Tambolaka-SJ…… Pasien COVID-19 kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ke-4 meninggal dunia di RS Karitas Weetabula SBD Nusa Tenggara Timur, Minggu (7/3/21). Pasien TEM 76 tahun berasal dari kelurahan Langgar Lero Kecamatan Kota Tambolaka SBD mempunyai riwayat penyakit batuk, demam, sesak sejak tanggal 28 Pebruari 2021, masuk Rumah Sakit Karitas Waitabula tanggal 01 Maret 2021.

Setelah dirawat di rumah sakit, pada 1 Maret 2021 tersebut pasien melakukan pemeriksaan Rapid Antigen dan hasil negatif, rontgen Pnemonia Bilateral. Pengambilan swab dilkukan pada tanggal 3 Maret 2021 dan dikirim ke Laboratorium TCM RSU Umbu Rara Meha Waingapu. Pada 06 Maret 2021 hasil pemeriksaan Swab diperoleh dan dinyatakan positif.
Ketua Pelaksana Posko COVID-19, Mathias Jenga yang ditemui media di posko Galatama Tambolaka mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan secara protap COVID.

Lebih lanjut Mathias menjelaskan Tim Pemulasaran jenazah terdiri atas TNI/Polri, Pol PP, Dinas Kesehatan dan Kominfo SBD langsung menuju ke rumah sakit Karitas untuk mengurus jenazah dan melakukan persiapan pengebumian di rumah duka.
“Jenazah akan dikubur di rumah duka dengan protap kesehatan. Berdasarkan permintaan keluarga untuk dimakamkan di rumahnya, kita penuhi dengan syarat harus memenuhi anjuran protokol covid” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sertu Dewa G. Boy Suarman dari Kodim 1629/SBD. Dirinya menuturkan pemakaman secara jenazah positif COVID, ini merupakan Protap COVID.
“Hal ini dilakukan oleh satgas bertujuan baik untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19” jelasnya.
Dewa berharap adanya dukungan dan kerjasama dari masyarakat khususnya keluarga korban untuk mendukung satgas COVID SBD yang dipimpin oleh Bupati SBD, Dandim 1629/SBD, Kapolres SBD, Kajari Waikabubak dan Wakil Bupati SBD.

“Mari kita patuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak serta selalu menjaga imunitas atau daya tahan tubuh” tutupnya.
Ditempat terpisah Kasat Intel Polres SBD, Ipda Frumensius G. Dinong yang juga terlihat turun memantau langsung proses pemakaman secara protokol COVID, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya satgas melakukan tugasnya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona di SBD.
“Tadi saya mendapat informasi dari anggota bahwa ada pasien COVID yang meninggal dunia, dan sempat ada kesalah pahaman antara keluarga dan pihak rumah sakit, tapi syukurlah setelah tim satgas tiba semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan” jelasnya.

Dirinya berharap agar ada kesadaran bersama antara semua pihak untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran COVID yang hingga saat ini masih melanda dunia. Wabah COVID adalah musuh bersama umat manusia, COVID bukanlah musuh yang bisa kita lihat dengan mata telanjang, tetapi tidak kelihatan tetapi bisa menyerang siapa saja.
“Mari kita lawan bersama COVID-19 dengan mematuhi anjuran protokol kesehatan, jangan kita anggap remeh dengan virus ini karena bisa merenggut siapa saja termasuk diri kita dan orang-orang yang kita cintai.

Pantauan media, proses pemakaman sempat tertunda 1 jam lebih karena adanya kesalah pahaman antar keluarga, tetapi berkat pemberian pemahaman dari drg. Margaretha Selan, Ketua Posko Mathias Jenga, Ipda I Putu Budiasa dan anggota satgas lainnya permasalahan dapat diselesaiakan secara kekeluargaan.
Jenazah almarhum TEM dikebumikan pada pukul 18.40 Wita berkat adanya dukungan keluarga dalam menyiapkan lahan kubur. Pemakaman juga disertai dengan misa yang diikuti oleh keluarga dan tim satgas yangbertugas. Proses pemakaman juga dipantau langsung oleh Wadanyon C Pelopor Brimobda NTT-SBD, AKP. Agustinus Silvester. *** (002/SJ/21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
