
Waibakul-SJ………. Wakil Bupati Sumba Tengah Ir. Daniel Landa dengan resmi membuka Pertemuan Rembuk Stunting dan Sosialisasi Peraturan Bupati Tentang Percepatan Penanggulangan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Sumba Tengah pada Selasa (30/06/2020) di Aula Kantor Bappelitbanggada Sumba Tengah Makatul.
Ketua Panitia dr. Oktovianus Deky yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan bahwa jumlah angka stunting di Kabupaten Sumba Tengah adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi asupan dalam waktu lama serta terjadinya infeksi, faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh, pola makan dan pola hidup bersih yang tidak memadai terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
Ditahun 2019 Kabupaten Sumba Tengah memperluas jangkauan pengukuran bagi seluruh balita di 65 desa dan terdapat 1.409 anak balita stunting dari 7.225 balita yang diukur dan ditimbang dengan kategori sangat pendek 588 balita, pendek 788 balita atau sekitar 19,5%.

“Ditahun 2020 melalui Operasi Timbang Bulan Februari 2020 dari 7428 anak balita diukur terdapat 1.109 anak balita stunting dengan kategori sangat pendek dan pendek yang tersebar di 65 desa,”ungkap Oktovianus.
Sementara itu Wakil Bupati Sumba Tengah Ir.Daniel Landa meminta seluruh kepala desa dan bidan berperan aktif dalam memerangi stunting.
“Saya berharap agar seluruh bidan yang ada, terus memberikan pemahaman terhadap para ibu mulai dari proses kehamilan, bagaimana tentang asupan gizi sehingga anak anak kita lahir dengan sehat” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini peran para bidan sudah sangat dirasakan untuk membantu Pemerintah dalam menekan angka stunting di daerah ini.
Untuk itu, Wakil Bupati Sumba Tengah Ir. Daniel Landa berharap para tenaga bidan yang ada untuk secara terus menerus dapat berkontribusi nyata, agar kedepan Kabupaten Sumba Tengah dapat terus menurunkan angka stunting di bawah target nasional.
“Saat ini Sumba Tengah berada di angka 19,5% untuk stunting dan terendah di Kalteng, namun jangan berpatokan pada angka saja, tetapi upaya nyata terus menerus harus kita lakukan agar terus menurun” pungkasnya. **** (Yunia),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
