KETUA KOMISI C MINTA PEMDA BANTU TENAGA KESEHATAN DI RS KARITAS

Tambolaka-SJ…… Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Heribertus Pemudadi, S.Sos minta Pemerintah SBD dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk memberikan bantuan tenaga perawat bagi Rumah Sakit Karitas Weetabula, untuk membantu menangani pasien COVID.

Hery Permudadi, S. Sos., saat mengikuti sidang paripurna di DPRD SBD

Demikian diungkapkan oleh Heri Pemudadi saat menanggapi adanya keluhan dari keluarga pasien COVID-19 dari Lete Konda Selatan yang menduga Karitas mengcovidkan pasien meninggal dunia di RS, ketika dihubungi melalaui telepon, Jumat (27/8/21).

Dirinya menjelaskan semua pasien yang masuk Rumah Sakit harus diperiksa COVID untuk memastikan pasiennya negatif atau positif, kalau negatif opname diruang yang nomal seperti biasa, kalau positif dirawat di ruangan yang sesuai dengan SOP dari Pemerintah sekaligus menangani penyakit bawaannya.

“Kasus di Lete Konda  kemarin kalau hasil pemeriksaannya positif, ya positif RS tidak mengcovidkan orang, kalau sesuai dengan keluhan keluarga korban, ya rumah sakit harus menyediakan tenaga perawat yang cukup sehingga tidak melibatkan keluarga” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi oleh RS Karitas masalah kurangnya tenaga perawat, agar berkoordinasi dengan Pemerintah untuk mendapatkan bantuan kesehatan dari Pemerintah.

“Koordinasi langsung dengan Kadis Kesehatan agar dibicarakan masalah tenaga, karena di Puskesmas banyak tenaga tetapi ruang terbatas, jadi pihak Karitas bisa menggunakan tenaga tersebut” tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga, Hery mengingatkan Pemerintah agar honor para tenaga kesehatan musti diperhatikan, agar dicairkan apabila belum, termasuk hak-hak bidan desa harus dipercepat, karena akan mengganggu kinerja tenaga kesehatan.

Dirinya juga berharap kejadian di Lete Konda tidak terulang lagi karena kurangnya pemahaman dari keluarga, RS Karitas juga harus berkoordinasi dengan Satgas COVID/SBD, sehingga Satgas bisa memberi edukasi yang baik bagi keluarga pasien COVID.

Baca Juga :   BINDA NTT dan DINKES Sumba Tengah Terus Lakukan Vaksinasi COVID-19

Tak lupa anggota DPRD asal Partai Golakr ini juga terus menghimbau masyarakat untuk patuh pada prokes, harus menghindari perkumpulan-perkumpulan, aktivitas kita dalam masa persiapan musim hujan sebaiknya lebih banyak kita berada di kebun.

Pemerintah juga harus menyiapkan bantuan-bantuan sosial, ada keluarga yang selama ini belum mendapat bantuan agar segera diberikanm sehingga maysrakat tidak harus keluar ke pasar dan lain sebagainya.

“Satgas harus kroscek seluruh Puskemas dan rumah sakit yang merawat pasien COVID di SBD untuk memastikan tersedianya oksigen, edukasi terus menerus pada pihak keluarga pasien COVID. Supaya keluarga keluarga memahami, bahwa selain ada penyakit bawaan yang bisa mematikan, tetapi kalau sudah terpapar COVID, ya harus dimakamkan secara protokol COVID” tegasnya.

Lebih lanjut Hery Pemudadi tekakan Satgas juga harus menyediakan vitamin bagi pasien dan keluarga yang melakukan isman. Bagi masyarakat yang sedang melakukan isman harus dikontrol setiap 3 hari sekali, sehingga orang tidak harus isman selama 14 hari.

“Kalau hari ke-4 orang sudah negatif ya sudah bisa keluar, sehingga orang tidak jenuh, kejenuhan inilah yang membuat orang tidak taat isolasi mandiri” pungkas anggota DPRD Dapil V SBD ini.. *** (Octa/002-21),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.