PENTAHBISAN PENDETA DAN PEMEKARAN GKS WEE MANANGA

by -521 views

Ede-SJ……….. Pemekaran Jemaat dan Pentahbisan Pendeta GKS Jemaat Wee Mananga, Desa Denduka  kecamatan  Wewewa Selatan  kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) provinsi Nusa Tenggara Timur  pada Kamis  (19/11/20) berlangsung  meriah.  

Pdt. Marlin Lomi, S.Th (kanan) saat pentahbisan Pdt. Ananias A.B. Malo, S.Mis (kiri)

GKS Wee Mananga merupakan mekaran dari GKS Jemaat Mila Ate desa Denduka kecamatan Wewewa Selatan. Dalam kesempatan itu juga dilangsungkan pentahbisan Pendeta Jemaat Wee Mananga oleh Sinode GKS disaksikan Wakil Bupati SBD Marthen Chrsitian Taka, S.IP, perwakilan Kementrian Agama SBD, Tokoh Masyarakat dan jemaat GKS Wee Mananga.

Pdt. Ananias Aristo Bulu Malo, S.Mis dalam khotbah perdananya mengutip pembacaan dari Kitab Injil Lukas 17:7-10 bahwa Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Dan oleh Anak Manusia itu semua manusia dapat di selamatkan.

Peresmian GKS Jemaat Wee Mananga oleh Wakil Bupati Marthen Christiam Taka, S.IP

Lebih lanjut Pdt Andi untuk dapat menjadi pelayan maka seseorang itu harus mampu melihat dirinya sendiri sebagai Hamba yang melayani. Untuk dapat melayani dengan baik maka kita perlu melihat siapa kita sepenuhnya dihadapan Allah. 

“Pelayan adalah seseorang yang harus melayani, sedangkan  Hamba adalah  seseorang yang hak hidudnya berada dalam kekuasaan sang tuan. Kita bisa menjadi pelayan atau pembantu yang baik, yang berintegritas apabila kita memahami diri kita bahwa kita adalah Hamba yang tidak memiliki hak atas hidudnya sendiri” unngkapnya.

Untuk menjadi pelayan yang baik yang dapat melayani dengan baik hendaknya seseorang menyadari posisinya mengenal sebagai Hamba. Karena itu sebagai Hamba Tuhan kita harus menjadi pelayan yang baik untuk seluruh jemaat.

Sementara itu ketua panitia penyelenggara Bastian Bili Sairo kepada media mengatakan dengan adanya pentahbisan Pendeta  dan peresmian pemekaran GKS Jemaat Wee Mananga dapat lebih mendekatkan pelayanan pada jemaat sehingga iman jemaat  semakin baik.

“Ini merupakan sejarah bagi kami jemaat bisa mekar dari Ede dan berdiri sendiri. Dengan pentahbisan pendeta saat ini, sebuah momentum yang sangat bersejarah dalam Jemaat Wee Mananga. Sehingga dengan adanya Pdt  baru semakin mendekatkan pelayanan kepada jemaat” tuturnya.

Bastian juga berharap dengan kehadiran Pdt baru semua program gereja dapat dijalankan bersama jemaat untuk merubah kehidupan iman jemaat dan juga ekonomi jemaat. Pdt harus melayani warga jemaat entah dalam bentuk apapun kepada jemaatnya karena ini adalah tugas dan tanggung jawab seorang Pdt.

“Pdt tidak boleh putus asa atau apapun dalam melayani warga jemaat.  Atas nama seluruh warga jemaat kami mengucapkan selamat datang kepada Pendeta, inilah kami warga jemaat Wee Mananga. Layani kami dengan kasih” imbuhnya.

Dipantau oleh media ini peresmian GKS Jemaat Wee Mananga dan pentahbisan Pendeta berlangsung meriah dan penuh hikmah. Peresmian GKS Jemaat Wee Mananga oleh Sekretaris umum Sinode Sumba Pdt.  Marlin Lomi, S.Th bersama Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP. Kemudian dilanjutkan dengan pentahbisan Majelis Jemaat oleh  Pdt. Benyamin Kondi, S,Th., *** (010/SJ/20),-