K3S GELAR RAPAT KOORDINASI TINGKAT WEWEWA BARAT

by -204 views

Wewewa-SJ…… Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Wewewa Barat Selasa (21/07/20) yang lalu  bertempat di aula SD Katolik Kalaki Kambe menyelenggarakan rapat koordinasi. Hadir 35 Kepala Sekolah Dasat bersama dengan kedua Pengawas Wilaya Wewewa Barat.

Ketua K3S, Puspianus B.Bora, S.Pd dalam kata sambutannya  mengatakan bahwa di jaman modern ini, komunikasi semakin mempermudah dan lancar dengan adanya media online. Katanya lagi, kehadiran kita setiap bulan dan berpindah dari suatu tempat ketempat yang lain untuk saling sharing pengalaman memanage sebuah lembaga pendidikan yang kita geluti. Selain itu, kita mendapat informasi penting menyangkut administrasi kepegawaian, administrasi kelas, administrasi perangkat Pembelajaran yang berdasarkan kurikulum yang setiap masa dan waktu selalu berubah. Dengan demikian kita semakin kaya dalam memajukan pendidikan di tempat kita masing-masing.

Ketua K3S Puspianus B. Bora, S.Pd (kiri) saat memberikan arahannya

“Oleh sebap itu sebaiknya kita sebagai leader wajib untuk mengikutinya. Dan kedepan kita akan bahas bersama dan lebih focus tentang tugas kita sebagai kepala sekola” tuturnya saat itu.

Pada tempat yang sama pengawas Wilaya Kecamatan Wewewa Barat Daniel Bulu Lende, S.Pd mengatakan bahwa dimasa pandemi Covid-19 ini sekolah melakukan pendampingan siswa dengan skala terbatas. Walaupun guru menyiapkan perangkat pembelajaran secara lengkap dan rapih, dari kalender pendidikan sampai dengan penilaian dan dalam inplementasinya tidak efisien dan efektif, dengan menggunakan system BDS dalam kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Ada sekolah yang KBMnya setiap hari perjenjang, misalnya: Hari Senin kelas I, Selasa Kelas II, Rabu Kelas III, Kamis Kelas IV, Jumat Kelas V Sabtu Kelas VI, dan ada yang system silang. Bagi sekolah yang jumlahnya sedikit seperti SDM Kalembu Komi – Desa Bondobogila-Kecamatan Loura, karena jumlah siswa sedikit ( Kelas I s.d. VI ) 38 orang, jelas KBM berjalan normal” ungkapnya.

Lebih lanjut Daniel menjelaskan dengan demikian menyebabkan kurikulum yang ditergetkan untuk satu Tahun pelajaran 2020/2021 tidak mencapai 100%. Dalam mengelolah sekola harus berdasarkan delapan Standar. Dalam pendampingan siwa tetap mentaati protocol Kesehatan. Sekolah harus menanamkan sikap disiplin dalam menejerial dan dalam akademik serta menciptakan suasana kerja sama dengan semua elemen yang berkipra di lembaga tersebut. Selain itu, dalam pendampingi siswa di masa pandemi Covid-19, guru harus menggunaka model, metode yang bervariasi dan yang sesuai dengan materi yang diajarkan, dan itu semua untuk menghantar siswa agar lebih memahami tentang unsur kognitif, efektif dan psikomotor. Awal agustus Pengawas wilaya akan mengadakan supervise, baik supervise administrasi perangkat pembelajaran dan supervise kelas.

Dipantau oleh media ini suasana aula menjadi heboh dengan adanya pengaduan dan pemecahan masalah yang terjadi di masing-masing sekolah. Adapun masalah yang terjadi bervariasi seperti: penempatan guru kontrak daerah, dan kontrak dana BOS belum tertib. Penempatan PNS belum merata. Masih ada gugus yang belum menggelarkan KKG. Pelayanan Pemerintah belum merata dalam hal sarana dan prasaran sekolah (Gedung Sekolah ), pengamanan kompleks sekolah, tanah SDN Poto Katilu di Desa Reda Pada-kecamatan Wewewa Barat- Kabupaten Sumba Barat Daya dikomplein oleh masyarakat, bahwakan masyarakat sudah mendirikan rumah di atas tanah kompleks sekolah.

Petrus Moa, S.Ag, kepala Sekolah Dasar Negeri Kandelu Kutura

Forum bersepakat dan mengusulkan kepada Komite, Pemerintah Desa, kecamatan, kabupaten, terutama dari pihak keamanan untuk menanggapi masalah yang terjadi di sekolah tersebut.

Kepada media Kepala Sekolah Dasar Negeri Kandelu Kutura, Petrus Moa, S.Ag mengatakan bahwa keberhasilan program peningkatan mutu pendidikan di sekolah, perlu didukung dengan kemampuan kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah harus dapat mengelola sekolah agar berkembang maju dari waktu ke waktu.  Segenap potensi yang ada harus didayagunakan seoptimal mungkin, sehingga dapat memberi dukungan terhadap upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. Dalam kaitan ini, para guru perlu digerakkan secara efektif, dan hubungan baik antara mereka dibina agar tercipta suasana yang positif, menggairahkan dan produktif.

Demikian pula penataan fisik dan administrasi atau ketatalaksanaan, perlu dibina secara terus menerus agar menjadi lingkungan pendidikan yang mampu menumbuhkan kreativitas, disiplin dan semangat belajar yang tinggi bagi siswa. Ini semua mempersyaratkan perlunya penguasaan kemampuan kepemimpinan oleh kepala sekolah.

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai usaha kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Fungsi kepala sekolah sangat penting dalam memanage sebuah lembaga pendidikan membantu guru-guru memahami, memilih dan merumuskan tujuan pendidikan yang akan dicapai; menggerakan guru-guru, karyawan, siswa dan anggota masyarakat untuk mensukseskan program-program pendidikan di sekolah; menciptakan sekolah sebagai suatu lingkungan kerja yang harmonis, sehat, dinamis, dan nyaman, sehingga segenap anggota dapat bekerja dengan penuh produktivitas dan memperoleh kepuasan yang tinggi.

Sebagai leader yang dipercayakan untuk memanage sebuah lembaga pendidikan harus melibatkan tokoh masyarakat, Pemerintah, dan sesering mungkin bekerja sama dengan sesama kepala sekolah. Kenyataan terjadi, Forum Kepala sekolah se-wilayah kecamatan Wewewa Barat sudah terbentuk, dengan kepengurusanya rapih dan program kerjanya jelas. Salah satu program kerja yang selalu terjadi yakni, setiap bulan forum tersebut selalu  menggelar Rapat Koordinasi. *** (Dial),-