah lainnya.

Baca Juga :   Tim Satgas Covid-19 SBD Lakukan Tracking di Wewewa Timur

“Kita harus bersama-sama bersinergi dengan semua stake holder lainnya untuk memutus mata rantai covid 19 ini. Jangan lupa juga agar kita selalu berdoa meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa” tuturnya lebih jauh.

Plt. Direktur Rumas Sakit Karitas Weetebula dr. Yohanes Niko mengucapkan terimah kasih yang tak terhingga atas bantuan dan dukungan Korps Brimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor SBD bagi rumah sakit Karitas. Dirinya mengapresiasi gerak cepat Polri dalam hal ini Korps Brimob yang sudah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum dan pelayanan publik lainnya di SBD.

Plt. Direktur Rumah Sakit Karitas, dr. Yohanes Niko

“Bantuan dari Brimob, dari Satgas, gabungan sangat luar biasa. Kerjasama yang sangat baik sekali bahwa kita semua disini di Sumba bisa saling bergandengan tangan, berkeluarga melawan tantangan dan bahaya dari virus corona ini” katanya.

Lebih lanjut dr. Yohanes mengatakan hal yang dihadapi saat ini bukanlah hal yang mudah, ini merupakan masa sulit dan Pemerintah sudah menetapkan ini sebagai bencana nasional. Sebagai stake holder seluruh penggiat masyarakat harus bisa mengedepankan prinsip untuk mendahulukan persaudaraan dalam menghadapi tantangan ini.

“Penyemprotan disinfektan ini merupakan langkah bagus untuk mewujudkan Sumba bebas dari covid 19. Rumah Sakit Karitas  tentunya akan terlibat juga dan akan siap untuk merawat pasien apabila ada yang terkena covid 19” ujar dr. Yohanes.

Dirinya juga menjelaskan sampai sejauh ini belum ada kasus di Rumah Sakit Karitas  baik Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun kasus  yang menyebabkan orang suspect corona. Plt. Direktur Karitas ini juga berharap hal ini akan terus berlanjut sampai seterusnya supaya Sumba bebas covid 19.

Ketika ditanyakan kesiapan Rumah Sakit Karitas yang bukan merupakan rumah sakit rujukan covid 19 oleh Pemerintah, dr. Yohanes mengatakan dalam rapat terbatas dengan Satgas Karitas sudah ditentukan sebagai rumah sakit darurat, mengingat RSUD Waikabubak yang merupakan rumah sakit rujukan berada di kabupaten Sumba Barat.

Baca Juga :   Sikapi Corona Virus Bupati Sumba Tengah Keluarkan Surat Edaran

“Namanya darurat berarti semua harus dipersiapkan dengan cepat, kalau ruangan kami memang sudah menyediakan, hanyak saja ruangan itu masih belum berstandar, masih membutuhkan bantuan tenaga yang dikordinasi dengan Dinas Kesehatan. Informasi yang kami dapat tadi pagi dari pak Kadis aka nada perawat yang ditugaskan dari Puskesmas maupun Rumah Sakit Reda Bolo untuk membantu di Karitas” uajrnya.

Memang diakuinya masih terbatas ruangan dan APD yang ada, tetapi sesuai dengan himbauan Bupati SBD, tidak ada rotan akarpun jadi, maka dengan segala keterbatasan Karitas mencoba mempersiapkan. Dirinya berharap dalam waktu satu, dua minggu ini ruangan tersebut bisa 100% teroperasional dengan baik, sehingga jika kemungkinan terjadi ada pasien corona diharapkan sudah siap.

“Karena diperkirakan puncak dari virus ini 2 atau 3 minggu mungkin 1 bulan karena kita terlambat, karena kita belum ada kasus merah atau mungkin tidak ada sama sekali, jika ada PIC kita harapkan kita sudah siap. Tapi sekarang ini kita masih menunggu beberapa kepastian dari pembenahan sehingga itu bisa tercapai ” pungkasnya.*****

Liputan: Octa Dapa Talu,-