Loura-SJ……… Peduli pada kaum disabilitas, Panitia Festival Kopi Inklusi SBD menggelar vaksinasi tahap I bagi siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Loura, Sabtu (9/10/21). Sebanyak 15 orang siswa SLB mendapatkan vaksinasi tahap I dar 26 siswa yang terdata.

Kepada awak media Damaris Tanggu, Sekretaris I Panitia Festival Kopi Inklusi SBD membenarkan adanya kegiatan vaksinasi tersebut begi anak-anak disabilitas. Ia mengatakan inisiasi tersebut tidak lepas dari rangkaian kegiatan Festival Kopi Inklusi yang juga melibatkan kaum disabilitas. Menurutnya, semua orang termasuk kaum disabilitas memiliki hak yang sama untuk diperhatikan.
“Hari ini kami bersama tim nakes sedang melakukan vaksinasi kepada anak-anak disabilitas di SLB Negeri Loura. Ada sekitar 15 orang yang divaksin dari 26 sasaran yang terdata. Sedang 11 lainnya urung divaksin karena belum mendapatkan persetujuan dari orang tua,” ungkapnya.
Damaris menjelaskan, mungkin saja selama ini karena kondisi mengakses layanan vaksinasi ini terkesan susah karena jarak dan kondisi orang tuanya tidak memungkinan membawa anak mengikuti vaksinasi maka perlu ada pendekatan pelayanan seperti ini.

“Semua orang berhak mendapatkan semua pelayanan, termasuk kaum disabilitas, mungkin adanya kendala orang tua tidak bisa membawa anaknya untuk divaksin, maka kami pikir perlu adanya pendekatan seperti ini” jelasnya.
Damaris menyadari bahwa kondisi realisasi vaksinasi yang masih rendah di SBD bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pihak tertentu saja tetapi juga semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri.
“Walaupun hanya sedikit dari target sasaran yang sudah diagendakan, namun ini adalah langkah maju untuk mendorong masyarakat memahami bahwa vaksinasi itu hal terpenting untuk mencegah penyebaran virus Corona serta menambah imun tubuh” tambahnya.
Damaris menambahkan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut terkait kemungkinan melakukan vaksinasi bagi disabilitas di lokasi lain, dan juga berupaya supaya siswa disabilitas bisa dapat vaksinasi tahap dua.

“Harapannya nanti mudah-mudahan banyak pihak yang melihat gerakan ini untuk bisa bersama-sama membantu pelayanan vaksinasi di SLB lainnnya. Bahwa fokus kami hari ini adalah merintis ini agar kaum disabilitas juga bisa diperhatikan,”harapnya.
Pihaknya berencana akan kembali gelar vaksin kedua di tempat yang sama supaya komplit. Soal SLB lain belum dibahas karena harus mempertimbangkan sumber dayanya. Yang terpenting adalah bahwa gerakan saat ini sudah bisa mendorong dan menyadarkan masyarakat penting vaksinasi bagi kekebalan tubuh.
“Dengan demikian kita punya tanggung jawab bahwa vaksin ini perlu untuk kesehatan kita dalam rangka membentengi kita dari corona. Apalagi dalam kegiatan ini tidak hanya disabilitas saja tapi juga ibu hamil dan masyarakat umum yang membutuhkan vaksin ini dengan harapan mereka bisa jadi corong untuk keluarga kaum disabilitas lainnya di daerah ini untuk bisa ikut serta dalam vaksin ini,”pungkasnya. *** (Octa/002-21),-
Suara Jarmas Portal Berita Sumba
