BADAN PENGURUS PGRI KODI BANGEDO DILANTIK

Kodi-SJ………… Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur, Bernardus Bulu SH., melantik badan pengurus PGRI cabang Kodi Bangedo masa bhakti 2021-2026 di ruang pertemuan Sekolah Lanjut Tingkat Pertama Negeri 1 Kodi Bangedo, Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten  SBDNusa Tenggara Timur, Jumat (4/6/21).

Hadir dalam pelantikan tersebut, pengurus inti PGRI tingkat kabupaten, Dra. Yohanna Lingo Lango, M.Si, Asterius Bili Bora, S.Pd., penasihat Hendrikus Adolf, A.Md., sekretaris Umum, Lusia Lelu Gaina, S.Ag., bendahara PGRI dan  21 pengurus PGRI cabang Kodi Bangedo Kabupaten SBD.

Dalam arahannya,  Bernardus Bulu  mengatakan, PGRI merupakan wadah perkumpulan guru dan tenaga kependidikan untuk bekerja sama dalam mencerdaskan putra-putri bangsa. Kehadiran PGRI diharapkan mampu memberikan bantuan pada tenaga pendidik dalam memperdalam kembali profesinya, mengedukasi dan mengadvokasi guru yang terlibat persoalan, meningkatkan kesejahteraan  serta membangun solidaritas antar guru.

Dirinya  mendorong para guru di Kecamatan Kodi Bangedo supaya profesional dalam bidang tugasnya masing-masing. Membantu Pemerintah sebagai partner dalam menekan angka buta huruf, menuntaskan siswa-siswi yang belum tahu baca, tulis dan berhitung (Calistung), itulah potret pendidikan yang perlu diperbaiki ke depan.

“Agar anak-anak kita dapat bersaing di dunia kerja sehingga mampu hidup mandiri dalam menata masa depanya” ungkap ketua PGRI.

Lebih lanjut Bernard menegaskan PGRI harus menjadi corong terdepan menginformasikan pada pencari kerja di SBD untuk bersaing menjadi ASN melalui jalur PPPK dan CPNS tahun 2021. Hal ini untuk menjawab persoalan tenaga kerja di kabupaten ini, yang dikategori penganggur terbuka mencapai 8.000-an orang.

Sementara itu ketua PGRI cabang Kodi Bangedo, Matheus Wungo, S.Pd, dalam sambutannya mengapresiasi pengurus PGRI tingkat kabupaten yang telah meluangkan waktu melantik pengurus PGRI Kodi Bangedo.

Mateus mengharapkan kerjasama dan sinergisitas terus terbangun antara pengurus kabupaten dan pengurus kecamatan. Petunjuk dan bimbingan pengurus kabupaten menjadi vitamin bagi pengurus di tingkat kecamatan.

Baca Juga :   UNITRI MALANG BANGUN KESEPAKATAN DENGAN PEMDA NGADA

Lebih lanjut Mateus mengatakan salah satu tujuan wadah PGRI adalah memperjuangkan nasib para guru dengan akal sehat melaui forum dialog agar para guru bisa nyaman dalam melaksanakan tugas dan untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Sementara itu penasehat Hendrikus Adolf. A.Md mengimbau supaya setiap tanggal 25 dalam bulan seluruh guru wajib menggunakan seragam PGRI untuk mengungkapkan kembali Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ditegaskan juga bahwa lagu Himne Guru pada bait terakhir, lirik lagu  tanpa tanda jasa telah dirubah menjadi lirik pembangun insan  cendikia berdasarkan surat edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007. Perubahan ini telah mendapat ijin dari komponisnya, karena lirik lagu tanpa tanda jasa terkesan merendahkan harkat dan martabat guru dan mengurangi pentingnya profesi guru. Dengan lirik pembangun insan cendikia profesi guru terangkat dan mulia.

“Tidak semua guru adalah orang hebat, tetapi semua orang hebat karena guru” pungkasnya. *** (Piet/021/21),-

error: Content is protected !!
https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor