
Tambolaka-SJ………. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Weetebula kembali melaksanakan kegiatan yudisium program Sarjana Tahun Akademik 2019/2020. Kegiatan yudisium mahasiswa dilaksanakan di Aula STKIP Weetebula Jln. Mananga Aba, Desa Karuni Kecamatan Loura kabupaten SBD provinsi Nusa Tenggara Timur. Yudisium program Sarjana dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020 ini merupakan yudisium ke-Empat.
Pelaksanaan yudisium program Sarjana diawali melalui pembacaan SK Yudisium oleh Wakil Ketua III Rm. Kanisius Kami, M. Pd. Pelaksanaan kegiatan yudisium program Sarjana STKIP Weetebula diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari 4 (Empat) Program Studi yakni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Pendidikan Matematika, dan Program Studi Pendidikan Fisika. Jumlah mahasiswa peserta yudisium STKIP Weetebula, Prodi PGSD 20 orang, Prodi PBI 13 orang, Prodi Matematika 20 orang dan Prodi Fisika 4 orang berdasarkan SK yudisium nomor: 0193/SK/STKIP-WTB/VIII/2020. STKIP Weetebula memiliki 6 (Enam) Program Studi sehingga masih ada 2 (Dua) Program Studi yang belum mempunyai lulusan karena merupakan program studi baru yakni Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik dan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam.

Hadir dalam kegiatan yudisium Sarjana, para pimpinan STKIP Weetebula, Kaprodi dan Sekretaris Prodi, dosen dan staf. Dalam sambutannya Ketua STKIP Wilhelmus Yape Kii, M. Phil., M.A. mengharapkan agar seluruh mahasiswa yang ikut yudisium tidak berpuas diri dengan apa yang dicapai saat ini. Selain itu, diharapkan lulusan STKIP Weetebula jangan hanya menjadi pencari kerja, tapi diharapkan akan menjadi penyedia lapangan kerja. Peserta yudisium diharapkan mempunyai andil yang kuat untuk membangun masyarakat di tingkat lokal, regional, dan nasional demi membangun generasi Indonesia yang cerdas dan unggul.
Banyak tantangan yang dihadapi dan mahasiswa tetap berhasil melewati berbagai persoalan yang dihadapi. Ada tiga hal yang disampaikan dalam acara yudisium program Sarjana. Pertama . Yudisium menjadi langkah awal sebagai seorang calon pendidik menyandang gelar akademik dan membutuhkan tanggung jawab. Kedua, Gelar akademik bukan untuk kepentingan mencari kerja tapi sebagai modal untuk berperan aktif dalam masyarakat. Ketiga. Saat ini tidak mudah mencari pekerjaan terlebih selama masa Covid 19.
“Coba dan coba terus serta manfaatkan waktu untuk menambah keterampilan. Belajar bahasa Inggris, perdalam kemampuan menguasai komputer dan cari beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya. Jangan berdiam diri dan menunggu nasib” ungkap Ketua STKIP.

Lebih lanjut Ketua STKIP mengharapkan agar para wisudawan mempersiapkan diri dan yang paling penting harus didukung dengan doa. Sebelum menutup sambutannya Ketua STKIP menyampaikan ucapan terima kasih kepada pendiri STKIP Weetebula, seluruh pimpinan prodi, seluruh dosen dan staf yang terlibat dalam proses pendidikan para sarjana.
Pantauan Suara Jarmas, pelaksanaan kegiatan yudisium Sarjana didasarkan pada panduan pelaksanaan yudisium STKIP Weetebula selama masa covid-19 dan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak).
Lulusan terbaik dari masing-masing program studi dengan IPK tertinggi atas nama Matilda Diana Delti dengan IPK 3,64 dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Yunita Laka Marawali dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK 3,76, Sesilia Irmaya Bulu Program Studi Pendidikan Matematika dengan IPK 3,86 dan Elesta Jumiati Dangga dengan IPK 3,03.

Wakil Ketua II Bidang SDM dan Keuangan STKIP Weetebula, Khristo Palli Ngongo, M. Pd., yang ditemui media disela-sela acara yudisium mengharapkan agar seluruh peserta yudisium menjaga nama baik almamater dan nama besar STKIP Weetebula.
Khristo menekankan ada dua hal penting yang menjadi pesan yakni mahasiswa harus mempunyai prestasi dan relasi. Sebagai seorang sarjana harus terus meningkatkan prestasi dari waktu ke waktu. Agar prestasi dapat ditingkatkan maka para calon pendidik terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan-keterampilan (berkomunikasi dan penguasaan teknologi). Terutama keterampilan yang dapat menunjang profesi mereka sebagai seorang guru.
“Boleh pintar secara akademik tapi mereka juga harus mampu mentransfer kemampuan yang dimiliki kepada orang lain. Dengan demikian dapat melahirkan perubahan-perubahan di masayarakat. Proficiat untuk mahasiswa yang diyudisium hari ini. Selamat dan sukses para calon wisudawan/wisudawati” tutup Khristo. **** (Yanto),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
