Cegah Covid-19, Masyarakat Harus Patuh Diam Di Rumah

Polres SBD, Kodim 1629/SBD dan Satbrimob Polda NTT KI 4 Yon SBD, siaga atasi covid-19

Tambolaka-SJ……. Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bekerja siang malam untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan virus corona yang sedang melanda Indonesia bahkan dunia saat ini, Dinas Kesehatan, BNPB, DPMD mendapat dukungan penuh TNI/Polri yang ada di SBD.

Posko Satgas Covid-19 SBD selain posko utama juga berdiri tenda Polres SBD, BNPD dan Satbrimob Polda NTT KI 4 Yon A SBD untuk mendampingi dan ikut terlibat penuh penanggulangan covid-19. Memang tugas Satgas Covid-19 akan berbeda dengan kabupaten lain seperti Sumba Barat dan Sumba Tengah mengingat SBD adalah pintu masuk Pulau Sumba dari arah barat.

Danki Brimob Yon A SBD, Iptu Jony Marthin dan Kasat Binmas Polres SBD Iptu Justinus Randjamay (duduk menghadap kamera)

Di kabuoaten SBD ada Bandar Udara Tambolaka yang setiap hari ada 2-3 penerbangan via Tambolaka baik dari Denpasar maupun Kupang-Ende. Selain itu juga adanya kapal motor dari Bima yang yang lewat Kodi, Katewel dan Menanga Aba. Wabah virus corona menyebabkan menurunnya wisatawan yang masuk ke SBD, tetapi tanpa disadari arus mudik yang terus meningkat dari hari ke hari yang menuju SBD, Sumba Barat dan Sumba Tengah.  

Salah satu penumpang arus mudik yang enggan disebut namanya mengatakan dirinya memutuskan pulang karena sudah di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja, sehingga tidak ada pilihan lain baginya selain kembali ke Sumba.

Penumpang lain mahasiswa asal Jawa Timur mengatakan wabah virus corona ini membuat kampusnya libur, sehingga dirinya kembali ke Sumba. Dirinya tahu ada himbauan dari Pemda NTT agar tidak kembali ke NTT dulu, tetapi yang masalah bagi dirinya bahwa teman-teman kosnya sudah mudik semua, selain itu yang punya kos meminta mereka kembali dulu mengingat wabah virus corona sudah cukup tinggi di daerah Pulau Jawa.

Baca Juga :   BPJS Waingapu Ajak Media Awasi Program JKN-KIS Untuk Menjamin Layanan Kesahatan Rakyat

Dengan mendapat bimbingan dan edukasi dari tim satgas covid-19, mereka akan mematuhinya dan akan melakukan karantina mandiri setelah 14 hari. Mereka tahu dampaknya untuk keluarga mereka di kampung.

Anggota tim kesehatan drg. Margaretha H. Selan, MM  mengatakan puncak kasus covid-19 di Sumba akan bisa dilihat di bulan Mei mendatang. Dirinya berharap masyarakat benar-benar mematuhi social distancing (jarak sosial) dan physical distancing (jarak fisik).

“Kita berharap  setelah dikarantina sehari di RSUD Pratama Reda Bolo, masyarakat benar-benar mematuhi untuk melajutkan dengan karantina mandiri di rumahnya nanti, karena ada informasi yang kami dengar di beberapa wilayah mereka bebas saja berkeliaran, bertemu keluarga dan lain sebagainya” ungkapnya.

Kasat Binmas Polres SBD, Iptu Justinus Randjamay di Bandara Tambolaka

Kata Margertha  agar tim satgas yang ada di tingkat kecamatan maupun desa benar-benar mengamati hal ini, dan peran serta pemerintah desa sangat penting disini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasat Binmas Polres SBD, Iptu Justinus Randjamay bahwa kesadaran masyarakat sangat penting disini, karena tim satgas tidak mungkin mengawasinya setiap hari. Tim satgas tingkat kabupaten sudah mendata semua masyarakat yang mudik ke Sumba, dan dilanjutkan dengan tim satgas kecamatan maupun desa.

“Ditingkat desa Babinkamtibmas bersama Babinsa, Puskesmas dan Kecamatan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Kita melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat benar-benar memahami” tuturnya.

Lanjut Iptu Justinus harus dimaklumi bahwa personil Babinkamtibmas Polres SBD masih kurang, sehingga masih kekurangan tenaga untuk masuk desa setiap hari. Dengan adanya dukungan penuh dari Babinsa Kodim 1629/SBD serta petugas kecamatan dan puskesmas cukup membantu meringankan.

“Kesadaran masyarakat dan pemerintah desa sangat diharapkan disini, sesuai maklumat Kapolri kita minta masyarakat untuk stay at home sampai kita bebas dari covid-19 ini. Budaya Sumba saling cium agar dihindari dulu karena kita tidak tahu ada yang sudah terindikasi covid-19 tetapi tidak bergejala, jaga kebersihan dan rajin cuci tangan dengan sabun” pungkasnya. *****

Baca Juga :   AWAL DESEMBER, POSITIF COVID-19 SBD TERUS MENINGKAT TAJAM

Liputan: Octa Dapa Talu,-

Leave a Reply

Your email address will not be published.