SMA St. Thomas Bangun Kemitraan dengan JF Course

Tambolaka-SJ….. Dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan pendidikan bahsa Inggris, SMA Swasta St. Thomas Aquinas bangun kemitraan dengan lembaga kursus Bahasa Inggris JF Course, bertempat di kantor SMAS St. Thomas Aquinas, Senin (13/6/2022) pagi dilakukan penandatanganan kemitraan bersama JF Course.

Supervisior JF Course,  Kanisius Dedo mengatakan kemitraan ini dibangun untuk menunjang peningkatan prestasi akademik siswa-siswi SMA Thomas, walaupun secara akademik SMA Thomas merupakan sekolah sudah memiliki akreditasi yang bagus dengan predikat A.

“Dengan adanya kerja sama ini dapat menaikan lagi rating prestasi siswa, sehingga kedepan dengan adanya siswa yang berprestasi akan mampu bersaing untuk melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi ternama” ungkapnya.

Kanisius berharap, kemitraan ini dapat menjadi contoh bagi siswa lainnya, untuk mengikuti kursus secara mandiri karena akan memberikan dampak yang besar sesuai dengan perkembangan zaman saat ini, dimana bahasa Inggris sudah sangat diperlukan.

Saat ini ada 11 orang anak yang diakomodir oleh SMA Thomas dari kelas 10 dan 11 yang menjadi siswa perdana mengikuti kursus bahasa Inggris di JF Course yang dilakukan di luar jam pelajaran sekolah. Diharapkan ke-11 orang siswa ini akan menjadi siswa percontohan sehingga orang tua murid dari siswa lainnya tergerak untuk melibatkan putra putrinya mengikuti kursus bahasa Inggris yang diselenggarakan secara ekstrakurikuler di SMA Thomas.

Kepala Sekolah SMAS ST. Thomas Aquinas, Fr. M. Marselinus Blolong, BHK., kepada media ini menjelaskan pada awal tahun 2000an, SMA Thomas sudah membuka program bahasa, tetapi karena satu dan lain hal,  beberapa tahun kemudian program bahasa ditutup, sehingga mempengaruhi kompetensi atau kemampuan siswa di bidang bahasa kurang berkembang.

“Walaupun program bahasa sempat ditutup ternyata kemampuan berbahasa Inggris anak-anak cukup bagus, dengan adanya kemitraan bersama JF Course ini, kami berharap kemampuan berbahasa Inggris anak-anak bisa berkembang secara maksimal” ungkapnya.

Baca Juga :   Ujian Nasional SMA/sederajat Berjalan Dengan Baik

Fr. Marselinus menjelaskan dengan adanya kemitraan bersama JF Course agar pengetahuan bahasa Inggris siswa yang didapatkan melalui pendidikan formal melalui JF Course  bisa dipadukan dengan ketrampilan berbahasa Inggrisnya, sehingga ketika mereka berkompetisi dalam lomba-lomba yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun swasta, para siswa dapat menguasai bahasa Inggris khususnya ketrampilan berkomunikasi.

“Dalam lomba bahasa Inggris yang ada, selalu mencakup pidato bahasa Inggris, debat bahasa Inggris, public speaking dan tellin story. Kita mau supaya anak-anak ini benar-benar memiliki pengetahuan bahasa Inggris yang maksimal dan ketrampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris” tutur kepala sekolah SMA Thomas ini.

Hal lain yang penting adalah untuk menyiapkan siswa memasuki jenjang pendidikan tinggi di univeristas (PT) dan saat memasuki dunia kerja. Di era globalisasi saat ini kemampuan berbahasa Inggris sudah merupakan hal yang mutlak harus dipahami/dikuasai.

Kepala Sekolah SMAS St. Thomas Aquuinas, Fr. M. Marselinus Blolong, BHK

“Bahasa Inggris saat ini sudah menjadi tuntutan di dunia kerja, sehingga kita bangun kemitraan ini untuk menyiapkan anak didik yang mampu bersaing di Perguruan Tinggi dan saat memasuki dunia kerja nanti” jelasnya.

Lebih lanjut Fr. Marselinus menjelaskan 11 orang siswa ini merupakan tahap awal, diharapkan kedepan akan bisa melibatkan banyak siswa dengan harapan adanya respon dari orang tua murid untuk melibatkan anak-anaknya dalam kursus JF Course tanpa harus mengandalkan pendidikan formal di sekolah.

“Jadi bisa saja lewat jalur sekolah kita tambah dengan jalur mandiri bagi orang tua-orang tua yang mampu, kita arahkan mereka untuk memperdalam kemampuan bahasa Inggris melalui JF Course. Seleksinya tetap akan dilakukan oleh sekolah. 11 orang yang pertama ini kita ambil dari peringkat  atas dan juga kita lihat dari sisi ekonominya, yang mampu sekolah akan back up, yang kurang mampu akan kita carikan donaturnya” ujar Fr. Marselinus.

Baca Juga :   YAPNUSDA Menjawab Tantangan Pendidikan di Sumba

Dalam kesempatan itu juga Fr. Marselinus berharap para orang tua murid  agar mengetahui kenyataan saat ini bahasa Inggris sudah sangat diperlukan dalam dunia kerja,  apalagi Indonesia saat ini sudah mengikuti era pasar bebas dimana mobilisasi manusia yang masuk ke Indonesia dari berbagai Negara termasuk tenaga kerjanya, dan peluang orang Indonesia, tenaga kerja dari Indonesia juga akan ke luar negeri, maka otomatis bahasa Inggris sangat diperlukan disini.

“Saat ini penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kebutuhan, TNI/Polri pun untuk jabatan-jabatan tertentu dan pendidikan tambahannya sudah membutuhkan bahasa Inggris. Intinya bahasa Inggris sudah merupakan hal yang penting di era globalisasi ini, sehingga kita harapkan orang tua mendukung sekolah untuk mengarahkan anak-anaknya memperdalam bahasa Inggrisnya mulai dari sekarang” pungkasnya. *** (Octa/002-22),-