Perempuan Harus Bersuara Untuk Dirinya Sendiri

Pejabat sementara Ketua Prodi Teologi STT GKS Lewa, Meliani E.M. Yeni Kurniawati, M.A

Lewa-SJ…………..Prodi Teologi STT GKS Lewa bekerjasama dengan BPD Peruati Sumba menyelenggarakan Seminar perempuan Sumba dan pendidikan dalam budaya patriarki, kegiatan yang didukung oleh U.S. Consulate General Surabaya dilaksanakan selama 2 Hari yakni 16-17 November 2018, kegitan ini terlaksana setelah memenangkan kompetesi pengajuan proposal yang diikuti oleh semua kampus teologi se Indonesia seperti di Sampaikan oleh Meliani E.M. Yeni Kurniawati M.A selaku ketua Panitia kegiatan ini. 

“Program ini terlaksana setelah memenangkan Kompetisi yang diadakan oleh U.S Consulate General, Surabaya tentang perempuan dan Indonesia Timur. Seminar ini diharapkan memberi kesadaran masyarakat bahwa konsep budaya patriakal yang dominannya laki-laki harus diseimbangkan karena perempuannya juga memiliki andil, ini bukan bentuk perlawanan tapi keseimbangan peran dalam rumah tangga ini dapat mewujudkan kesejahterakan dan kerhamonisan Rumah Tangga” tutur Meliani E.M. Yeni Kurniawati M.A yang juga menjabat sementara sebagai Ketua Prodi Teologi STT GKS Lewa.

Menurut Yeni dirinya merasa harus ada pemberontakan terhadap Budaya patriakal dan kolonialisme yang sudah terpatri bahwa perempuan harus didapur dan hanya menjadi objek kekerasan atau pelecehan seksual, sehingga dirinya berharap dari 160 peserta yang ikut ada 20 orang saja yang berkomitmen mulai hari ini untuk bersuara maka riaknya akan menjadi besar dan menangkal kekerarasan terhadap perempuan, pelecehan seksual dan pemerataan peran antara perempuan dan Laki-laki.

Dipantau media ini kegiatan yang berlangsung lancar ini menghadirkan 5 pembicara yakni Pdt. Suryaningsi Mila, M.Si, Dr. Ir. Arianti Ina Restiani Hunga, M.Si, Pdt. Irene Umbu Lolo, M.Th, Dr. Gunawan, PhD dan Meliani E.M. Yeni Kurniawati M.A. (STM),-

Baca Juga :   KPU Tetapkan Dua Paket Pasangan Calon Peserta Pilkada Malaka