IJAZAH DITAHAN, BEGINI KATA KETUA YAYASAN MARLILU STKIP BETUN

Malaka-SJ…….. Terjadi mis komunikasi antara ketua Yayasan Marlilu, Maria Gaudensiana Bria dan Frans Bau akibat kekeliruan administrasi uang regis yang menjadi penghambat pengambilan ijazah oleh mahasiswa STKIP wisudawan-wisudawati angkatan kedua Tahun 2017 di Kabupaten Malaka, Nusa tenggara Timur (NTT).

Ditengah perdebatan itu Maria menyampaikan, lunasnya pembayaran registrasi keuangan sebagai salah satu persyaratan mutlak penyerahan ijazah oleh pihak kampus, kepada mahasiswa wisudawan-wisudawati STKIP yang saat ini ijazahnya masih ditahan oleh pihak kampus Universitas Nusa Cendana Kupang, kerena tunggakan uang regis mahasiswa yang belum dilunaskan secara keseluruhan.

Dipantau oleh suara jarmas.com Sabtu, (20/06/20) mantan ketua bidang administrasi umum dan keuangan, Frans Bau menjelaskan urusan administrasi “uang regis” mahasiswa sudah dilunaskan dan diserahkan kepada bendahara (Almarhum) Marianus.

“Pada saat pembayaran regis tidak ada kwitansi,  karena semua bukti pembayaran dicatat dalam buku harian Alm. Bendahara kampus” ungkapnya.

Ketua Yayasan Marlilu, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (STKIP) Sinar Pancasila Betun menyampaikan berhubungan dengan penyerahan ijazah hari ini, ada beberapa mahasiwa yang masih punya  tunggakan uang regis, sehingga dari pihak kampus tidak bisa serahkan ijazah karena masih ada tunggakan administrasi keuangan.

Tambah Maria, sesuai statuta yang berlaku,  mahasiswa diwajibkan untuk melunaskan keuangan regis untuk diserahkan ke Universita Nusa Cendana Kupang.

“Kita bukan perseorangan beraveliasi dengan Undana Kupang,  namun ini soal yayasan, oleh karena itu sesuai perjanjian yang telah kita sepakti segala sesuatu yang berusan dengan keuangan harus di lunasi” tandasnya.

Sementara itu  Maria secara lisan menyampaikan bahwa ada rumor yang beredar soal STKIP akan di tutup,  saya tegaskan dan menghimbau kepada seluruh Masyarakat NTT umumnya dan masyarakat Malaka khususnya, bahwa semua itu tidak benar, saat ini STKIP Sinar Pancasila Betun perdana telah melahirkan tiga puluh sarjana-sarjana kompoten pada Sabtu (14/03/20) pekan lalu.

Baca Juga :   Wisuda Gabungan SMA & SMK lingkup YATUTIM bagian Wewewa dan Loura Kota

“STKIP Berdiri sejak tahun 2013, terdapat empat program studi, satu diantaranya adalah Program Studi Sejarah yang sudah terakreditasi dan harapan kedepannya adalah STKIP Sinar Pancasila Betun tetap hidup dan eksis di daerah Malaka tercinta ini” ungkapnya.

Sehubungan dimulainya tahun ajaran baru, Ketua Yayasan Marlilu, STKIP Sinar Pancasila Betun, pihak kampus sudah siap untuk menerima calon mahasiswa sebanyak-banyaknya dari berbagai daerah untuk dididik dan dibinah menjadi generasi penerus bangsa yang beradab. *** (Viki),-

Paling Dicari: