KEMENTERIAN KESEHATAN RI BERJANJI PERCEPAT PENYERAHAN RUMAH SAKIT PRATAMA NGGONGI SUMBA TIMUR

Jakarta-SJ……….. Wakil Bupati Sumba Timur,  David Melo Wadu ST bertemu langsung Sekertaris Dirjen Pelayanan Kesehatan di Kementrian Kesehatan, Ansar Jaya, Selasa (7/12/21) di Jakarta.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Melkianus Nara Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Sekertaris Dinas Kesahatan Kabupaten Sumba Timur dan Kabag Perencanaan Kabupaten Sumba Timur.

Dalam pertemuan di kantor Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan, Wakil Bupati Sumba Timur menyampaikan kondisi umum terkait bidang kesehatan di Sumba Timur,  dalam hal ini dari fasilitas dan kebutuhan puskesmas dan rumah sakit di kabupaten Sumba Timur yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya Sekertaris Dinas Kesehatan Sumba Timur menyampaikan bahwa ada kondisi dimana masih ada 19 puskesmas yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah atau yang lebih dikenal sebagai IPAL adalah sarana pengolahan air limbah agar tidak mencemari lingkungan, Puskesmas.

Selanjutnya ia juga menyampaikan terkait penyerahan aset Rumah Sakit Pratama Nggongi yang sejak dibangun dari tahun 2013 dan sampai saat ini,  belum diserahkan kepada Pemerintah Daerah dari Kementerian kesehatan RI, agar segera mendapat ijin operasional.

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur dari Komisi C,  Melkianus Nara menyampaikan hal yang sama juga m terkait IPAL dan Penyerahan Rumah Sakit Pratama Nggongi.

Merespon hal tersebut,  Sekertaris Dirjen Pelayanan Kesehatan,  Ansar menyampaikan pihaknya akan segera memproses terkait dengan penyerahan Rumah Sakit Pratama Nggongi.

Dan untuk peningkatan puskesmas akan dilakukan tahun depan. Perlu diketahui saat ini belum bisa dibangun Puskesmas atau Pustu ditingkatkan menjadi Puskesmas di tahun 2021,  karena Menteri masih fokus di prasarana kesehatan dan pelayanan puskesmas.

Baca Juga :   PASIEN COVID TERUS MENINGKAT, BUPATI SBD IMBAU WASPADAH

“Tahun depan bisa dilakukan apa bila melihat kondisi dimana masih ada kecamatan yang belum memiliki puskesmas”  papar Ansar.

Selanjutnya terkait IPAL pihak Kementerian meminta segara mengirimkan proposal agar segera diproses pada tahun depan. Ia juga menyampaikan bahwa perlu dilihat dengan cermat segala proses sehingga dapat diproses semua dengan cepat. Ia juga menginginkan agar pelayanan kesehatan di Sumba Timur dapat berkembang lagi lebih baik dari saat ini sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik.

“Terkait proses vaksinasi terus ditingkatkan 80% sampai 100%. Jika vaksinasi tahap satunya 60%,  maka tahap duanya 40%  idealnya dan harus terus ditingkatkan” pungkasnya. *** (Deni/007-21),-