DIHARAPKAN PERAN TOKOH AGAMA UNTUK MENEKAN PENYEBARAN COVID-19 DI SBD

by -365 views

Tambolaka-SJ……. Meningkatnya pasien positif covid-19 di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) covid-19/SBD. Berdasarkan hasil pemeriksaan Swab pada Laboratorium Biologi Molekuler, Instalasi Patologi Klinik RSUD Prof Dr. W. Z. Johannes Kupang, SBD  kembali memperoleh tambahan 8 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Wilayah Kecamatan Kota Tambolaka 6 orang dan dari Wilayah Kecamatan Wewewa Barat sebanyak 2 orang.

Aipda Hengky Bili saat mengkitu Rapat Darurat di Posko Covid SBD

Guna meningkatkan upaya-upaya preventif dan menyamakan persepsi Satgas Covid-19/SBD dengan pihak Rumah Sakit Karitas dan RSUD Pratama Reda Bolo, ketua posko Covid-19 yang juga adalah wakil ketua III Satgas Covid-19/SBD, Mathias Jenga, A.Md.Kep menyelenggarakan Rapat Darurat di posko Galatama Rabu (25/11/20).

Hadir dalam Rapat Darurat tersebut direktur RS Karitas bersama dokter ahli penyakit dalam, direktur RSUD Pratama Reda Bolo bersama dokter yang menangani pasien covid-19, TNI/Polri, Pol PP, Dinas Kominfo, BPBD dan Dinas Kesehatan SBD.

Dalam kesempatan tersebut dr. Elfrida Marpaung bersama Mathias Jenga yang memimpin jalannya pertemuan menegaskan peningkatan jumlah kasus positif covid di SBD menjadi perhatian bersama, oleh karena itu dalam Rapat Darurat dilakukan sharing dan diskusi untuk menentukan langkah-langkah yang efektif guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di SBD.

Untuk diketahui berdasarkan masukan-masukan dari tim lapangan Satgas Covid-19, kesadaran masyarakat dalam memakai masker masih sangat rendah apabila bepergian dan kesadaran dalam menjaga jarak di tempat-tempat umum masih sangat rendah. Masyarakat cenderung beranggapan bahwa virus corona tidak ada di SBD, virus corona adalah buatan manusia, dokter-dokter di RS cenderung mengcovidkan orang yang sedang dirawat, padahal tidak terpapar covid-19.

Ketua pelaksana Posko Covid, Mathias Jenga (tengah) saat meminpin Rapat Darurat di posko Galatama

Melihat situasi yang dihadapi saat ini, dalam Rapat Darurat tersebut disepakti untuk menginformasikan pada Bupati SBD, Kapolres SBD dan Dandim 1629/SBD untuk mencari solusi yang tepat guna menghindari adanya kumpul-kumpul warga masyarakat dalam jumlah banyak, hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah positif covid-19 adalah transmisi lokal.

Mewakili Kapolres SBD Bripka Hengky Bili mengatakan sesuai dengan Maklumat Kapolri sebenarnya sudah ada perintah untuk membatasi ijin keramaian, sehingga tidak adanya kelompok masyarakat yang berkumpul dalam jumlah banyak untuk menghindari penyebaran virus corona.

“Ijin keramaian saat ini sudah harus lewat Polres SBD sesuai petunjuk dari Mabes Polri.  Jika ada informasi dari Tim Satgas mengenai akan adanya kerumunan massa dalam jumlah besar, kami akan sampaikan ke pimpinan (Kapolres)” ungkap Hengky.

Lebih jauh Hengky juga menuturkan acara-acara syukuran, ibadah selama ini masyarakat SBD selalu mengajukan permohonan ijin keramaian di Polres SBD. Dan Kapolres SBD memerintahkan untuk memonitor/memantau sekaligus menjaga keamanannya.

“Tapi dengan situasi saat ini dimana meningkatnya positif covid-19 di SBD, mungkin akan ada ketegasan lebih lanjut dari pimpinan untuk menghindari keramaian tersebut. Kami juga selalu  bekerjasama dengan Brimob dan Kodim 1629/SBD untuk memantau dan manjaga keamanan tersebut” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa Kapolres sudah memerintahkan untuk melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh agama agar perayaan nikah, sambut baru dihindari dulu saat ini. Khusus untuk rencana pelaksanaan Ssmbut Baru di Gereja Katedral Weetebula karena sudah terjadwal, maka kemungkinan kami tidak akan membubarkan, tetapi pihaknya berharap untuk benar-benar mematuhi anjuran protokol kesehatan.

Pengambilan swab pada masyarakat kontak positif covid-19

“Tokoh-tokoh agama seperti Pendeta GKS Mata, SVD, Sekretrais MUI SBD sangat kooperatif, sehingga kita harapkan bersama tidak perlu adanya peningkatan positif covid-19 lagi di SBD” pungkasnya. *** (002/SJ/20),-