Kerjasama Lintas Sektor Diharapkan Mempercepat Pencapaian Target SPM di SBD

Suarajarmas.com – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyambut baik dan merasa bersyukur mendapatkan pendampingan Khusus tata kelola perencanaan kesehatan dari Universitas Udayana. Ucapan terimakasih ini disampaikan oleh Sekda SBD mewakili Bupati SBD kepada Prof. Ascobat Gani dan Tim Pendamping dari Universitas Udayana, Jumat (29/9/2023) di Hotel Sima Sumba Weerena Kabupaten SBD.

Dalam sambutannya sebelum secara resmi membuka kegiatan Rapat Lintas Sektor Dalam Upaya Percepatan Target SPM Kesehatan di SBD, Sekda SBD Fransiskus M. Adilalo, S.Sos., mengatakan konsep pendekatan multisektoral ini merupakan pendekatan penyelesaian masalah dengan melibatkan lima unsur (Pentahelix) pemangku kepentingan.

“Pentahelix merupakan konsep multi pihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa berkolaborasi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama” ungkap Adilalo.

Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, diatur tentang Pembagian Urusan Pemerintah, yaitu Absolut, Umum dan Konkuren. Dimana Pemerintah Daerah melaksanakan urusan konkuren , yang terdiri dari Urusan Wajib dan Pilihan. Terkait dengan Standar Pelayanan Minimal, masuk dalam urusan Wajib yang merupakan Pelayanan Dasar , antara lain : Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Trantimbum&Linmas, serta Sosial.

“Hari ini kita berkumpul disini, untuk mengurai solusi terhadap permasalahan kesehatan yang kita hadapi di SBD. Membenahi pelayanan dasar khususnya memberikan standar pada pelayanan minimal untuk masyarakat, yang tentunya tidak saja menjadi kewajiban sektor kesehatan, kolaborasi lintas sektor wajib .lingkungan, dinamika masyarakat, perkembangan teknologi yang pesat, serta persaingan ekonomi dan pembangunan pada skala regional, nasional maupun global” kata Adilalo menjelaskan.

Lebih lanjut Sekda SBD menuturkan, upaya memberikan pelayanan Optimal pada layanan kesehatan yang kesemuanya masuk dalam Siklus Hidup, mulai dari Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Bayi baru Lahir, Balita, Usia Sekolah lalu usia produktif sampai pada Usia Lanjut. Selain itu juga pencegahan penyakit seperti, TBC, HIV, termasuk didalamnya pencegahan penyakit degeneratif seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus, bahkan Perkembangan Psikis pun dipantau.

Baca Juga :   Pasar Waimangura Nasibmu Kini

“Cukup banyak dan kompleks, kesemuanya ini memerlukan pembiayaan yang cukup besar serta kerja secara bersama” ungkapnya.

Dirinya juga berharap ASN yang hadir dapat berpikiran terbuka, memiliki visi kedepan, integrative dan inovatif. Sehingga kerjasama lintas sektor ini mampu diintegrasikan secara terukur. Dengan demikian diharapkan penyelenggaraan pembangunan di tahun 2024 khususnya dibidang kesehatan akan lebih terarah, terukur dan akuntabel, serta mampu menjawab isu isu strategis kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat SBD.

Untuk diketahui setelah dilakukan workshop selama tiga kali dan pendampingan akan penyusunan rencana kerja (renja), maka diidentifikasi, salah satu permasalahan program kesehatan di SBD adalah percapaian SPM. Hasil evaluasi capaian SPM Dinas Kesehatan kabupaten SBD tahun 2021 menunjukkan bahwa capaian pelayanan kesehatan ibu hamil sebesar 50%; Pelayanan kesehatan Ibu bersalin 40%; pelayanan kesehatan bayi baru lahir 61%; pelayanan kesehatan balita 61%; Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar 63,5%; pelayanan kesehatan pada usia produktif 0,09%, pelayanan kesehatan pada usia lanjut 7,18%,  pelayanan kesehatan pendidikan hipertensi 32,7%; pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus (76%); pelayanan kesehatan oranng terduga tuberculosis 49%; pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia (HIV) 48,7%.

Hasil ini menunjukkan bahwa capaian SPM Puskesmas masih di bawah target yang di inginkan. Oleh karena ini diperlukan sebuah rapat koordinasi lintas sektor bertujuan untuk meningkatkan dukungan dari lintas sektor dan mitra Pembangunan pemerintah di SBD dalam pencapaian target SPM Dinkes kab SBD. *** (Octa/002-23).-