HONOR PASKIBRA SBD TAHUN 2018 BELUM DIBAYAR

Tambolaka-SJ……………… Siang hari yang cukup terik disaat pegawai Pemda Sumba Barat Daya (SBD) pada umumnya sedang melakukan aktivitasnya di kantor Puspem Kadula Tambolaka dikagetkan dengan adanya serombongan siswa-siswi SLTA yang mendatangi kantor Dispora SBD pada Kamis, 20 September 2018 kemarin.

Rombongan siswa-siswi ini adalah Paskibraka HUT Kemerdekaan RI tahun 2018 yang ingin menanyakan kejelasan honor mereka yang belum dibayar oleh Pemda SBD. Sayangnya kedatangan mereka kantor Dispora tidak bisa menemui kepala dinas maupun bendahara karena sedang tidak berada di tempat.

Margareta Feby Ayu Antika angkatan 2018 dari SMA Manda Elu Waitabula kepada awak media mengatakan kedatangan dirinya bersama teman-temannya karena sudah 1 (satu) bulan lebih kompensasi atau honor mereka sebagai Paskibra belum juga didapat, padahal jika dibandingkan dengan tahun lalu, setelah apel penurunan bendera langsung diterima oleh pasukan pengibar bendera tersebut.

“Kami kesini untuk menanyakan hak kami, karena kami sudah memenuhi kewajiban mengumpulkan fotocopy raport untuk membuat rekening, semua sudah dikumpulkan kami tunggu sampai sekarang sudah satu bulan lebih, belum juga ada realisasinya” ungkapnya.

Feby menjelaskan setelah tiba dikantor Dispora tidak ketemu kadis Pendidikan Olahraga karena sedang berada di Jogjakarta untuk mengurus teman-temannya  yang mengikuti O2SN olimpiade di Jogjakarta. Sehingga bersama-sama teman-temannya lanngsung menuju kantor bupati untuk menanyakan langsung perihal tersebut.

Di kantor Bupati rombongan Paskibara ini ditemui oleh Asisiten III Bupati SBD untuk mendengarkan semua keluhan mereka.  Asisten III langsung menelpon kepala dinas untuk menanyakan kepastian pembayaran honor mereka dan hasil komunikasi via ditelpon rombongan dijanjikan akan segera dibayarkan pada Senin, 24 September mendatang.

Hal senada juga diungkapkan oleh  Antonius Lede Bili dari SMA N 1 Wewewa Selatan yang merasa sudah dipermainkan oleh dinas. Sebelum ibu Ida dari Dispora yang mengurus mereka berjanji akan membereskan semua keuangan mereka pada hari Rabu 19 September, tetapi kenyataannya belum juga ada realisasinya.

Baca Juga :   Gadget & Proses Pembelajaran Peserta Didik

“Pihak Dispora sepertinya mempermainkan kami, ibu Ida yang selama ini mengurus kami, akhir-akhir ini susah dihubungi dan terkesan seperti menghindar dari kami, sehingga kami akhirnya bersepakat untuk menanyakan pada instruktur kami Pak Lukas dari Koramil dan beliau meminta kami datang langsung menanyakan ke dinas” tuturnya penu emosi.

Lebih lanjut Anton merasa heran karena kenapa ada perbedaan dengan Paskibra di kabupaten Sumba Barat yang setelah upacara penurunan bendera langsung diserahkan oleh Pemda kepada seluruh Paskibra, sedangkan di SBD mereka disuruh membuka rekening dulu dan mengumpulkan fotocopy Raport.

“Di Sumba Barat setiap orang Paskibra mendapat honor sebesar Rp. 2.500.000,- sedangkan di SBD hanya Rp. 1.950.000,- dan pembayarannyapun melalui rekening yang hingga sekarang ini belum juga dibayar” katanya.

Media tidak mendapat konfirmasi dari kantor Dispora karena setelah didatangi sudah tidak ada pegawai lagi di kantor. Dan Assisten III yang berusaha dihubungi media usai rombongan siswa bubar, juga sudah tidak berada di tempat, menurut stafnya bapak sudah pulang. (OC$),-