Empat Pilar Literasi Bantu Tingkatkan Pemahaman Masyarakat di Ruang Digital

Waingapu-SJ….. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia  sedang melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholders untuk memberikan literasi digital di 514 Kabupaten/Kota. Literasi digital mampu mengatasi masalah yang timbul karena tidak memahami apa itu ruang digital dan bagaimana beraktivitas di ruang ini sehingga tidak terjebak pada pemanfaatan teknologi yang salah. Empat pilar literasi dapat membantu tingkatkan pemahaman masyarakat di ruang digital untuk mendukung transformasi digital.

Ibob Tarigan, Majelis Lucu Indonesia

Dekimian disampiakan aktor Majelis Lucu Indonesia,  Ibob Tarigan pada Acara Literasi Digital yang berlangsung di Gedung Umbu Hapu Mbay, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/7/2022).

Ibob menjelaskan,   sosial media mampu membawa kita pada kehidupan yang lebih luas dan mengenal Indonesia secara utuh dengan potensi kekayaan alam yang luar biasa. Ibob juga menjelaskan bahwa dirinya adalah pegiat media sosial yang berperan sebagai actor komedian dalam suatu laga hiburan  Majelis Lucu Indonesia.

“Terbukti sampai hari ini saya keliling Indonesia karena menjadi pegiat media sosial, kegiatan rutinitas saya membuat konten youtube dan live di Instagram berbagi ilmu dan pengalaman serta menghibur masyarakat melaui konten tersebut. Kunci utama bermedia social berpedoman pada kecermatan dan etika bermedia social, membawa perdamaian dan tidak memperkeruh suasana” jelasnya.

Teguh Surya Bidang Literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Lebih lanjut Ibob menjelaskan bahwa ada empat pilar literasi yang penting untuk mengenalkan dan memnambah pemahaman mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yaitu digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety dengan memahami empat pilar ini dapat membantu meningkatkan SDM masyarakat di ruang digital.

Baca Juga :   Pemdes Kateri Tidak Transparan, Pospera Lakukan Klarifikasi

Hal yang sama di sampaikan oleh Teguh Surya Bidang Literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tujuan Kominfo menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital di Sumba Timur untuk meningkatkan SDM di bidang literasi digtal dan dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan baik.

“Sasaran utama  kominfo menyelenggarakan kegiatan Literasi digital secara khusus lebih di perioritaskan pada Daerah Kawasan Pariwisata, Desa Perioritas Nasional dengan Daerah Terdepan Terpencil dan Tertinggal”, ujarnya.

Sumba Timur tergolong Daerah Terdepan Terpencil dan Tertinggal merupakan daerah pertama yang memjadi sasaran Kominfo untuk menyelenggarakan pekan literasi digital agar masyarakat Sumba Timur bisa memanfaatkan media social dengan bijak tidak hanya menjadi hiburan semata tapi bisa digunakan untuk berwira usaha.

“Media social tidak hanya menjadi hiburan, tapi bisa digunakan untuk berwira usaha,   membuat konten youtube dengan harapan membangun Sumba Timur mengembangkan Ekowisata dan meningkatkan Promosi wisata melalui media sosial supaya lebih kenal di lintas  nasional maupun skala internasional bahwa di ujung Timur Indonesia terdapat pulau yang cantik dengan pesona keindahan alamnya yang luar biasa,”  pungkasnya. *** (Denis/006-22).-