DINAS KETAHAN PANGAN SBD TEMUKAN PESTISIDA PADA SAYUR, BUAH DAN TOMAT

Tambolaka-SJ …………… Waspada bahan Pestisida dan Formalin karena kedua bahan ini merupakan zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama dan pengawet makanan yang memiliki kandungan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, yang mengakibatkan kerusakan saraf, iritasi kulit dan mata, hingga kanker.

Dalam rangka untuk melindungi konsumen, Dinas Katahanan pangan Sumba Barat Daya (SBD) melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di sejumlah tempat diantaranya Pasar Kori Kecamatan Kodi Utara, Rabu 13/11/2019 dan Pasar Radamata Kecamatan Kota Tambolaka, Kamis 14/11/2019.
Seperti yang diungkapkan oleh Luixner J.G Salu, SIP Kabid Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan SBD bahwa kegiatan sidak ini dilakukan setiap tahun saat menjelang Lebaran dan Natal untuk memantau dan melihat secara langsung kondisi jenis sayur mayur, buah buahan dan ikan yang diperdagangkan mengandung bahan pestisida dan formalin atau tidak.

Luixner J. G. Salu,S.IP Kabid Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan SBD (kedua dari kanan)

Tim Inpeksi mendatangi lokasi pasar tradisional dan kelompok tani lokal sebagai penyuplai utama sayur sayuran, buah-buahan dan Ikan yang dikuatirkan akan mengandung zat kimia berbahaya, seperti formalin dan Pestisida.
“Tim yang terjun untuk sidak ini memiliki peran masing-masing. Jadi ada tim yang memeriksa sayur dan buah dan juga ada Tim memeriksa Ikan,” ujar Yakoba Lende, STIP, Kasie Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Sumba Barat Daya.

Pengecekan kandungan pestisida dan formalin dilakukan langsung ditempat oleh masing masing tim dan hasilnya langsung dapat diketahui.
“Setelah melakukan sidak beberapa pedagang di 2 tempat yaitu pasar Kori dan Radamata, tim tidak menemukan Formalin pada ikan, namun hasil mencengangkan terdapat kandungan pestisida pada sayur dan buah (apel) serta Tomat, baik itu yang didatangkan dari luar Sumba maupun dari petani lokal,” ungkap Yakoba Lende, STIP walaupun ada beberapa cara yang dilakukan oleh pedagang agar dagangannya awet tidak mudah rusak.

Baca Juga :   LKP WIJAYA KUSUMA, WHO DAN DINKES SBD GELAR PERTEMUAN KOORDINASI FILARIASIS

Salah satu pedagang yang ditemui media mengatakan untuk pengawetan seperti sayur dan buah kami masih mengandalkan kulkas freezer untuk mengawetkan.
“Untuk Tomat kami taburkan kanji sebagai bahan pengawet” ungkap Guntur pemilik Kios ICHA buah yang juga salah satu kios yang dijadikan sampel.

Setelah ditemukannya sayur, buah-buahan dan Tomat mengandung Pestisida, tim langsung memberikan teguran tegas agar tidak lagi menjual yang mengandung pestisida.
“Dengan ditemukannya sayur, buah dan Tomat yang mengandung Pestisida, saat ini kami hanya tegur tapi berikutnya kami akan tindak tegas dengan mengambil semua barang dagangan yang mengandung bahan kimia pestisida dan formalin,” tegas Luixner J.G Salu, SIP.

Kasie Keamanan Pangan SBD, Yakoba Lende, STIP

Yakoba Lende juga menghimbau agar pedagang tidak lagi menjual sayur-sayuran yang sudah layu dan buah yang sudah tidak terlihat baik.
Luixnwe juga berharap dengan adanya sidak yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan memberikan pengetahuan dan pemahaman baik kepada konsumen maupun penjual akan bahaya kandungan zat kimia Pestisidan dan Formalin,”tutup Luixner J.G Salu, SIP.*

Penulis: Abdul Haris,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.