Sumba Perlu Perhatian Serius

Waikabubak-SJ…………..Infastruktur harus menjadi prioritas, pendidikan dan jalan penghubung kabupaten serta perhubungan laut di dua dermaga di Sumba Barat dan Sumba Tengah yang belum difungsikan segera difungsikan demikian disampaikan Dominikus Bulu Dapa, A.Md Calon Anggota DPRD pronvinsi Dapil Sumba dari Partai Gerindra yang diwawancarai oleh SJ di waikabubak Kamis (01/11/18).

Dirinya melihat masih sarana pembangunan yang belum dikerjakan penyebaran dana-dana Provinsi untuk mendukung pembangunan di Sumba itu betul-betul tersebar sesuai peruntukan demi kemajuan rakyat. Yang perlu diperjuangkan infastruktur sarana dan prasarana seperti jalan. Terlebih jalan propinsi di Sumba Barat yang menjadi perhatian serius. Banyak jalan propinsi yang rusak parah seperti jalan Gullu Kei sampai Mamboro (jalan penghubung Sumba tengah dan Sumba Barat), dan juga jalan Katewel sampai Tana Righu (jalan  penghubung Kab. Sumba  Barat Daya dan Sumba Barat) serta jalan penghubung Sumba Tengah dan Sumba Timur.

Lebih spesifik  Domi Dapa mengatakan sektor-sektor yang perlu dikembangkan di Sumba adalah bidang pendidikan, pariwisata, transportasi dan sarana perhubungan seperti Dermaga Bina Natu dan Deramaga Kapulit Sumba Tengah.

Domi Dapa bersama wartawan Suara Jarmas

“Sampai dengan saat ini belum difungsikan, mungkin perkajaan yang terburu-buru dan tidak tepat sasaran. Dermaga ada namun kapal tidak bisa sandar ini yang menjadi perhatian serius sehingga kedua dermaga ini bisa difungsikan untuk mengekspor hasil pertanian masyarakat ke luar dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat. Ini merupakan program yang gagal dari pemerintah untul transportasi laut” ungkap Domi pada media SJ.

Selain pembangunan  infrastruktur dengan dana provinsi tersebut di atas Domi Dapa juga menyoroti penggunaan dana desa, bahwa pengelolaan ADD harus sesuai aturan. Dana ADD jangan cuman digunakan untuk pembangunan transportasi, kalau bisa dialokasikan untuk pendidikan dan SDM.

Baca Juga :   Kader Muda SBD Bangga Ikut Rakorda MPO DPD Parta Golkar NTT

“Pendidikan bersaing kemudian SDM bersaing,  orang desa bisa kita andalkan. Sekarang ini rata-rata  kepala desa yang hanya tamatan SMP ataupun SMA dan juga sekretaris desa. Jika dana ADD bisa dianggarkan untuk bidang pendidikan dan dianggarkan untuk beasiswa kuliah akan sangat membantu orang tua yang kurang mampu dan pada akhirnya desa bisa menciptakan sarjana” ujarnya lebih lanjut.

Dirinya juga menjelaskan kalau seandainya 5 juta per semester maka kita anggarkan 10 orang jadi 50 juta untuk ADD untuk 1 tahun anggaran. Kalau 2 sementer bearti 100 juta.

“Saya pikir ini bagus untuk mendorong dan meningkatkan pendidikan SDM dan membantu orang yang kurang mampu” katanya.

Dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2019 ini khususnya pemilu legislaltif, Caleg DPRD I dari Partai Gerindra ini berpesan agar masyarakat harus sangat jeli menentukan pilihan pada pemimpin maupun anggota legislaltif yang betul-betul mampu menyuarakan aspirasi mereka.

“Saya Salah satu kompotitor, seandainya saya diberi kepercayaan maka segala aspek yang menjadi keluhan, menjadi keinginan mereka akan  kita perjuangkan” ujarnya menutupi perbincangannya dengan media SJ.  (Emil Buga),-

Leave a Reply

Your email address will not be published.