PASIEN COVID-19 MENINGGAL DUNIA DI RS KARITAS

by -1,065 views

Tambolaka-SJ………  Sumba Barat Daya (SBD) bertambah lagi 1 orang pasien terpapar COVID yang meninggal dunia. PRK (77) pasien asal Weetabula meninggal dunia Kamis (4/3/21) malam Rumah Sakit Karitas Weetabula Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur.

Jenazah langsung diambil alih penanganannya oleh Satgas COVID-SBD, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan Swab RT-TCM dari Rumah Sakit Umbu Rara Meha Waingapu Sumba Timur pada Jumat (5/3/21) pukul 09.00 wita.

Tim pemularasan jenazah yang dipimpin oleh drg. Margaretha Selan mengambil jenazah dan menguburkan di rumah duka kelurahan Weetabula kecamatan Kota Tambolaka SBD, Jumat (5/321) pukul 15.05 wita.

Tim Satgas mengambil jenazah dari RS Karitas Weetabula

 Keluarga almarhum PRK, Lius (bapak Alan) kepada tim Satgas mengatakan, pihaknya menerima tim satgas untuk melakukan pengebumian secara protokol COVID. Setelah mengetahui orang tuanya positif terpapar COVID hasil pemeriksaan Swab RT-TCM, pihaknya mempercayakan tim satgas untuk menangani secara protokol COVID. Ketua tim pemulasaran jenazah, drg. Selan memberi apresiasi atas adanya kerjasama yang baik keluarga almarhum.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan swab RT-TCM  di Waingapu yang diterima oleh satgas pagi tadi, almarhum positif terpapar COVID, jadi proses pengebumiannya akan diambil alih oleh satgas COVID” ungkapnya.

drg. Margaretha Selan (kiri) saat persiapan tim pemularasan jenazah di posko COVID/SBD

Lebih lanjut dokter Selan menjelaskan sesuai protap COVID-19, pasien yang positif meninggalkan  akan diambil alih oleh satgas  mulai dari pengemasan jenazah, penyediaan peti mati hingga penguburannya.

Hal senada juga diungkapkan salah satu tim satgas dari unsur Brimob Yon C SBD Ipda I  Putu Budiasa. Dirinya memberi apresiasi pada keluarga yang sudah mematuhi anjuran protokol kesehatan dan protokol COVID.

Ipda I Putu Budiasa (kanan depan) saat melakukan pemulasaran jeazah di RS Karitas

“Dengan patuhnya keluarga dalam pengebumian jenazah COVID ini,  demi dan untuk kita semua  untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kita harus yakin bahwa virus corona itu ada, bukan penyakit kutukan atau rekayasa”  tuturnya.

Dirinya juga memberi imbauan pada masyarakat umum agar tidak terpengaruh pada informasi yang tidak jelas  berita hoaks dan lain sebagainya, karena yang dirugikan adalah masyarakat SBD secara keseluruhan.

“COVID-19, bukan penyakit aib, sehingga masyarakat takut berinteraksi dengan sesamanya, tetapi jika patuh pada protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, maka kita tidak perlu takut untuk tertular” tuturnya.

Tambahnya, selain itu masyarakat harus jujur pada petugas kesehatan  dengan keadaan yang dialaminya, masyarakat juga harus  mau untuk diambil rapid antigen dan swab TCM, sehingga memudahkan tim kesehatan untuk melakukan pengobatan dan pencegahan.

Untuk diketahui pasien COVID-19 yang meninggal dunia almarhum PRK merasakan sesak napas, demam dan batuk pilek, sehingga pasien dirawat rumah sakit Karitas pada 3 Maret 2021  yang lalu. Pada tanggal 4 Maret 2021  sekitar pukul 20.15 Wita pasien tersebut meninggal dunia. Selanjutnya pada pukul 09.00 Wita keesokan harinya diperoleh hasil pemeriksaan swab TCM dari RS Umbu Rara Meha Waingapu Sumba Timur yang menyatakan almarhum positif COVID-19.

Dipantau oleh media ini, pelaksanaan penguburan almarhum PRK  berjalan lancar karena adanya pendekatan persuasif dan kerjasama yang baik antara keluarga dengan tim Satgas COVID-19. Tim pemularan jenazah yang bertugas terdiri atas tim kesehatan, TNI/Polri, Pol PP dan Kominfo SBD. *** (002/SJ/21),-