​AKSI KEAGAMAAN SMA ST. THOMAS AQUINAS

 Tambolaka-SJ.- Selain sebagai SMA rujukan SMA Swasta St. Thomas Aquinas juga mengembangkan program keunggula  sesuai dengan potensi SDM sekolah dan kebutuhan masyarakat. Program yang dimaksud berupa Sistem Kredit Semester, kewirausahaan, muatan lokal, penguatan pendidikan karakter, pendalaman minat, penumbuhan pekerti, sekolah aman dan program lain yang menjadi kebijakan kementrian pendidikan dan kebudayaan.

Fr. M. Kanisius, BHK, Kiri bersama guru dan siswa SMA St. Thomas Aquinas
Fr. M. Kanisius, BHK, Kiri bersama guru dan siswa SMA St. Thomas Aquinas

Selasa, 5 September  2017 pukul 07.02 Wita tampak siswa-siswa SMA Thomas didampingi guru-guru dan kepala sekolah melakukan persiapan untuk kunjungan ke Masjid Al Falah jl. Paris  Weetebula – Tambolaka Sumba Barat Daya (SBD) dan Panti Asuhan Yayasan Brayat Pinuja Mekar Sumba Tambolaka. 

Fr. M. Kanisius, BHK kepada media Jarmas mengatakan tujuan kegiatan untuk memfasilitasi peserta didik SMA St. Thomas agar dapat melihat, mendengar dan melakukan aksi kegiatan keagamaan. 

“Kami berharap siswa dapat melihat, mendengar dan melakukan kegiatan keagamaan serta menyerap nilai-nilai keagamaan, sehingga siswa dalam mengambil pelajaran positif untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari” ungkapnya. 

Lebih lanjut Fr. Kanis menjelaskan kunjungan ke Masjid Agung Al-Falah ini untuk mengantarkan siswa-siswi menjadi iman bagi teman-temannya di sekolah, rumah maupun masyarakat dengan mengambil tema menghormati, menghargai dan toleransi antar agama.

Demikian juga halnya dengan kunjungan ke panti asuhan Yayasan Brayat Pinuji Mekar Sumba Tambolaka, Fr. Kanis menjelaskan tujuannya agar siswa dapat melihat dan merasakan langsung segala aktivitas yang dilaksanakan panti asuhan, sehingga dapat mengambil pengalaman dan pelajaran untuk diimplementasikan kedepannya. 

“Kunjungan ke panti asuhan ini untuk mengantar peserta didiknya peka terhadap kebutuhan orang lain dan lingkungan sekitarnya” tuturnya lebih lanjut. 

Siswa SMA St. Thomas Printi Angelina Ndapatondo kelas XI IPA 3 mengatakan kegiatan ini bagus, karena SMA Thomas yang merupakan sekolah Katolik tetapi kita dibimbing untuk bisa berbaur dengan agama lain.

Baca Juga :   Bahtera Dorong Tata Kelola & Akuntabilitas Yang Baik Disektor Pendidikan

Hal senada juga diungkapkan Ayu Munandar Alam kelas XII IPA 4 mengatakan kegiatan ini bagus karena menumbuhkan toleransi umat beragama, jadi bisa membangun  rasa persaudaraan antar sekolah Muslim dan sekolah Kristen. 

“Harapan agar antar umat beragama di SBD menjadi lebaih baik, karena akhir-akhir ini banyak isu yang mengganggu hubungan yang sudah harmonis ini” katanya. 

H. Syamsi Pua Golo, ketua Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Islam SBD, yang menerima siswa siswi SMA ST. Thomas di masjid AL Falah ketika dihubungi media mengatakan kegiatan ini adalah satu hal yang positif, kita ingin menunjukan pada Indonesia juga kepada dunia lain bahwa SBD adalah daerah yang aman, rukun terutama menyangkut toleransi antar umat beragama. 

H. Syamsi Pua Golo saat memberikan ceramah
H. Syamsi Pua Golo saat memberikan ceramah

“Saya sangat salut dengan kedatangan saudara-saudara saya dari SMA Thomas dan ini bukan yang pertama kali tetapi sudah sering kita lakukan,  beberapa tahun yang lalu di seminari Sinar Buana, oleh karenanya kegiatan semacam ini harus sering kita pupuk dan tindak lanjuti”tuturnya pada SJ. 

Lebih lanjut H. Syamsi juga menghimbau agar hal sebaliknya bisa dibuat juga oleh sekolah-sekolah Islam yang ada di SBD perlu melakukan kunjungan balik, untuk lebih memahami bagaimana karakter, sifat dari pada keluarga yang beragama lain. 

“Kalau kita sudah pahami berarti terjadi peningkatan toleransi yang sangat baik, dan yang kedua bila perlu Pemda melalui Dinas PPO  menjadi sponsor utama dalam menjalin kerukunan umat beragama, kerukunan umat beragama ini jangan dipaksakan pada tokoh agama saja  tetapi juga melalui tokoh pendidikan termasuk Pemda harus terlibat” pungkasnya. (OC$),-