Bupati Sumba Barat Kunjungi Korban Kebakaran

Waikabubak – SJ………..Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole bersama wakil Bupati Marthen Ngailu Toni, SP  serta Pimpinan OPD Kabupaten Sumba Barat meninjau lokasi serta mengunjungi korban kebakaran Rumah di Kampung Bodomaroto, Desa Kalimbu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak Sumba Barat, Selasa (11/09/2018).

Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, SP saat bincang-bincang dengan masyarakat korban kebakaran

Dalam Kesempatan tersebut Bupati Niga mengatakan turut prihatin dan berduka cita atas musibah kebakaran tersebut. Bupati juga berharap agar masyarakat tidak saling menuding dan menyalahkan satu dengan lainnya dan melihat ini sebagai musibah yang harus diterima dengan sabar  dan senantiasa memohon bimbingan Tuhan.

“Kepada keluargaku yang mengalami musibah agar tetap sabar dan tabah serahkan semua pada Tuhan yang maha kuasa agar kita sekalian selalu diberikan kekuatan, kesabaran serta ketabahan” ungkap Bupati Niga.

Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole saat memberi arahan pada masyarakat Bondo Maroto korban bencana kebakaran

Selain itu Bupati Niga juga mengharapkan Kepala Desa Kalimbu Kuni agar segera mendata segala kerugian yang di alami korban bencana kebakaran, sehingga Pemerintah Daerah dapat segera menyalurkan bantuannya.

“Saya minta agar Kepala Desa untuk mendata kerugian material para korban sehingga kami selaku Pemerintah Daerah bisa sesegera mungkin untuk memberikan bantuan dengan cepat dan tepat pada sasaran melalui posko pelayanan kesehatan dan dapur umum yang saat ini sudah tersedia, dan ini merupakan tindakan awal dan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah dalam membantu para korban” lanjutnya.

Seperti deketahui sebelumnya kampung adat  yang merupakan tempat dilaksanakanya ritual adat oleh kepercayaan marapu pada waktu Wula Podu ( Bulan Suci) ludes terbakar  pada Senin (10/09/2018) pukul 24.30 wita (setengah satu malam) dan mengahanguskan sedikitnya 15 rumah adat dari 16 rumah adat yang ada.

Baca Juga :   MENUJU NTT BERSIH DARI MAFIOSI KORUPSI

Dalam sekejap 15 rumah adat yang beratap alang-alang tersebut ludes dilalap si jago merah. dan hanya menyisahkan satu buah rumah yang kebetulan beratapkan seng. Itupun mengalami rusak berat karena sebagian terbakar pula.

Puing-puing sisa kebarakan di kampung Bodo Maroto

Seperti diceritakan warga Kampung Bondo Maroto, Desa Kelembu Kuni, Donisius L. Leba bahwa peristiwa kebakaran tersebut tiba-tiba saja terjadi dan berlangsung cepat menyambar rumah sekeliling akibat tiupan angin kencang. Menurut Doni, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 24.30 wita dan berlangsung begitu cepat sehingga pemilik rumah hanya berupaya lari menyelamatkan diri tanpa berpikir panjang untuk menyelamatkan isi dalam rumah.

Pantauan media dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (JNL),-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.