Waikabubak-SJ……….. Insiden pengrusakan fasilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur dilakukan oleh keluarga pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena COVID-19, Sabtu ( 17/4/21). Fasilitas rumah sakit yang rusak adalah kaca pintu ruang isolasi COVID-19.

Kapolres Sumba Barat AKBP F X Irwan Arianto, S.I.K,M.H saat ditemui media ini Senin,(19/4/21) mengatakan itu dikarenakan adanya mis komunikasi antara keluarga korban dan pihak RSUD Waikabubak. Pihak keluarga pasien tidak menerima karena sejak awal masuk pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu tidak digantikan pakaiannya sampai meninggal dunia pada Sabtu (17/04/2021) diruang isolasi COVID-19 sehigga pihak keluarga marah dan merusak fasilitas kaca pintu hingga pecah.
Direktur RSUD Waikabubak dr. Paviliando Saragi menyatakan bahwa terkait pengrusakan ruang isolasi COVID-19 di RSUD Waikabubak beberapa hari yang lalu sudah langsung ditangani oleh gerak cepat Satgas COVID-19 Sumba Barat.
“Kami seluruh civitas RSUD Waikabubak menyampaikan kepada keluarga rasa turut berduka cita. Kaca-kaca yang pecah sementara kami tutup dengan plastik kardus sambil menunggu perbaikan permanen” ujar Paviliando.
Dirinya menjelaskan hal itu terjadi dikarenakan banyaknya masyarakat yang belum mengerti tentang keberadaan COVID-19, padahal selama perawatan dokter selalu memberi edukasi informasi kepada keluarga pasien, namun yang melakukan pengrusakan adalah keluarga yang belum memahami secara benar tentang apa yang dialami oleh pasien selama perawatan sehingga mereka melakukan tindakan yang sangat disayangkan. Dan saat kejadian kebanyakan mereka yang datang mempertanyakan tentang COVID dan setelah dimediasi oleh tim satgas keluarga baru bisa menerima. Jadi lebih kearah kurangnya komunukasi yang intens keluarga kepada keluarga besar.
“Semoga kedepan edukasi yang baik dari seluruh elemen masyarakat dapat menekan laju peningkatan COVID di Sumba Barat, sesuai arahan pak Kapolres selaku wakil ketua Satgas COVID mengatakan dengan kebersamaan dari seluruh stakeholder yang ada, kita bisa menangani COVID-19 di Sumba Barat” jelasnya. *** (Yunia/004-21).-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
