Tambolaka-SJ………………. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke -55, Gerai Sehat Dompet Dhuafa Tambolaka bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah RSU Waikabubak gelar donor darah di Weetabula-Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Selasa, (12/11/19).  Ummi K. Muhammad, S.Km pimpinan Dompet Dhuafa yang dihubungi media di sela-sela kegiatan mengatakan kegiatan donor darah merupakan donor darah perdana yang disponsori oleh Gerai

Tambolaka-SJ………………. Sukses dan lancarnya kegiatan PRPrG di GKS Mata Tambolaka Sumba Barat Daya (SBD) apabila adanya kesiapan panitia penyelenggara yang baik, kesiapan dan sarana prasarana yang memadai dan yang lebih terpenting lagi sehatnya penyelenggara maupun peserta yang mengikuti kegiatan dari tanggal 2-5 Nobvember. Untuk mewujudkan itu Panitia Penyelenggara dengan dukungan dari Pemda SBD lebih khusus Dinas Kesehatan SBD siaga selama

Tambolaka-SJ………………… Di Indonesia bagian timur, seperti wilayah Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, manfaat daun kelor dijadikan sayuran, dijual dalam bentuk untingan-untingan sebagaimana sayuran hijau pada umumnya. Banyak sekali dijajakan di pasar karena memang laris dan jadi bahan makanan pokok sehari-hari. Demikian diungkapkan oleh Roberta Kartini, S.Km dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT saat membawakan materinya dalam kegiatan

Tambolaka-SJ …………… Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) bekerja sama dengan Kemenkes RI menyelenggarakan  program pencegahan stunting melalui pelaksanaan program Germas dalam pencegahan stunting di Sumba Nusa Tenggara Timur. Adapun wilayah intervensi PGI untuk lokus stunting adalah Sumba Barat Daya (SBD), Sumba Barat dan Sumba Timur dengan melibatkan Gereja Kristen Sumba (GKS) dan Gereja Bethel Indonesia (GBI).  Kegiatan yang diselenggarakan di

Rara-SJ ……………… Bertempat di Puskesmas Werilolo Rara Mata Kecamatan Wewewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD); Jumad (23/08/19) Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi (DPC Persagi) SBD menggelar bakti sosial percepatan penurunan stunting.  Desa Werilolo merupakan salah satu desa fokus stunting di SBD. Jumlah kasus stunting di Weri Lolo 23 orang yang terdiri atas bayi pendek 11 orang dan jumlah bayi