Gubernur NTT Tanam dan Panen Perdana Cabai di Desa Kabali Dana

Wewewa-SJ…………. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat tanam dan panen perdana cabai bersama  kelompok tani Moda Awa dan Nuri Kalebu di Desa Kabali Dana Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi NTT, Jumat (21/10/2022).

Gubernur NTT didampingi oleh Staf khusus Gubernur NTT, Pius Rengka, SH, M.Sc., Staf Ahli Gubernur NTT, dr. Messerasi P. Ataupah, Kadis Pertanian Provinsi NTT, Lecki F. Koly, STP., Kadis PMD Provinsi NTT, Victorius Manek, S.Sos, M.Si., Kadis Pendidikan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd., Kabiro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Jusuf Leri Rupidara, M.Si., Kabiro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Q. Parera, SE., dan Direktur Utama Bank NTT, Alexander Riwu Kaho.

Turut serta mendampingi Gubernur NTT, Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Sekda Kabupaten SBD, Fransiskus M. Adilalo, S.Sos., Camat Wewewa Barat, Antonius Kette, Danramil 1629-01 Laratama, Kapolsek Wewewa Barat, direktur PT Bumi Indah, Melkianus Lubalu, anggota kelompok tani, para penyuluh pertanian kecamatan Wewewa Barat, dan seluruh tamu undangan lainnya.

Luas lahan yang ditanami bibit cabai pada kelompok tani Moda Awa seluas 20 are, sedangkan luas lahan yang dilangsungkan panen cabai pada kelompok tani Niri Kalebu seluas 5 are dan kelompok ini merupakan salah satu kelompok yang bermitra dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera yang memberikan bimbingan dan pembinaan serta memberikan bibit cabai yang sudah dipanen hari ini.

Gubernur NTT meminta para anggota kelompok tani untuk tetap memiliki komitmen yang besar dalam merawat tanaman cabai dengan cara menyirami dengan benar, memberinya pupuk, dan membersihkannya. Sehingga ketika dipanen hasilnya banyak, supaya menghindari kekurangan cabai di pasar dan menghindari terjadinya inflasi.

Baca Juga :   Panen Perdana Padi Varietas Nutrizinc (Zn) di Desa Tema Tana SBD

“Jadi semua kelompok harus kerja yang rajin, kerjasama dengan baik untuk memperoleh hasil panen yang berlimpah. Karena kebutuhan cabai sangat meningkat dan bahkan banyak yang membutuhkan cabai, namun sedikit saja orang yang menanamnya,” ujarnya.

Gubernur NTT juga mengatakan bahwa aktivitas petani dalam mengembangkan pengolahan lahan cabai sangat membantu pemerintah untuk menghindari terjadinya inflasi. Dan dengan banyaknya kelompok tani yang menanam cabai, maka kebutuhan cabai di pasar dapat terpenuhi.

“Jadi ketika masyarakat sudah menanam cabai itu sudah sangat membantu pemerintah untuk menghindari terjadinya inflasi. Sehingga kebutuhan pasar pun akan terpenuhi, baik pasar harian meupun juga pasar mingguan,” tuturnya.

Sementara itu, ketua Kelompok Tani Moda Awa dan juga ketua Kelompok Tani Niri Kalebu sama-sama menyampaikan masing-masing satu permohonan untuk memberikan sumur bor oleh kelompok tani Moda Awa karena pada saat musim kemarau mereka kesulitan air sedangkan kelompok tani Niri Kalebu, meminta hentraktor karena pada saat mengolah kedua lahan ini merupakan swadaya dari anggota kelompok tani untuk menyewa hentraktor.

Ketua kelompok tani Niri Kalebu, Agustinus Bili Tanggu sangat berterima kasih kepada Gubernur NTT bersama rombongan dan juga berterima kasih kepada Bupati SBD yang mengikuti kegiatan penanaman dan panen perdana cabai di Desa Kabali Dana khususnya pada kelompok tani Niri Kalebu dan juga pada kelompok tani Moda Awa.

“Terimaksih pak Gubernur bersama rombongan dan juga Bupati SBD yang sudah berkunjung di kelompok kami, kami mohon agar bisa perhatikan setiap kebutuhan kami sebagai petani,” ungkapnya. *** (Isto/005-22),-