PASIEN COVID MENINGGAL DUNIA KE-7 SBD DIMAKAMKAN SECARA PROTOKOL COVID

by -776 views

Tambolaka-SJ…………… Pasien COVID yang meninggal dunia ke-7 di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dimakamkan secara protokol COVID di Desa Kabali Dana Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten SBD Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/3/21).

Pasien dengan insial MDB meninggal di Rumah Sakit Karitas Weetabula, Jumat  (26/321). Hasil pemeriksaan swab Rumah Sakit Umum Umbu Rara Meha  tertanggal 26 Maret 2021 Waingapu dengan metode RT-PCR (TCM)  almarhumah dinyatakan positif dengan keterangan Material Genetik SARS CoV-2 terdekteksi dalam specimen.

Suami almarhumah dalam arahannya pada keluarga sebelum pemakaman secara protokol COVID mengucapkan  terima kasih pada seluruh keluarga, kerabat dan handai taulant yang terlibat dalam acara pemakaman. Dirinya juga mengucapkan terima kasih pada tim Satgas COVID/SBD yang akan melakukan pemakaman secara protokol COVID.

“Walaupun hari ini sudah dimakamkan, tetapi pemakaman secara budaya Sumba pada hari Selasa (30/3/21) nanti, jadi usai pemakaman ini agar para tamu undangan dan keluarga tidak langsung pulang tetapi kita masih bersama-sama hingga Selasa depan nanti” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan permohonan maaf apabila kemarin sempat terjadi salah paham antara keluarga dengan petugas Satgas dan petugas Rumah Sakit karena keluarga tidak menerima istrinya dinyatakan meninggal karena covid.

“Kami mohon maaf apabila ada tindakan yang dilakukan oleh keluarga kemarin di RS Karitas yang memaksakan kehendak tanpa mengriaukan anjuran protokol COVID. Mohon dukungan doa bagi kami keluarga untuk mendapat kekuatan dan dapat menerima kenyataan ini serta  dapat diresapi sebagai umat dan ciptaan Tuhan” harapnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Posko COVID/SBD, Jenga Mathias yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan terima kasih dari Satgas COVID kabupaten SBD atas adanya kerjasama yang baik dari pihak keluarga guna melakukan pemakaman secara protokol COVID.

Ketua pelaksana Posko COVID/SBD, Jenga Mathias saat menyampaikan arahannya sebelum pemakaman secara protkol COVID

“Atas nama Bupati SBD, Wakil Bupati SBD, Kapolres SBD, Dandim 1629/SBD, Kajari Waikabubak menngucapkan terima kasih yang bersedia bekerjasama dalam kita menghadapi duka ini dan dilakukan pengukuran secara protokol” ujarnya.

Mathias menjelaskan dirinya merasa benar-benar bersyukur dan berterima kasih karena kemarin ada perbedaan antara petugas dengan keluarga, namun karena adanya campur tangan Tuhan sehingga pada hari ini kita boleh melaksanakan pemakaman secara protokol COVID.

“Itulah luar biasa dengan adanya kehadiran Tuhan dimana saja hambanya memohon kepadanya, masalah bisa diselesaikan dengan baik” jelasnya.

Mathias juga menghimbau  agar keluarga dan masyarakat tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan karena penyakit ini tidak bisa dilihat dengan mata, dan masuknya melalui mulut, hidung dan mata, oleh karena itu maka kita diwajibkan untuk selalu menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau selalu menggunakan hand sanitizer serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Anggota DPRD SBD dapil III dari Partai Amanat Nasional (PAN),   Alfons Yamba Kodi  yang ditemui ditempat kedukaan mengatakan almarhumah MDB meninggal dunia dan dari proses pemeriksaan sampai hasil almarhumah dinyatakan positif corona.

Alfons menjelaskan sebelumnya almarhumah sudah sakit keras dan dirawat di Waikabubak, setelah keluar penyakitnya kambuh kembali 2 hari yang lalu (Kamis, 25/3/21). Setelah dirawat 2 hari almarhum kemudian meninggal dunia di RS Karitas Weetabula. Hasil pemeriksaan dari pihak medis bahwa almarhum positif COVID-19.

Lebih lanjut kata Alfons, dengan kondisi ini bagi keluarga sangat tidak menerima, namun kami bersama tim Satgas Kecamatan dan aparat keamanan  setelah memberikan pemahaman tadi malam, akhirnya keluarga bersedia melakukan pemakaman dengan protokol covid” tuturnya.

Anggota DPRD Dapil III, ALfons Yamba Kodi (kiri depan) saat mengikuti pemakaman

“Ini saja yang keluarga minta, agar RS memberi informasi yang pasti dan jelas, agar tidak adanya kesalah pahaman didalam keluarga alamarhum” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga dirinya mengimbau kepada keluarga dan masyarakat secara keseluruhan, bahwa penyakit COVID-19 adalah wabah yang sedang menyerang umat manusia di dunia saat ini, oleh karena itu masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan yaitu: selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas jika tidak terlalu penting dan mendesak.*** (Octa/002-21),-